Saturday, August 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Meski Punya Sumber Gas Melimpah, Indonesia Masih Impor 5,5 Juta Ton Elpiji

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
22 December 2023
in Ekbis
Meski Punya Sumber Gas Melimpah, Indonesia Masih Impor 5,5 Juta Ton Elpiji

Jakarta,Metapos.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin tasrif mengatakan, Indonesia memiliki program efisiensi energi dengan memanfaatkan gas yang berlimpah.

Mirisnya, di tengah pasokan gas yang melmpah, Indonesia masih melakukan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) kurang lebih 5,5 juta ton per tahun.

BACA JUGA

Sri Mulyani Ditunjuk Kembali sebagai Penasihat Bank Dunia

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

“Elpiji kita masih impor lebih dari 5,5 juta ton per tahun dan trennya terus meningkat. Sementara kita memiliki gas yang masih berlebih yang kita ekspor,” ujar Arifin Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia, Jumat, 22 Desember.

Apalagi, kata dia, kecenderungan prouksi gas dalam negeri akan terus bertambah seiring dengan temuan sumber gas baru.

Tahun ini Arifin menyebut Indonesia melalui SKK Migas dan KKKS menemui beberapa discovery yang akan terus didorong agar produksinya dapat dipercepat dalam beberapa tahun ke depan.

“Gas inilah yang bisa gantikan LPG yang bisa masuk ke rumah tangga, restoran, hotel dan menggantikan LPG yang kita impor,” imbuh Arifin.

Selain dengan menambah cadangan gas, pemerintah saat ini gencar menekan impor elpiji dengan mendorong beberapa program antara lain gasifikasi batu bara yang dinilai dapat memangkas impor elpiji hingga 1 juta ton per tahun.

Kemudian pemerintah juga mendorong jaringan gas (jargas) rumah tangga.

Manfaat program jargas dapat membantu mengurangi impor LPG sebesar 83,5 juta kilogram per tahun dan menghemat biaya subsidi energi pemerintah sebesar Rp474 miliar per tahun dengan perhitungan per jumlah pelanggan jargas eksisting.

Terakhir, pembagian alat masak liostrik yang dinilai efektif mengurangi konsumsi elpiji sehingga dapat memangkas impor.

Tags: Impor LPGKementerian ESDMMetapos.id
Previous Post

Perum Damri Suplai 26 Unit Bus Listrik untuk Operasional Transjakarta

Next Post

Transisi Energi Butuh Bunga Kredit Murah

Related Posts

Sri Mulyani
Ekbis

Sri Mulyani Ditunjuk Kembali sebagai Penasihat Bank Dunia

7 August 2026
PLN
Ekbis

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

6 August 2026
Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC
Ekbis

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

6 August 2026
purbaya
Ekbis

Kemenkeu Ambil Alih Saham BUMN di Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

5 August 2026
Halal Indo 2026
Ekbis

Halal Indo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Nasional

5 August 2026
Malaysia
Ekbis

Malaysia Pimpin Daftar Negara Terbaik bagi Digital Nomad pada 2026

4 August 2026
Next Post
Transisi Energi Butuh Bunga Kredit Murah

Transisi Energi Butuh Bunga Kredit Murah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini