Thursday, September 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mudik Lebaran: Perjalanan Pulang Penuh Makna dan Kebersamaan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
19 March 2026
in Nasional
Mudik Lebaran: Perjalanan Pulang Penuh Makna dan Kebersamaan

Metapos.id, Jakarta – Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi mudik kembali menjadi fenomena tahunan yang melibatkan jutaan masyarakat Indonesia. Para perantau berbondong-bondong meninggalkan kota tempat mereka bekerja untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan hari raya bersama keluarga.

Pada musim mudik Lebaran 2026, puncak arus kendaraan diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 atau sekitar tiga hari sebelum Idulfitri. Sebanyak 3,5 juta kendaraan diprediksi akan meninggalkan kawasan Jabodetabek menuju berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA

Hendri Satrio: Tekanan Publik Bisa Dorong Evaluasi Program MBG

Gaji PNS Berpotensi Pindah ke Himbara, Ini Dampaknya bagi BPD

Meski istilah mudik sudah sangat familiar di masyarakat, tidak banyak yang mengetahui asal-usulnya. Berdasarkan penelusuran Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui portal Indonesia Baik, kata mudik berasal dari ungkapan bahasa Jawa “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar.

Seiring waktu, istilah tersebut berkembang menjadi sebutan untuk kebiasaan pulang ke kampung halaman. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik diartikan sebagai perjalanan menuju daerah udik atau pedalaman, sekaligus aktivitas kembali ke kampung halaman.

Antropolog Universitas Gadjah Mada, Heddy Shri Ahimsa-Putra, menjelaskan bahwa istilah mudik juga berkaitan dengan kata “udik” dalam bahasa Melayu yang merujuk pada wilayah hulu sungai. Pada masa lalu, istilah ini digunakan untuk menggambarkan perjalanan dari wilayah hilir ke hulu.

Namun, seiring perkembangan zaman, makna mudik mengalami pergeseran. Istilah yang awalnya berkaitan dengan arah geografis kini lebih dikenal sebagai tradisi pulang kampung saat hari raya.

Tradisi ini semakin menguat seiring meningkatnya urbanisasi sejak dekade 1970-an, ketika banyak masyarakat desa merantau ke kota besar untuk mencari penghidupan.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Purnawan Basundoro, menyebut bahwa arus urbanisasi pada periode 1960-an hingga 1970-an membuat kota-kota besar, termasuk Jakarta, dipenuhi pendatang dari berbagai daerah.

Setiap menjelang hari raya, para perantau tersebut kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Kebiasaan ini pun terus berkembang dan mengakar sebagai tradisi tahunan.

Kini, mudik tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan pulang, tetapi juga menjadi simbol kuat nilai kekeluargaan, kebersamaan, serta ikatan emosional masyarakat Indonesia dengan kampung halamannya.

Tags: FenomenaHeddy Shri Ahimsa-PutraIdul Fitri 1447JelangKampung halamanKumpul keluargaLebaranmasyarakat IndonesiaMerayakanMudik
Previous Post

Idul Fitri 2026 Diputuskan: Arab Saudi dan Negara Teluk Lebaran 20 Maret

Next Post

“BGN Tantang Menu MBG: Enak, Bergizi, dan Tetap Rp10 Ribu!”

Related Posts

Hendri Satrio: Tekanan Publik Bisa Dorong Evaluasi Program MBG
Nasional

Hendri Satrio: Tekanan Publik Bisa Dorong Evaluasi Program MBG

16 September 2026
Gaji PNS Berpotensi Pindah ke Himbara, Ini Dampaknya bagi BPD
Nasional

Gaji PNS Berpotensi Pindah ke Himbara, Ini Dampaknya bagi BPD

16 September 2026
Prudential Syariah dan LAZ Al Azhar Bangun Musala
Nasional

Prudential Syariah dan LAZ Al Azhar Bangun Musala

16 September 2026
Kasus HGB Bogor, KPK Beberkan Peran Fahd A Rafiq
Nasional

Kasus HGB Bogor, KPK Beberkan Peran Fahd A Rafiq

16 September 2026
Catat dari Sekarang! 26 Hari Libur Siap Temani 2027
Nasional

Catat dari Sekarang! 26 Hari Libur Siap Temani 2027

16 September 2026
Kapal Virgo Transport 8 Tua, Sampai Usia Berapa Masih Boleh Berlayar?
Nasional

Kapal Virgo Transport 8 Tua, Sampai Usia Berapa Masih Boleh Berlayar?

16 September 2026
Next Post
“BGN Tantang Menu MBG: Enak, Bergizi, dan Tetap Rp10 Ribu!”

“BGN Tantang Menu MBG: Enak, Bergizi, dan Tetap Rp10 Ribu!”

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini