Sunday, April 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Okupansi Hotel BUMN Diproyeksi Mencapai 79 Persen saat Lebaran 2025

Afizahri by Afizahri
27 March 2025
in Ekbis
Asik Nih, Batiqa Hotels Berikan Kejutan Kepada Seluruh Bikers Indonesia, Cari Tahu Syaratnya

Jakarta, Metapos.id – PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality memperkirakan akan ada kenaikan okupansi atau keterisian hotel-hotel kelolaannya menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Bahkan, okupansinya diperkirakan akan mencapai 79 persen.

Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengatakan tren kenaikan okupansi pada Lebaran 2025 ini tidak terlalu signifikan. Dia bilang puncak keterisian akan terjadi pada H+1 dan H+2 Lebaran.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Pastikan Pertalite Tetap

BTN Gandeng Indosat Perluas Akses Layanan Keuangan Digital

“Dari H-4 sampai H+4 itu memang peak occupancy itu akan didapatkan pada saat H+1 dan H+2. Rata-rata occupancy itu kita di sekitar 79 persen,” katanya dalam konferensi pers di Kantor InJourney, Jakarta, Rabu, 26 Maret.

Secara persentase, sambung Chtistine, pertumbuhannya hanya di angka 1 persen dibandingkan tahun lalu.

“Cukup membaik, walaupun memang growth-nya, peningkatan dari Lebaran sebelumnya hanya 1 persen untuk occupancy,” ucapnya.

Dari semua hotel yang dikelola, lanjut Christine, tingkat keterisian paling tinggi ada di wilayah Bali yakni 76,1 persen. Seperti, The Meru Sanur okupansinya di atas 98 persen.

“Tapi memang untuk okupansi kita yang paling tinggi untuk lebaran kali ini The Meru Sanur, itu kita di atas 98 persen on the booknya,” katanya.

Selain itu, sambung Chtistine, tingkat okupansi tertinggi kedua ada di wilayah Sumatera yakni di level 71 hingga 73 persen. Lalu disusul oleh Kalimantan dan Sulawesi.

“Overall itu memang di rata-rata okupansinya di 79 persen,” jelasnya.

Tags: Hotel BUMNHotel IndonesiaMetapos.idOkupansi
Previous Post

Herbalife Kembali Gelar Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 2025 Diikuti Lebih dari 40.000 Peserta di 133 Kota

Next Post

Perusahaan Migas Milik Bakrie Umumkan Rencana Pengembangan Proyek CCS di Aceh

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Pastikan Pertalite Tetap

18 April 2026
BTN Gandeng Indosat Perluas Akses Layanan Keuangan Digital
Ekbis

BTN Gandeng Indosat Perluas Akses Layanan Keuangan Digital

18 April 2026
Peran BPD Kian Strategis di Tengah Penurunan TKD
Ekbis

Peran BPD Kian Strategis di Tengah Penurunan TKD

17 April 2026
Brand Elektronik Raup Pertumbuhan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop
Ekbis

Brand Elektronik Raup Pertumbuhan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop

17 April 2026
DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Global
Ekbis

DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Global

17 April 2026
BIRU Luncurkan Training dan Test Center untuk Perkuat Kesiapan Kerja Talenta Indonesia
Ekbis

BIRU Luncurkan Training dan Test Center untuk Perkuat Kesiapan Kerja Talenta Indonesia

16 April 2026
Next Post
Perusahaan Migas Milik Bakrie Umumkan Rencana Pengembangan Proyek CCS di Aceh

Perusahaan Migas Milik Bakrie Umumkan Rencana Pengembangan Proyek CCS di Aceh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini