Sunday, August 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penyebab Kenaikan Harga Tahu, Tempe hingga Beras, Ini Pendapat BPS

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 November 2022
in Ekbis
Inflasi Juli Tembus 4,94 Persen, Tertinggi Sejak Oktober 2015

JAKARTA,Metapos.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mendapati bahwa di tengah tren penurunan harga beberapa komoditas pangan telah terjadi anomali tersendiri untuk sejumlah jenis bahan konsumsi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan komoditas yang dimaksud adalah beras dan juga tahu tempe yang berasal bahan baku kedelai.

BACA JUGA

Samsung Siapkan Imbal Hasil Rp1.300 Triliun untuk Pemegang Saham

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

“Kalau kita lihat beras misalnya, ini memang mengalami peningkatan dari rata-rata Rp11.720 perkilo di September 2022 menjadi Rp11.850 per kilo pada Oktober 2022,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Jakarta pada Selasa, 1 November.

Menurut Setianto, pada bulan lalu beras mengalami inflasi 1,13 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Adapun untuk komoditas kedelai, utamanya tahu dan tempe, keduanya kompak mengalami kenaikan. Dijelaskan harga tahu merangkak dari Rp11.330 per kilo menjadi Rp11.438 perkilo.

Pun demikian dengan bahan pangan tempe yang melesat jadi Rp12.667 per kilo dari sebelumnya hanya Rp12.421 per kilo.

“Harga kedelai terus mengalami peningkatan dari 606 dolar AS perton saat Januari 2022 menjadi 664 dolar AS perton pada September 2022.

Secara general, inflasi kelompok makanan pada bulan lalu mengalami penurunan alias deflasi minus 1,49 persen mtm dari sebelumnya minus 0,68 persen mtm.

“Komponen bahan makanan kembali mengalami deflasi dan lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya,” tutup Setianto.

Tags: BpsMetapos.idTahuTempe
Previous Post

Suku Bunga BI Hampir Pasti Naik Lagi Bulan Ini?

Next Post

Jumlah Tenaga Kerja Industri Naik, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Kompetensi

Related Posts

Siswa SD di Sulteng Rasakan Manfaat Program MBG
Ekbis

Samsung Siapkan Imbal Hasil Rp1.300 Triliun untuk Pemegang Saham

23 August 2026
10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia
Ekbis

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

23 August 2026
BNI Sekuritas mengajak masyarakat belajar investasi melalui WondrX 2026, sekaligus memperkuat literasi pasar modal bagi investor pemula.
Ekbis

BNI Sekuritas Ajak Masyarakat Mulai Investasi di WondrX 2026

22 August 2026
Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket
Ekbis

Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket

21 August 2026
PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama
Ekbis

PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama

21 August 2026
MEGA SHOW Hong Kong 2026
Ekbis

Ribuan Eksibitor Ramaikan MEGA SHOW Hong Kong 2026

20 August 2026
Next Post
Kerja Sama Ekonomi Terbaru dengan Jepang Siap Diumumkan di KTT G20

Jumlah Tenaga Kerja Industri Naik, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Kompetensi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini