Monday, June 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Penyebab Kenaikan Harga Tahu, Tempe hingga Beras, Ini Pendapat BPS

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 November 2022
in Ekbis
Inflasi Juli Tembus 4,94 Persen, Tertinggi Sejak Oktober 2015

JAKARTA,Metapos.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mendapati bahwa di tengah tren penurunan harga beberapa komoditas pangan telah terjadi anomali tersendiri untuk sejumlah jenis bahan konsumsi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan komoditas yang dimaksud adalah beras dan juga tahu tempe yang berasal bahan baku kedelai.

BACA JUGA

Harga Pertamax Naik, Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tetap Aman

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9% Jadi US$439,8 Miliar

“Kalau kita lihat beras misalnya, ini memang mengalami peningkatan dari rata-rata Rp11.720 perkilo di September 2022 menjadi Rp11.850 per kilo pada Oktober 2022,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Jakarta pada Selasa, 1 November.

Menurut Setianto, pada bulan lalu beras mengalami inflasi 1,13 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Adapun untuk komoditas kedelai, utamanya tahu dan tempe, keduanya kompak mengalami kenaikan. Dijelaskan harga tahu merangkak dari Rp11.330 per kilo menjadi Rp11.438 perkilo.

Pun demikian dengan bahan pangan tempe yang melesat jadi Rp12.667 per kilo dari sebelumnya hanya Rp12.421 per kilo.

“Harga kedelai terus mengalami peningkatan dari 606 dolar AS perton saat Januari 2022 menjadi 664 dolar AS perton pada September 2022.

Secara general, inflasi kelompok makanan pada bulan lalu mengalami penurunan alias deflasi minus 1,49 persen mtm dari sebelumnya minus 0,68 persen mtm.

“Komponen bahan makanan kembali mengalami deflasi dan lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya,” tutup Setianto.

Tags: BpsMetapos.idTahuTempe
Previous Post

Suku Bunga BI Hampir Pasti Naik Lagi Bulan Ini?

Next Post

Jumlah Tenaga Kerja Industri Naik, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Kompetensi

Related Posts

Anggota Komisi VII DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Harga BBM Bersubsidi
Ekbis

Harga Pertamax Naik, Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tetap Aman

15 June 2026
Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9% Jadi US$439,8 Miliar
Ekbis

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9% Jadi US$439,8 Miliar

15 June 2026
ASABRI Bayarkan Gaji Ketiga Belas Pensiun kepada Lebih dari 500 Ribu Penerima
Ekbis

ASABRI Bayarkan Gaji Ketiga Belas Pensiun kepada Lebih dari 500 Ribu Penerima

15 June 2026
51 Persen Masyarakat Indonesia Simpan Uang di Bawah Bantal
Ekbis

Purbaya Usulkan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp49,8 Triliun

15 June 2026
CSR Bank Mandiri Taspen Hadirkan Mesin Air Siap Minum untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare
Ekbis

CSR Bank Mandiri Taspen Hadirkan Mesin Air Siap Minum untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare

15 June 2026
Bank Indonesia Perluas Kerja Sama dengan China, Dasco Sebut Dukung Penguatan Rupiah
Ekbis

Bank Indonesia Perluas Kerja Sama dengan China, Dasco Sebut Dukung Penguatan Rupiah

14 June 2026
Next Post
Kerja Sama Ekonomi Terbaru dengan Jepang Siap Diumumkan di KTT G20

Jumlah Tenaga Kerja Industri Naik, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Kompetensi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini