Metapos.id, Jakarta – Sekitar 4.000 jemaah umrah dilaporkan tertahan di Arab Saudi akibat gangguan penerbangan setelah serangan rudal dan drone Houthi menyasar sejumlah bandara utama serta infrastruktur di negara tersebut. Jemaah yang terdampak mencakup warga Indonesia dan India.
Sejumlah maskapai masih memperpanjang pembatalan penerbangan menuju beberapa kota di Arab Saudi. Emirates membatalkan sejumlah penerbangan dari Dubai menuju Riyadh, Dammam, dan Jeddah.
Etihad Airways juga membatalkan layanan penerbangan dari Abu Dhabi ke Dammam, Riyadh, dan Jeddah hingga 24 Oktober 2026.
Maskapai Internasional Membatalkan Sejumlah Penerbangan
Gangguan penerbangan turut memengaruhi operasional sejumlah maskapai internasional yang melayani rute menuju Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah lainnya.
Qatar Airways menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 24 Oktober 2026. Maskapai tersebut juga mengurangi jumlah penerbangan harian ke Jeddah dari tujuh menjadi empat kali.
Oman Air menghentikan sementara penerbangan menuju Riyadh hingga 22 Oktober, sementara SalamAir membatalkan layanan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober 2026.
Di Eropa, Air France menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga 24 Oktober. Lufthansa Group menghentikan layanan menuju Riyadh hingga 18 November dan Dammam hingga 30 November 2026. Sementara itu, KLM membatalkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober.
Warga India Tewas dalam Serangan di Bandara Dammam
Di tengah upaya membantu kepulangan jemaah umrah, Kedutaan Besar India di Riyadh mengonfirmasi bahwa seorang warga negaranya termasuk dalam dua korban meninggal dunia akibat serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada Rabu malam, 21 Oktober 2026.
Melalui unggahan di platform X pada Kamis, pihak kedutaan menyampaikan bahwa dua warga negara India lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Kedutaan menyatakan sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut dan berkomunikasi dengan keluarga para korban. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal serta berharap korban luka segera pulih.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi kemudian mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan dua orang, yakni seorang warga negara Arab Saudi dan seorang penduduk berkebangsaan India.
Selain korban meninggal, delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas satu warga Saudi, dua penduduk India, dua penduduk Yaman, dua penduduk Bangladesh, dan satu penduduk Nepal.
Otoritas penerbangan setempat masih melakukan penilaian terhadap kerusakan dengan melibatkan aparat keamanan terkait. Berbagai langkah pengamanan juga diterapkan untuk menjaga keselamatan penumpang dan petugas bandara.







