Metapos.id, Jakarta – Backrooms menjadi salah satu film horor yang paling banyak diperbincangkan pada 2026. Film produksi A24 garapan Kane Parsons ini berhasil mengubah konsep ruangan kosong dan lorong tanpa ujung menjadi sumber ketakutan yang efektif.
Cerita berfokus pada Clark, seorang pemilik toko furnitur yang menemukan portal misterius menuju dimensi aneh bernama Backrooms. Tempat tersebut dipenuhi ruangan kuning, koridor membingungkan, dan suasana yang terasa akrab sekaligus mengganggu.
Berbeda dari film horor kebanyakan, Backrooms tidak terlalu mengandalkan jumpscare atau penampakan monster. Ketakutan justru dibangun melalui rasa kesepian, ketidakpastian, dan ruang-ruang kosong yang terasa tidak memiliki akhir.
Konsep Backrooms sendiri berasal dari fenomena internet yang berkembang dari sebuah foto ruangan kosong berwallpaper kuning. Dari konsep sederhana tersebut lahir mitologi tentang dimensi misterius yang membuat banyak orang merasa tidak nyaman hanya dengan melihatnya.
Kekuatan terbesar film ini terletak pada atmosfer yang berhasil diciptakan Kane Parsons. Sound design, pergerakan kamera, dan desain set bekerja bersama untuk membuat penonton merasa tersesat di dunia yang asing dan mengancam.
Sejumlah penonton di komunitas film juga menilai Backrooms unggul karena tidak terlalu bergantung pada formula horor konvensional. Banyak yang memuji atmosfer dan nuansa liminal space yang membuat rasa takut bertahan bahkan setelah film berakhir.
Meski menyisakan banyak pertanyaan mengenai asal-usul Backrooms dan berbagai misteri di dalamnya, film ini tidak berusaha memberikan semua jawaban. Pendekatan tersebut justru membuat dunia yang dibangun terasa semakin misterius dan mengganggu.
Backrooms membuktikan bahwa sesuatu yang tampak biasa bisa menjadi sangat menakutkan ketika ditempatkan dalam konteks yang tepat. Bagi penggemar horor psikologis dan suasana mencekam, film ini menjadi salah satu tontonan wajib di bioskop tahun 2026.







