Metapos.id, Jakarta – Iran melalui Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan untuk pertama kalinya menggunakan rudal Haj Qasem dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam laporan yang dirilis kantor berita Fars News Agency, rudal tersebut digunakan dalam rangkaian operasi militer terbaru, termasuk fase ke-59 operasi “True Promise 4”. Serangan ini menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, seperti di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta wilayah Kurdistan di Irak.
Selain itu, IRGC juga melaporkan serangan ke sejumlah kota di Israel, termasuk Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh.
Rudal Haj Qasem sendiri merupakan rudal balistik taktis berbahan bakar padat yang pertama kali diperkenalkan pada 2020, dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Penggunaan dalam konflik kali ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan di kawasan.
Konflik ini merupakan lanjutan dari serangan militer gabungan yang dimulai pada 28 Februari, yang memicu balasan dari Iran terhadap target-target militer AS dan Israel di Timur Tengah.
Dalam perkembangan terbaru, Iran melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 17.000 lainnya mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berlanjut.














