Friday, April 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
Home Ekbis

Pendapatan APBN Regional Jakarta Melesat

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
30 June 2022
in Ekbis
Kabar Baik, Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2022 Surplus 2,90 Miliar Dolar AS

JAKARTA,Metapos.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa hingga Mei 2022 realisasi pendapatan APBN Regional Jakarta mencapai Rp675,57 triliun atau 69,68 persen dari pagu yang ditetapkan. Sementara dari sisi belanja tercatat sebesar Rp201,31 triliun atau 31,56 persen dari target. Ini menjadikan daerah ibu kota membukukan surplus regional sebesar Rp474,26 triliun.

Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan I Dionysius Lucas Hendrawan mengatakan Kontribusi penerimaan regional DKI Jakarta terhadap penerimaan nasional mencapai 67-69 persen. “Hal ini menunjukan bahwa penerimaan regional DKI Jakarta mempunyai kontribusi yang sangat besar secara nasional untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan pers pada Kamis, 30 Juni.

BACA JUGA

DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Global

BIRU Luncurkan Training dan Test Center untuk Perkuat Kesiapan Kerja Talenta Indonesia

Menurut Lucas, dengan adanya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang masih berjalan maka diharapkan pundi-pundi penerimaan dapat terus bertambah.

Lebih lanjut, anak buah Sri Mulyani itu menerangkan kinerja pendapatan APBN yang semakin membaik mengalami kenaikan sebesar 51,44 persen atau sebesar Rp229,48 triliun dibandingkan periode yang sama 2021.

“Kenaikan ini disumbang oleh penerimaan dalam negeri, terutama dari Pajak Penghasilan (PPh) yang naik 72,62 persen atau sebesar Rp142,15 triliun dibandingkan periode 31 Mei 2021. Hal ini didorong oleh kenaikan PPh Non-Migas Pasal 25/29 dan PPN dalam negeri yang disebabkan dari kenaikan harga komoditas serta kegiatan impor yang meningkat,” tuturnya.

Lucas menjelaskan pula faktor lain yang mendukung peningkatan kinerja pendapatan adalah bertumbuhnya penerimaan yang bersumber dari pengenaan bea keluar dan bea masuk atas proses ekspor dan impor, seperti penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) yang naik 113 persen dan cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang naik 32 persen dibandingkan tahun 2021.

“Serta kami mendapati juga peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang memberikan kontribusi lebih dari 50 persen karena adanya penjualan barang milik negara,” katanya.

Sementara, penerimaan dalam negeri DKI Jakarta hingga 31 Mei 2022 berhasil mencapai Rp675,43 triliun atau 69,70 persen dari target, naik 51,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Kondisi tersebut ditopang realisasi perpajakan sebesar Rp533,42 triliun atau mencapai 64,65 persen dari target, melonjak 62,83 persen, terutama dari Pajak Penghasilan yang naik 72,62 persen.

Di sisi lain, realisasi penerimaan bea keluar atau pungutan ekspor melesat melampaui target dengan realisasi Rp136,56 miliar atau sebesar 435,46 persen dari target. Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak 19,86 persen dengan realisasi sebesar Rp142 triliun turut berkontribusi dalam menjaga kinerja penerimaan di regional DKI Jakarta.

“Adapun inflasi pada Mei 2022 mengalami kenaikan 0,06 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,27 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 1,62 persen di sepanjang tahun ini (year to date). Kondisi ini dipicu penurunan harga daging ayam ras, minyak goreng, dan beras pascamomen lebaran,” tutup Lucas.

Tags: APBNKemenkeuMetapos.id
Previous Post

Jawab Kebutuhan Hunian Milenial, BTN Relokasi KCS Banda Aceh

Next Post

PLN Terapkan Skema Zero Down Time pada Pertemuan Sherpa G20 Kedua

Related Posts

DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Global
Ekbis

DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Global

17 April 2026
BIRU Luncurkan Training dan Test Center untuk Perkuat Kesiapan Kerja Talenta Indonesia
Ekbis

BIRU Luncurkan Training dan Test Center untuk Perkuat Kesiapan Kerja Talenta Indonesia

16 April 2026
Dukung Hunian Sehat, Kansai Paint Perkenalkan Cat Bebas Timbal
Ekbis

Dukung Hunian Sehat, Kansai Paint Perkenalkan Cat Bebas Timbal

16 April 2026
Volatilitas Global Meningkat, JFX Dorong Transparansi Perdagangan Berjangka
Ekbis

Volatilitas Global Meningkat, JFX Dorong Transparansi Perdagangan Berjangka

15 April 2026
PEFINDO Proyeksikan Pasar Obligasi Korporasi Tetap Positif
Ekbis

PEFINDO Proyeksikan Pasar Obligasi Korporasi Tetap Positif

15 April 2026
Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik
Ekbis

Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik

14 April 2026
Next Post
PLN Terapkan Skema Zero Down Time pada Pertemuan Sherpa G20 Kedua

PLN Terapkan Skema Zero Down Time pada Pertemuan Sherpa G20 Kedua

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini