Sunday, May 3, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat Dinilai Tak akan Rugikan UMKM

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
20 February 2024
in Ekbis
Laba BTN Syariah Melesat di Atas 70 Persen

Jakarta ,Metapos.id – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo memastikan merger antara BTN Syariah dengan Bank Muamalat tidak akan merugikan UMKM.

Adapun pernyataan Kartika Wirjoatmodjo tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan apabila kedua bank tersebut digabungkan justru akan menguntungkan pengusaha besar dan merugikan UMKM.

BACA JUGA

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

Tiko sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa UMKM saat ini juga menjadi fokus utama Kementerian BUMN. Termasuk juga dengan penyaluran kredit pembiayaan pembelian rumah murah yakni kredit pemilikan rumah (KPR) syariah.

“Tentunya kita UMKM tetap menjadi fokus utama. Jadi, justru dengan bergabung, seandainya jadi bergabung, justru BTN ini kan jaringannya luas. Sehingga jangkauan kita untuk masuk ke UMKM, termasuk juga untuk memberikan KPR syariah bisa makin luas,” katanya ditemui di kawasan Ancol, ditulis Selasa, 20 Februari.

Lebih lanjut, Tiko juga bilang merger BTN Syariah dan Bank Muamalat ini juga harus disepakati dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Sekadar informasi, 82,65 persen saham mayoritas Bank Muamalat dikuasai oleh BPKH, sementara yang dikuasai masyarakat hanya 3,26 persen.

“Kami memberikan lampu hijau saja pada BTN untuk bernegosiasi dengan BPKH. Ya, jadi, tapi mengenai nanti kesepakatan antara BPKH dengan BTN, kami persilahkan secara B2B (business to businesss) saja,” jelasnya.

Kementerian BUMN Bakal Datangi MUI

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait rencana merger atau pengabungan PT Bank Tabungan (Negara) Syariah dengan Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan bahwa hingga saat ini rencana merger BTN Syariah dengan Bank Muamalat masih dalam proses pembahasan. Nantinya, MUI juga akan diajak bicara terkiat dengan prosesnya.

“Ini nanti pasti kita akan bicarakan ke MUI semua, proses-proses ini,” ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 19 Februari.

Menurut Arya, penggabungan BTN Syariah dan Bank Muamalat ini diharapan dapat juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

“Kita liat nanti bagaimana, ini kan aksi korporasi. Sesuai dengan kesepakatan pasti dia ngikuti perkembangan ekonominya aja,” ucapnya.

MUI Sebut Merger Cuma Untungkan Pengusaha Besar

Wakil Ketua Umum Majels Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan Anwar Abbas menolak rencana merger atau penggabungan Bank Muamalat Indonesia (BMI) dengan BTN Syariah.

Ia pun menyoroti porsi pembiayaan kepada UMKM dari Bank Muamalat dan BTN Syariah. Menurut dia, merger hanya akan menguntungkan pengusaha besar dan merugikan UMKM.

“Saya dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan merger tersebut karena hal demikian jelas akan sangat menguntungkan para pengusaha besar/pemilik kapital/konglomerat dan oligark dan hanya sedikit menguntungkan bagi UMKM,” ujar Anwar dalam keterangan yang diterima, Senin, 19 Februari.

Karena itu, Anwar mengaku ingin Bank Muamalat tetap bertahan dengan filosofinya sebagai bank milik umat dan untuk umat. Menurut dia, perbaikan Bank Muamalat juga bisa dilakukan tanpa harus adanya merger.

“Untuk itu saya ingin BMI (Bank Muamalat Indonesia) tetap bertahan dengan jati dirinya sebagai bank yang punya filosofi dan paradigma dari umat, bersama umat, milik umat dan untuk umat,” katanya.

Tags: Bank MuamalatBTNMetapos.id
Previous Post

BNI Siap Bangun Gedung di PIK 2

Next Post

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Prioritas Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Related Posts

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar
Ekbis

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

30 April 2026
Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026
Ekbis

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

30 April 2026
RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh
Ekbis

RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh

30 April 2026
Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis
Ekbis

Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis

29 April 2026
Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah  di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum
Ekbis

Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum

29 April 2026
Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026
Ekbis

Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026

27 April 2026
Next Post
OJK: Kinerja Industri Keuangan Non Bank per November 2022 Masih Dalam Kondisi Baik

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Prioritas Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini