Metapos.id, Jakarta – Mengeluarkan air liur (ngiler) dan mendengkur saat tidur merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang. Meski umumnya tidak berbahaya, kebiasaan ini bisa mengganggu kualitas istirahat dan dalam beberapa kasus menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Direktur Medis Yale Centers for Sleep Medicine, Dr. Christine Won, menjelaskan bahwa tidur dalam posisi telentang dapat membantu mengurangi keluarnya air liur saat tidur. Bagi orang yang sulit mempertahankan posisi tersebut, penggunaan bantal di sisi tubuh dapat membantu menjaga posisi tetap stabil.
Ia juga menuturkan bahwa hidung tersumbat akibat alergi atau pilek dapat memicu kebiasaan bernapas melalui mulut sehingga air liur lebih mudah keluar. Karena itu, mengatasi sumbatan pada hidung dan memperbaiki pola pernapasan dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Penggunaan plester hidung juga dinilai bermanfaat untuk melancarkan aliran udara.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Pennsylvania, Dr. Mark Wolff, menyarankan agar menghindari makanan atau minuman manis maupun asam sebelum tidur karena dapat merangsang produksi air liur. Ia juga mengingatkan penderita refluks asam untuk tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur dan mengurangi konsumsi makanan pedas atau berlemak.
Untuk mengatasi kebiasaan mendengkur, para ahli menyarankan tidur dengan posisi miring, menjaga berat badan ideal, menghindari alkohol maupun obat penenang sebelum tidur, serta mengatasi gangguan pada saluran pernapasan seperti hidung tersumbat atau pembesaran amandel.
Namun, jika mendengkur disertai henti napas saat tidur, rasa kantuk berlebihan di siang hari, atau air liur keluar secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan seperti obstructive sleep apnea (OSA) yang memerlukan penanganan medis.







