Metapos.id, Jakarta – Aparat kepolisian masih mendalami kasus peluru yang masuk ke sebuah rumah warga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Untuk mengungkap asal-usulnya, penyidik kini mengandalkan pemeriksaan balistik terhadap proyektil yang ditemukan di lokasi.
Kapolsek Ciracas Kompol Rohmad mengungkapkan bahwa tim penyidik belum menemukan kesesuaian antara peluru tersebut dan senjata api tertentu. Oleh sebab itu, proses pencarian sumber peluru masih terus berlangsung.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Ciracas AKP Hotman Capandi menyebut pemeriksaan dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Melalui pengujian tersebut, penyidik berharap dapat mengetahui spesifikasi peluru serta jenis senjata yang berkaitan dengan temuan itu.
Tak hanya menunggu hasil laboratorium, polisi juga terus mengumpulkan informasi dari warga dan saksi di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk melengkapi fakta-fakta yang dibutuhkan dalam penyelidikan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 09.50 WIB. Kejadian berlangsung di Jalan Nurul Hidayah, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Saat insiden terjadi, pemilik rumah sedang bersantai sambil menonton televisi di ruang tamu. Namun, suasana mendadak berubah ketika ia mendengar suara benturan dari arah atas rumah.
Sesaat kemudian, ia mencari sumber suara tersebut dan menemukan sebuah peluru di dalam rumah. Proyektil itu diduga masuk setelah menembus bagian atap dan plafon bangunan.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun cedera. Akan tetapi, peluru itu meninggalkan kerusakan berupa lubang pada plafon rumah.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil uji balistik dari Puslabfor Polri. Sementara itu, penyidik berharap pemeriksaan tersebut dapat membantu mengungkap asal peluru sekaligus menjelaskan penyebab terjadinya insiden tersebut.






