Sunday, September 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pergerakan Tanah di Tegal Masih Berlanjut, Ini Penjelasan BRIN

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
5 February 2026
in Nasional
Pergerakan Tanah di Tegal Masih Berlanjut, Ini Penjelasan BRIN

Metapos.id, Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tegal masih berpotensi berlangsung dalam waktu dekat. Fenomena ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi belakangan serta kondisi geologi wilayah yang rentan.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menyampaikan bahwa aktivitas pergerakan tanah diperkirakan masih akan berlangsung selama kurang lebih satu minggu ke depan hingga mencapai keseimbangan sementara. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kawasan tersebut tetap memiliki potensi pergerakan tanah kembali di kemudian hari.

BACA JUGA

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Diikuti 8 Kelurahan di Cipayung

Pramono Ngobrol NBA dengan Zohran Mamdani di New York

Menurut Adrin, wilayah yang telah masuk dalam kategori zona gerakan tanah aktif seharusnya tidak lagi digunakan sebagai kawasan hunian. Ia menilai keberadaan permukiman di area tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan warga. Oleh karena itu, relokasi menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan, sementara pemanfaatan lahan dapat diarahkan untuk kegiatan pertanian atau perkebunan.

Adrin menjelaskan bahwa karakter pergerakan tanah di Tegal tergolong sebagai nendatan, yakni pergeseran tanah yang umumnya terjadi pada lereng dengan kemiringan rendah. Kondisi ini berbeda dengan longsor tipe luncuran yang biasanya terjadi di daerah terjal dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.

Ia menambahkan, curah hujan yang tinggi menyebabkan air meresap ke dalam lapisan batuan lempung yang bersifat mudah melemah ketika jenuh air. Situasi tersebut membuat struktur tanah kehilangan kestabilan sehingga memicu pergerakan secara perlahan.

Lebih lanjut, Adrin menyebutkan bahwa pemerintah sebenarnya telah memiliki peta kerawanan gerakan tanah sebagai acuan mitigasi. Namun, peta tersebut masih memerlukan pemutakhiran serta penyebarluasan informasi agar masyarakat dapat memahami tingkat risiko yang ada di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, keberadaan vegetasi dengan sistem perakaran yang kuat dinilai dapat membantu mengurangi potensi pergerakan tanah. Meski begitu, Adrin mengingatkan bahwa dalam kondisi hujan ekstrem, daya dukung lingkungan memiliki batas.

Oleh sebab itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana.

Tags: berpotensiBRINcurah hujanFenomenaGeologiLerengMetapos.idPergerakan tanahTegal
Previous Post

Kunjungan Turis Indonesia ke Korea Selatan Pecah Rekor di 2025, Masuk 4 Besar ASEAN

Next Post

Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Berbuka yang Melekat di Bulan Ramadan

Related Posts

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Diikuti 8 Kelurahan di Cipayung
Nasional

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Diikuti 8 Kelurahan di Cipayung

20 September 2026
Pramono Ngobrol NBA dengan Zohran Mamdani di New York
Nasional

Pramono Ngobrol NBA dengan Zohran Mamdani di New York

20 September 2026
Karhutla Masih Meluas, 1.459 Hektare Lahan di Jatim Terbakar
Nasional

Karhutla Masih Meluas, 1.459 Hektare Lahan di Jatim Terbakar

20 September 2026
KNKT Ungkap Celah Aturan Keselamatan Pelayaran di Kapal
Nasional

KNKT Ungkap Celah Aturan Keselamatan Pelayaran di Kapal

20 September 2026
Nusron Wahid Tak Lagi Duduk di Kepengurusan Golkar
Nasional

Nusron Wahid Tak Lagi Duduk di Kepengurusan Golkar

20 September 2026
Begini Respons Nusron Wahid soal Kasus Suap ATR/BPN
Nasional

Begini Respons Nusron Wahid soal Kasus Suap ATR/BPN

19 September 2026
Next Post
Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Berbuka yang Melekat di Bulan Ramadan

Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Berbuka yang Melekat di Bulan Ramadan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini