Saturday, April 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Riset Terbaru USU Perkuat Deretan Bukti Ilmiah, BPA Tidak Terdeteksi pada Air Minum Kemasan Galon

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
10 February 2025
in Lifestyle & Health
Riset Terbaru USU Perkuat Deretan Bukti Ilmiah, BPA Tidak Terdeteksi pada Air Minum Kemasan Galon

Jakarta, Metapos.id – Hingga saat ini masih beredar misinformasi terkait dugaan senyawa kimia Bisphenol-A (BPA) luruh dalam air minum kemasan galon polikarbonat (PC)yang terpapar sinar matahari. Menanggapi hal ini, Kelompok Studi Kimia Organik Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan penelitian independen untuk meneliti luruhan BPA pada empat (4) merek air kemasan galon lokal maupun nasional terpopuler diKota Medan, Sumatera Utara.

Hari ini tim peneliti USU merilis hasil penelitian yang menunjukkan bahwa BPA tidak terdeteksi pada semua sampel yang diuji, termasuk yang terpapar sinar matahari.Prof. Dr. Juliati Tarigan, M.Si, Guru Besar Kimia Organik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU) selaku Ketua Tim Peneliti menegaskan bahwa di dalam semua sampel air galon polikarbonat yang diteliti, baik yang terpapar ataupun tidak terpapar sinar matahari, tidak terdeteksi adanya luruhan atau migrasi BPA.

BACA JUGA

Sinopsis Bleeding Steel, Aksi Jackie Chan Tayang Malam Ini di Trans TV

Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Resmi Hadir

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi air minum kemasan galon, karena merek-merek terpopuler di Kota Medan terbukti aman untuk dikonsumsi.Temuan ini juga membantah anggapan bahwa migrasi BPA dari galon berbahan polikarbonat dapat terjadi jika kemasan terpapar sinar matahari. “Meskipun galon didistribusikan pada siang hari, migrasi BPA ke dalam air minum tidak akan terjadi apabila suhu tidak mencapai 159 derajat Celcius. Sementara itu, suhu tertinggi yang tercatat di Indonesia hanya mencapai 38,5 derajat Celcius,” tambah Prof. Juliati.Prof. Juliati menjelaskan bahwa secara sifat kimiawi, BPA memiliki titik leleh pada suhu159 derajat Celcius.

Hal ini menunjukkan bahwa BPA dalam kemasan polikarbonat hanya dapat luruh pada suhu yang sangat tinggi, hingga di atas suhu 159 derajat Celcius. Selainitu, BPA memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air, jadi kemungkinan larut dari kemasan galon polikarbonat ke dalam air minum yaitu sangat kecil.

Metode Penelitian dan Sampling Prof. Juliati memaparkan bahwa sampel dikumpulkan dari empat (4) merek air minum dalam kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) yang umum dan populer ditemukan di Medan. Keempat sampel tersebut terdiri dari dua (2) merek produk AMDK nasional terpopuler yaitu AQUA dan Prima, serta dua (2) sampel merek lokal yaitu Amozdan Himudo. Masing-masing merek diambil tiga (3) sampel dari titik distribusi yang berbeda.

Sampel diambil pada tiga (3) kondisi penyimpanan, yaitu kondisi normal atau tidak terpapar matahari langsung, serta kondisi dengan paparan sinar matahari langsung selama 5 dan 10 hari.“Pengujian kami lakukan secara triplo atau dilakukan dengan menggunakan tiga sampel atau pengujian tiga kali. Sangat penting dilakukan pengujian secara triplo pada sampel pangan agar data pertama dapat dibandingkan dengan data kedua atau ketiga, sehingga hasil akhir yang diperoleh menjadi lebih akurat,” kata Prof. Juliati.

Sampel diuji menggunakan alat ukur High-Performance Liquid Chromatography (HPLC)atau Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) yang merupakan instrumen yang sangat canggih untuk mendeteksi kandungan BPA dalam air hingga level mikrogram per liter(µg/L).

Sederet Penelitian telah Buktikan BPA Tidak Terdeteksi dalam Air Galon Pada tahun 2024, Kelompok Studi Polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan penelitian independen mengenai keamanan dan kualitas air minum dalam kemasan (AMDK) pada empat merek air minum galon terpopuler berbahan polikarbonat diProvinsi Jawa Barat.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada luruhan BPA yang terdeteksi pada semua sampel air minum galon yang diuji.Sementara itu, terdapat dua penelitian senada yang dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian pertama dilakukan oleh Endah Dwijayanti, S.Si., M.Sc., Ketua Program Studi Studi Kimia Universitas Islam Makassar, yang berjudul “Analisis Bisphenol-A dan Di-ethylhexyl Phthalates dalam Air Galon Yang Beredar di Kota Makassar”.

Penelitian ini diterbitkan dalam Food Scientia, Journal of Food Science and Technology, Universitas Terbuka pada Juni 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air minum yang diuji bebas dari zat berbahaya dan tidak terdeteksi adanya senyawa BPA.Penelitian kedua dilakukan oleh Ir. Gusnawati, S.T., M.T., Dosen Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan judul”Analisis Migrasi Cemaran Bisphenol-A (BPA) Kemasan Plastik Polikarbonat (PC) pada Produk Air Minum dalam Kemasan Galon di Wilayah Kota Makassar”.

Penelitian ini dipublikasikan di Jambura, Journal of Chemistry, Universitas Negeri Gorontalo pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan BPA pada galon polikarbonat dengan kode No.7 yang disimpan di dalam maupun di luar ruangan selama 7hari.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia tersebut telah menyatakan, tidak terdeteksi adanya luruhan BPA pada air minum dalam kemasan galon polikarbonat. Dengan demikian, air minum dalam kemasan galon terbukti aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat dan tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan.

Tags: AMDKBPAGalonMetapos.id
Previous Post

Penelitian Terbaru USU Buktikan BPA Tidak Terdeteksi pada Air Minum Kemasan Galon yang Terpapar Sinar Matahari

Next Post

PLN Sebut Jumlah SPKLU Mencapai 3.233 Unit di Seluruh Indonesia

Related Posts

Sinopsis Bleeding Steel, Aksi Jackie Chan Tayang Malam Ini di Trans TV
Lifestyle & Health

Sinopsis Bleeding Steel, Aksi Jackie Chan Tayang Malam Ini di Trans TV

18 April 2026
Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Resmi Hadir
Lifestyle & Health

Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Resmi Hadir

16 April 2026
Spider-Man: Brand New Day Rilis, Tom Holland Kembali Jadi Peter Parker
Lifestyle & Health

Spider-Man: Brand New Day Rilis, Tom Holland Kembali Jadi Peter Parker

15 April 2026
Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu yang Perlu Diketahui Masyarakat
Lifestyle & Health

Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu yang Perlu Diketahui Masyarakat

13 April 2026
Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Soroti Jarak Emosional dalam Keluarga
Lifestyle & Health

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Soroti Jarak Emosional dalam Keluarga

11 April 2026
Dari Kreator ke Musisi, Cece Caramel Debut Mini Album “Caramelting”
Lifestyle & Health

Dari Kreator ke Musisi, Cece Caramel Debut Mini Album “Caramelting”

10 April 2026
Next Post
PLN Tambah SPKLU di Kalimantan dan Sulawesi

PLN Sebut Jumlah SPKLU Mencapai 3.233 Unit di Seluruh Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini