Wednesday, September 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menkop Teten Ungkap Tiga Biang Kerok Startup RI Sulit Bersaing di Pasar Global

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
18 September 2024
in Ekbis
Percepat IPO UMKM, Menkop Teten Masduki MoU dengan BEI

Jakarta , Metapos.id – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, peluang startup dalam negeri untuk bersaing di pasar global sangat terbuka lebar.

Namun demikian, hingga saat ini peluang startup untuk mencapai hal tersebut masih terkendala tiga hal. Pertama, soal akses ke pasar global, yang mana startup nasional harus memiliki pemahaman mendalam tentang pasar internasional. Termasuk regulasi, budaya bisnis dan preferensi konsumen di negara-negara target.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

Kedua, terkait kapasitas dan skalabilitas yang mengharuskan startup wajib membangun kapasitas dan strategi untuk melakukan ekspansi, baik dari sisi teknologi, sumber daya manusia maupun modal.

Ketiga, mengenai kolaborasi dan jaringan internasional, yang mana startup mutlak harus mampu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak di luar negeri, baik itu pemerintah, lembaga riset maupun korporasi global.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi startup Indonesia melalui berbagai program strategis. Namun, kami menyadari bahwa upaya ini tidak dapat dilakukan sendirian,” kata Teten dalam keterangan resminya, ditulis Rabu, 18 September.

Teten menyebut, saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekosistem startup yang paling dinamis di dunia. Dari sisi jumlah startup, terdapat lebih dari 2.600 startup yang aktif. Hal ini sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat ke-6 dunia dengan jumlah startup terbanyak.

Untuk mengakselerasi pertumbuhan startup tersebut, Teten bilang, diperlukan dukungan dan kolaborasi dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia dan berbagai lembaga pendidikan dalam membangun kapasitas sumber daya manusia serta menciptakan inovasi berdaya saing.

“Kami lihat di banyak negara bahwa ekosistem mereka (startup) sangat terbuka bagi kami untuk memanfaatkannya. Kami sudah kerja sama dengan DBS Singapura, Australia, Belanda, Korea Selatan dan lainnya untuk mendorong lebih banyak startup Indonesia go internasional,” ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya telah membuka komunikasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk komersialisasi hasil riset dari para akademisi atau profesional. Hal ini dapat menjadi peluang bagi startup-startup untuk dapat melanjutkan hasil riset tersebut menjadi produk yang siap dipasarkan.

“Jadi, para startup harus paham dulu bahwa bisnis yang mau dijalankan apa. Sehingga, teknologi digitalnya harus mengikuti bisnisnya, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Adapun hingga September 2024, Kemenkop UKM telah berhasil melakukan pendampingan akselerasi dan inkubasi kepada 713 startup. Selain itu, Kemenkop UKM juga telah menjalankan program Startup Go Global yang melibatkan 7 lembaga inkubator dan 11 startup yang diikutsertakan dalam short course dan study visit ke Belanda dan Australia.

Tags: Menkop tetenMenkop UKMMetapos.id
Previous Post

Petrindo Jaya Kreasi Dapat Pinjaman Rp700 Miliar dari Bank Mandiri

Next Post

Resmikan Mandiri Digital Tower, Erick Thohir Tekankan Pentingnya Cyber Security

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
Resmikan Mandiri Digital Tower, Erick Thohir Tekankan Pentingnya Cyber Security

Resmikan Mandiri Digital Tower, Erick Thohir Tekankan Pentingnya Cyber Security

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini