Saturday, August 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menkeu Sri Mulyani Bantah Daya Beli Masyarakat Melemah

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 October 2024
in Ekbis
Sri Mulyani: Eselon I Kementerian Keuangan Harus Mengajar di STAN

Jakarta, Metapos.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait dugaan daya beli masyarakat melemah. Dia bilang, terdapat banyak studi yang menunjukkan indikator yang paling sering, seperti consumer confidence index atau indeks kepercayaan konsumer, tapi hal itu kemungkinan basisnya di perkotaan.

“Apakah indeks kepercayaan konsumen, consumer confidence, atau indeks retail, atau indeks purchasing mereka, pembelian mereka, kita melihat masih pada level yang stabil dan tinggi. Artinya tidak ada koreksi yang tajam tiba-tiba menurun tajam,” ungkap Sri Mulyani kepada wartawan, Jumat, 4 Oktober.

BACA JUGA

BNI Sekuritas Ajak Masyarakat Mulai Investasi di WondrX 2026

Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket

Menurutnya, kelompok masyarakat yang didata atau direkam melalui indeks kepercayaan konsumer (IKK), termasuk dari sisi retail, masih menunjukkan adanya aktivitas yang cukup konstan atau stabil.

Sri Mulyani menjelaskan, jika melihat persepsi mengenai daya beli kelas menengah, maka tren kelompok tersebut harus didata dan saat ini, terdapat sebagian kelas menengah yang turun ke kelompok rentan.

Meski demikian, terdapat kelompok miskin yang naik kelas dan masuk kepada kelompok yang menjadi aspiring middle class.

“Jadi dalam hal ini kita melihat adanya dua indikator, yang miskin naik, tapi yang kelas menengah turun. Penurunan kelas menengah biasanya karena inflasi. Dengan inflasi tinggi, maka garis kemiskinan naik, mereka tiba-tiba akan jatuh ke bawah,” ujarnya.

Lebih lanjut, bendahara negara ini menambahkan, pemerintah telah mendengar kondisi PHK saat ini dan telah terjadi PHK di satu tempat, di sisi lain ada job creation.

Berdasarkan data statistik, 11 juta lebih dalam 3 tahun terakhir, angkatan kerja baru atau lapangan kerja baru terbuka.

Sri Mulyani menekankan, semua aspek harus dinilai secara keseluruhan.

Dia kemudian mencontohkan saat ini banyak investasi asing di sektor hilirisasi, kemungkinan terdapat lapangan kerjanya di area tersebut dan kondisi tersebut bisa berbeda di industri labor intensive seperti alas kaki, tekstil, garmen, yang dulu memang menjadi area penciptaan kesempatan kerja.

“Another thing adalah juga munculnya kesempatan kerja baru karena sektor digital. Seperti Gojek dan yang lain-lain, itu muncul sebagai suatu phenomenal reason. Jadi kita harus melihat ekonomi Indonesia mengalami perubahan, karena adanya berbagai faktor,” tuturnya.

Sri Mulyani menyampaikan terlepas dari hal tersebut entah karena teknologi atau perubahan struktur ekonomi, kelompok paling rentan tetap harus mendapatkan perhatian.

“Kita akan terus memperhatikan agar masyarakat yang paling rentan mendapatkan dukungan, apakah itu dalam bentuk bantuan sosial atau pelatihan, dan di sisi lain memperbaiki iklim investasi sehingga muncul lapangan kerja baru,” ungkapnya.

Tags: Menkeu Sri MulyaniMetapos.id
Previous Post

Pemda Nakal Mainkan Data Inflasi Daerah Harus Disanksi

Next Post

Jababeka Mulai Tawarkan Bizpark di Cikarang

Related Posts

BNI Sekuritas mengajak masyarakat belajar investasi melalui WondrX 2026, sekaligus memperkuat literasi pasar modal bagi investor pemula.
Ekbis

BNI Sekuritas Ajak Masyarakat Mulai Investasi di WondrX 2026

22 August 2026
Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket
Ekbis

Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, BNI Tebar Diskon Tiket

21 August 2026
PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama
Ekbis

PEFINDO Angkat Ignatius Girendroheru Jadi Direktur Utama

21 August 2026
MEGA SHOW Hong Kong 2026
Ekbis

Ribuan Eksibitor Ramaikan MEGA SHOW Hong Kong 2026

20 August 2026
Festival Petrokimia Gresik Buktikan Budidaya Berbasis Teknologi Tingkatkan Panen Cabai
Ekbis

Festival Petrokimia Gresik Buktikan Budidaya Berbasis Teknologi Tingkatkan Panen Cabai

19 August 2026
Bank Mandiri Taspen menggandeng ITB membangun fasilitas budidaya unggas dan magot di Bandung Barat untuk mendorong ekonomi sirkular dan kemandirian pensiunan.
Ekbis

Bank Mandiri Taspen dan ITB Bangun Ekonomi Sirkular dari Sampah Organik

18 August 2026
Next Post
Jababeka Mulai Tawarkan Bizpark di Cikarang

Jababeka Mulai Tawarkan Bizpark di Cikarang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini