Friday, September 11, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penyebab Kenaikan Harga Tahu, Tempe hingga Beras, Ini Pendapat BPS

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 November 2022
in Ekbis
Inflasi Juli Tembus 4,94 Persen, Tertinggi Sejak Oktober 2015

JAKARTA,Metapos.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mendapati bahwa di tengah tren penurunan harga beberapa komoditas pangan telah terjadi anomali tersendiri untuk sejumlah jenis bahan konsumsi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan komoditas yang dimaksud adalah beras dan juga tahu tempe yang berasal bahan baku kedelai.

BACA JUGA

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

“Kalau kita lihat beras misalnya, ini memang mengalami peningkatan dari rata-rata Rp11.720 perkilo di September 2022 menjadi Rp11.850 per kilo pada Oktober 2022,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Jakarta pada Selasa, 1 November.

Menurut Setianto, pada bulan lalu beras mengalami inflasi 1,13 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Adapun untuk komoditas kedelai, utamanya tahu dan tempe, keduanya kompak mengalami kenaikan. Dijelaskan harga tahu merangkak dari Rp11.330 per kilo menjadi Rp11.438 perkilo.

Pun demikian dengan bahan pangan tempe yang melesat jadi Rp12.667 per kilo dari sebelumnya hanya Rp12.421 per kilo.

“Harga kedelai terus mengalami peningkatan dari 606 dolar AS perton saat Januari 2022 menjadi 664 dolar AS perton pada September 2022.

Secara general, inflasi kelompok makanan pada bulan lalu mengalami penurunan alias deflasi minus 1,49 persen mtm dari sebelumnya minus 0,68 persen mtm.

“Komponen bahan makanan kembali mengalami deflasi dan lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya,” tutup Setianto.

Tags: BpsMetapos.idTahuTempe
Previous Post

Suku Bunga BI Hampir Pasti Naik Lagi Bulan Ini?

Next Post

Jumlah Tenaga Kerja Industri Naik, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Kompetensi

Related Posts

MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri
Ekbis

Bagus Wahyu Trianto Dorong SMKN 71 Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

9 September 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekbis

Menkeu Ungkap BNPB Punya Dana Siap Pakai Rp950 Miliar

9 September 2026
Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.
Ekbis

Petrokimia Gresik Dorong Produktivitas Bawang Merah Nganjuk

9 September 2026
Next Post
Kerja Sama Ekonomi Terbaru dengan Jepang Siap Diumumkan di KTT G20

Jumlah Tenaga Kerja Industri Naik, Kemenperin Fasilitasi Sertifikat Kompetensi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini