Metapos.id, Jakarta – Puasa Syawal 2026 bisa mulai dilakukan setelah Idulfitri pada 21 Maret. Jadi, umat Muslim dapat langsung melanjutkan ibadah di bulan Syawal.
Puasa sunnah ini cukup ringan. Selain itu, waktunya fleksibel selama satu bulan penuh. Karena itu, banyak orang tetap menjalankannya setelah Ramadan.
Salah satu yang utama adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini sangat dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa ini dalam hadis. Karena itu, umat Muslim sering mengamalkannya setiap tahun.
Hadis dari Sahih Muslim menyebut pahala besar. Bahkan, pahalanya setara puasa satu tahun penuh.
Namun, puasa ini dilakukan setelah Ramadan selesai. Jadi, urutannya tetap jelas dan tidak terbalik.
Pada 2026, Idulfitri jatuh pada 21 Maret. Oleh karena itu, puasa Syawal dimulai pada 22 Maret 2026.
Umat Muslim bisa menjalankannya hingga 18 April 2026. Dengan begitu, waktunya cukup panjang dan tidak terburu-buru.
Selain itu, ada puasa Senin dan Kamis. Puasa ini bisa dilakukan secara rutin setiap minggu.
Misalnya, puasa jatuh pada 30 Maret dan 2 April. Lalu, ada 6 dan 9 April.
Selain itu, ada juga 13 dan 16 April. Jadi, pilihannya cukup banyak dan fleksibel.
Selanjutnya, ada puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah.
Biasanya, puasa ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Karena itu, banyak orang juga ikut menjalankannya.
Menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, jadwalnya jatuh pada 2 sampai 4 April 2026.
Selain itu, umat Muslim juga bisa menambah amalan lain. Misalnya, membaca Al-Qur’an atau bersedekah.
Dengan banyak pilihan ini, ibadah di bulan Syawal jadi lebih mudah. Oleh sebab itu, banyak orang tetap semangat menjalankannya.














