Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menteri BUMN Optimistis Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh di Level 5 Persen hingga 2045

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
11 October 2022
in Ekbis
Erick Thohir Klaim Keuangan BUMN Semakin Sehat

Mentri BUMN Erick Thohir.

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bertahan di level 5 persen hingga 2045 mendatang. Hal ini karena didukung empat aspek yang dilakukan pemerintah.

Empat aspek yang dimaksud adalah hilirisasi sumber daya alam (SDA), sektor pangan dan perikanan, ekonomi digitalisasi hingga ekonomi dan keuangan syariah.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen setiap tahun sampai 2045 adalah angka yang wajar. Tapi tidak mudah bahwa bagaimana dengan kondisi dunia yang terombang-ambing justru kita punya potensi yang terus tumbuh,” katanya dikutip dari Instagram resminya @erickthohir, Senin, 10 Oktober.

“Kalau kita fokus kepada empat pertumbuhan ekonomi yang kita bisa dorong bersama-sama,” sambungnya.

Terkait hilirisasi sumber daya alam, kata Erick, bahan baku atau raw material akan diprioritaskan untuk industri dalam negeri. Dengan begitu, Erick meyakini ekspor bahan baku mentah bisa ditekan pemerintah.

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahan baku dalam negeri yang diekspor ke luar negeri untuk industri asing, hanya mendorong pertumbuhan ekonomi negara lain. Karena itu, kata Erick, sudah saatnya Indonesia melakukan hilirisasi bahan baku SDA.

“Satu bagaimana sekarang kita harus memastikan sumber daya alam kita dapat di hilirisasi dan di industrialisasi di Indonesia kita sudah waktunya bahwa sumber daya kita raw material kita tidak boleh dikirim mentah-mentah seperti yang dahulu,” tegasnya.

Pada sektor pangan, kata Erick, pemerintah berupaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Dengan potensi SDA yang dimiliki Indonesia sangat memungkinkan ambisi pemerintah bisa terwujud.

“Pertumbuhan lain yang kita harapkan bagaimana kita menjadi lumbung pangan dunia. Kelautan kita merupakan ekonomi yang hari ini masih belum mencapai potensinya,” ucapnya.

Sementara pada sektor ekonomi digital, Erick mengatakan ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai Rp4.500 triliun pada 2030. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

“Ketiga digitalisasi ekonomi. Ekonomi digital kita tahun 2030 akan mencapai Rp4.500 triliun. Angka yang luar biasa, ini potensi yang merupakan terbesar di Asia Tenggara untuk digital ekonominya 40 persen,” jelasnya.

Terakhir, adalah ekonomi dan keuangan syariah. Erick meyakini sektor ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah untuk mendorong ekonomi syariah agar tumbuh dan berkembang, bahkan menjadi pemain utama global.

“Jika salat tiang agama, maka ekonomi syariah adalah salah satu tiang pertumbuhan negara kita. Sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, sudah waktunya ekonomi syariah bangsa kita memimpin paling depan,” tuturnya.

Tags: Erick TohirMenteri BUMNMetapos.id
Previous Post

Optimisme terhadap Ekonomi Anjlok Tepat di Bulan Kenaikan BBM

Next Post

Pemerintah Belum Mau Turunkan Harga Solar dan Pertalite, Ini Alasannya

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

Pemerintah Belum Mau Turunkan Harga Solar dan Pertalite, Ini Alasannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini