Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menteri BUMN Optimistis Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh di Level 5 Persen hingga 2045

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
11 October 2022
in Ekbis
Erick Thohir Klaim Keuangan BUMN Semakin Sehat

Mentri BUMN Erick Thohir.

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bertahan di level 5 persen hingga 2045 mendatang. Hal ini karena didukung empat aspek yang dilakukan pemerintah.

Empat aspek yang dimaksud adalah hilirisasi sumber daya alam (SDA), sektor pangan dan perikanan, ekonomi digitalisasi hingga ekonomi dan keuangan syariah.

BACA JUGA

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

“Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen setiap tahun sampai 2045 adalah angka yang wajar. Tapi tidak mudah bahwa bagaimana dengan kondisi dunia yang terombang-ambing justru kita punya potensi yang terus tumbuh,” katanya dikutip dari Instagram resminya @erickthohir, Senin, 10 Oktober.

“Kalau kita fokus kepada empat pertumbuhan ekonomi yang kita bisa dorong bersama-sama,” sambungnya.

Terkait hilirisasi sumber daya alam, kata Erick, bahan baku atau raw material akan diprioritaskan untuk industri dalam negeri. Dengan begitu, Erick meyakini ekspor bahan baku mentah bisa ditekan pemerintah.

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahan baku dalam negeri yang diekspor ke luar negeri untuk industri asing, hanya mendorong pertumbuhan ekonomi negara lain. Karena itu, kata Erick, sudah saatnya Indonesia melakukan hilirisasi bahan baku SDA.

“Satu bagaimana sekarang kita harus memastikan sumber daya alam kita dapat di hilirisasi dan di industrialisasi di Indonesia kita sudah waktunya bahwa sumber daya kita raw material kita tidak boleh dikirim mentah-mentah seperti yang dahulu,” tegasnya.

Pada sektor pangan, kata Erick, pemerintah berupaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Dengan potensi SDA yang dimiliki Indonesia sangat memungkinkan ambisi pemerintah bisa terwujud.

“Pertumbuhan lain yang kita harapkan bagaimana kita menjadi lumbung pangan dunia. Kelautan kita merupakan ekonomi yang hari ini masih belum mencapai potensinya,” ucapnya.

Sementara pada sektor ekonomi digital, Erick mengatakan ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai Rp4.500 triliun pada 2030. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

“Ketiga digitalisasi ekonomi. Ekonomi digital kita tahun 2030 akan mencapai Rp4.500 triliun. Angka yang luar biasa, ini potensi yang merupakan terbesar di Asia Tenggara untuk digital ekonominya 40 persen,” jelasnya.

Terakhir, adalah ekonomi dan keuangan syariah. Erick meyakini sektor ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah untuk mendorong ekonomi syariah agar tumbuh dan berkembang, bahkan menjadi pemain utama global.

“Jika salat tiang agama, maka ekonomi syariah adalah salah satu tiang pertumbuhan negara kita. Sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, sudah waktunya ekonomi syariah bangsa kita memimpin paling depan,” tuturnya.

Tags: Erick TohirMenteri BUMNMetapos.id
Previous Post

Optimisme terhadap Ekonomi Anjlok Tepat di Bulan Kenaikan BBM

Next Post

Pemerintah Belum Mau Turunkan Harga Solar dan Pertalite, Ini Alasannya

Related Posts

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.
Ekbis

Staffinc Siapkan Solusi Tenaga Kerja untuk 2027

27 October 2026
Next Post
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

Pemerintah Belum Mau Turunkan Harga Solar dan Pertalite, Ini Alasannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini