Metapos.id, Jakarta – Peran humas perguruan tinggi kini semakin strategis dalam membangun kepercayaan publik di era digital. Perubahan ini mendorong institusi pendidikan untuk tidak lagi menempatkan fungsi komunikasi hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai elemen utama dalam menjaga reputasi.
BINUS University bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia menghadirkan program penguatan kompetensi bagi tenaga kependidikan bidang kehumasan. Program ini menjadi respons terhadap perkembangan media digital dan meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Jakarta dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Sebanyak 51 tenaga kependidikan mengikuti program tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas komunikasi publik di lingkungan kampus.
Program ini mengusung pendekatan pembelajaran komprehensif melalui webinar, workshop, serta praktik langsung. Peserta dibekali kemampuan strategis mulai dari media relations hingga pengelolaan isu yang relevan dengan dinamika komunikasi saat ini.
Wakil Rektor BINUS, Engkos Achmad Kuncoro menegaskan bahwa tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam ekosistem pendidikan. Ia menyebut komunikasi menjadi faktor utama dalam menjaga relevansi institusi di tengah perubahan digital.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto menekankan pentingnya sistem pendidikan yang berdampak nyata. Ia berharap program ini mampu melahirkan praktik komunikasi yang dapat langsung diterapkan di berbagai institusi pendidikan.
Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya jejaring kolaborasi antar tenaga kependidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam komunikasi publik.
Ke depan, peran humas perguruan tinggi diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan digital yang cepat. Pendekatan berbasis praktik dan kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan komunikasi yang relevan dan berkelanjutan.














