Saturday, May 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Mengubah Panas Bumi Menjadi Kehidupan: Inovasi PGE Tingkatkan Ekonomi Petani Kopi Kamojang

Afizahri by Afizahri
11 August 2025
in Industri
Mengubah Panas Bumi Menjadi Kehidupan: Inovasi PGE Tingkatkan Ekonomi Petani Kopi Kamojang

Jakarta, Metapos.id – Masyarakat Kamojang, yang selama ini mengandalkan kopi sebagai mata pencaharian utama, kini merasakan angin segar berkat inovasi berkelanjutan dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Dengan memanfaatkan kekayaan energi panas bumi yang melimpah, PGE sukses menerapkan pendekatan ekonomi sirkular yang tidak hanya meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

Selama bertahun-tahun, petani kopi Kamojang menghadapi tantangan berat, terutama dalam proses pengeringan yang memakan waktu lama dan rentan terhadap cuaca, serta tingginya biaya pupuk kimia. Namun, kendala ini kini teratasi dengan hadirnya dua inovasi berbasis panas bumi:Geothermal Coffee Process (GCP): Teknologi ini menggunakan uap panas bumi untuk mempercepat proses pengeringan biji kopi.

BACA JUGA

Pertamina Satukan Patra Niaga, KPI, dan PIS dalam Subholding Hilir

ASPADIN dan DPR Jelaskan Fakta Ilmiah di Balik Isu Sumber Air Minum Dalam Kemasan

Jika sebelumnya pengeringan bisa memakan waktu hingga 45 hari, kini hanya butuh 3 hingga 10 hari. Hasilnya, kopi Kamojang memiliki kualitas yang lebih konsisten dan cita rasa yang unik, bahkan berhasil menembus pasar internasional seperti Jepang dan Jerman. Inovasi ini diakui sebagai yang pertama di dunia.Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert): Inovasi ini mengubah limbah pertanian dan rumah tangga menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.

Dengan memanfaatkan uap panas bumi bersuhu 60–70 derajat Celsius, proses fermentasi yang biasanya lama kini dapat diselesaikan dalam 12 jam. Program ini telah menghasilkan 28,8 ton pupuk kering per tahun yang dimanfaatkan oleh lebih dari 160 petani lokal, mengurangi biaya produksi secara signifikan.Dampak Positif yang Terukur dan Berkelanjutan Inisiatif ini telah membawa perubahan nyata bagi masyarakat Kamojang. Produksi kopi melonjak dari 5 kuintal pada tahun 2018 menjadi 30 ton pada tahun 2024.

Pendapatan petani pun meningkat drastis, dengan penjualan green bean naik dari Rp250 juta menjadi Rp560 juta per tahun.Keberhasilan program ini juga tercermin dari analisis Social Return on Investment (SROI) yang diverifikasi oleh UGM, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan dampak sosial dan ekonomi sebesar Rp3,13.

Ini membuktikan program tersebut bukan hanya efisien, tetapi juga sangat bermanfaat bagi masyarakat, dengan potensi manfaat ekonomi mencapai Rp6,3 miliar di masa depan.Selain keuntungan ekonomi, program ini juga berkontribusi besar terhadap lingkungan dengan mengurangi emisi karbon hingga 20.000 ton CO₂ per tahun dan mendaur ulang lebih dari 1,2 ton sampah organik. Inovasi ini menjadi model nyata dari praktik ekonomi sirkular yang berhasil, dan telah mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi.

Keberhasilan di Kamojang menunjukkan bahwa energi panas bumi dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar listrik. Seperti diungkapkan Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, pemanfaatan energi bersih dapat secara langsung menyentuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang usaha baru sambil menjaga lingkungan. PGE berencana untuk mereplikasi keberhasilan ini di wilayah kerja lainnya, sebagai komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi yang adil dan inklusif.

Tags: Kopi KamojangMetapos.idPanas bumiPT PGE
Previous Post

Yang Kamu Siapkan Sekarang untuk Tersayang, Apakah Cukup Di Masa Mendatang?

Next Post

BEI Akan Aktifkan Kembali Kode Domisili Investor Mulai September 2025

Related Posts

Transjakarta Blok M–Soetta Segera Beroperasi, Pramono Pastikan Tarif Terjangkau
Industri

Pertamina Satukan Patra Niaga, KPI, dan PIS dalam Subholding Hilir

5 February 2026
ASPADIN dan DPR Jelaskan Fakta Ilmiah di Balik Isu Sumber Air Minum Dalam Kemasan
Industri

ASPADIN dan DPR Jelaskan Fakta Ilmiah di Balik Isu Sumber Air Minum Dalam Kemasan

31 October 2025
Ofero & Katros Garage Luncurkan Stareer 3 Lit: Sepeda Listrik Multifungsi dengan Nuansa Personal
Industri

Ofero & Katros Garage Luncurkan Stareer 3 Lit: Sepeda Listrik Multifungsi dengan Nuansa Personal

12 September 2025
Indonesia Pacu Transisi Energi Sektor Transportasi Lewat Biofuel dan Kendaraan Listrik
Industri

Indonesia Pacu Transisi Energi Sektor Transportasi Lewat Biofuel dan Kendaraan Listrik

11 September 2025
Kapolri Pantau Titik Api Via Udara, Cek Kesiapan Penanganan Karhutla di Riau
Industri

Kapolri Pantau Titik Api Via Udara, Cek Kesiapan Penanganan Karhutla di Riau

24 July 2025
Polusi Udara Jakarta Semakin Memburuk, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Industri

Polusi Udara Jakarta Semakin Memburuk, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

22 July 2025
Next Post
BEI Akan Aktifkan Kembali Kode Domisili Investor Mulai September 2025

BEI Akan Aktifkan Kembali Kode Domisili Investor Mulai September 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini