Metapos.id, Jakarta – Lucas Museum of Narrative Art karya George Lucas akhirnya resmi dibuka di Los Angeles setelah melalui perjalanan panjang selama 17 tahun.
Museum tersebut memadukan dunia Star Wars dengan seni rupa, komik, fotografi, dan berbagai tradisi penceritaan visual selama berabad-abad.
Rekaman pada Selasa (22/09/2026) memperlihatkan pengunjung mengantre sebelum memenuhi galeri yang menampilkan koleksi Star Wars serta karya seniman seperti Norman Rockwell, Frida Kahlo, dan Diego Rivera.
Tiket pembukaan museum juga dilaporkan terjual habis, menandai antusiasme publik terhadap fasilitas yang diwujudkan Lucas bersama istrinya sekaligus salah satu pendiri museum, Mellody Hobson.
Selama 17 tahun, keduanya menginvestasikan sekitar 1 miliar dolar AS untuk merealisasikan visi Lucas Museum of Narrative Art.
“Kami tidak peduli apakah kami mendapatkan pekerjaan atau menjadi kaya. Kami tidak memedulikan apa pun selain membuat film, dan kami sangat mencintai proses pembuatan film. Itulah salah satu rahasia kelompok kami,” kata Lucas, dilansir dari Viory, Kamis (24/09/2026).
Museum ini memiliki 35 galeri yang menampilkan lebih dari 1.300 karya, mulai dari penceritaan visual kuno dan seni Renaisans hingga komik, fotografi, seni jalanan, dan sinema.
Penggemar Star Wars dapat melihat seni konsep, kostum, serta properti dari waralaba tersebut, termasuk Landspeeder milik Luke Skywalker dan wujud fisik pertama Wheel Bike milik Jenderal Grievous.
Bangunan futuristik seluas 300.000 kaki persegi itu berada di Exposition Park dan dirancang arsitek asal Tiongkok, Ma Yansong dari firma MAD, bersama Stantec.
Bangunan berbentuk melengkung tersebut berdiri di tengah area kampus seluas 13 ekar yang dilengkapi taman dan ruang terbuka hijau.
“Menurut saya, ini adalah museum yang sangat unik karena kami menampilkan seni ilustrasi dan penceritaan. Jadi, setiap warga Los Angeles bisa datang dan melihat cerminan diri mereka terpampang di dinding-dinding museum ini,” ujar CEO museum, Tracey Bates.
Koleksi permanen museum mencakup lebih dari 40.000 karya yang ditempatkan untuk mempertemukan budaya populer dengan seni rupa dalam konteks seni naratif.







