Metapos.id, Jakarta – Kota London kembali bersinar menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Puluhan ribu lampu LED menerangi kawasan pusat kota, menandai dimulainya ibadah puasa bagi umat Muslim di Inggris, sekaligus menghadirkan pesan kuat tentang persatuan, harapan, dan keberagaman dalam kehidupan masyarakat urban.
Wali Kota London, Sadiq Khan, meresmikan penyalaan lampu Ramadan tersebut sebagai simbol kebersamaan lintas budaya dan agama. Ia menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum refleksi kolektif untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat London yang multikultural.
Kawasan West End London menjadi pusat perayaan dengan dihias 30.000 lampu LED yang menerangi jalan-jalan utama kota untuk tahun keempat berturut-turut. Instalasi cahaya ini tidak hanya mempercantik ruang publik, tetapi juga merepresentasikan kehidupan budaya, kuliner, serta dinamika komunitas Muslim selama bulan Ramadan. Sejak pertama kali digelar pada 2023, tradisi ini terus berkembang baik dari sisi konsep maupun skala pelaksanaannya.
Pengurus Aziz Foundation, Rahima Aziz BEM, menyebut bahwa instalasi lampu Ramadan kini telah menjadi simbol spiritual yang hadir langsung di ruang-ruang publik kota. Pada Ramadan tahun ini, yayasan tersebut turut menyelenggarakan pameran seni lintas agama bertajuk “Shared Light” di ruang bawah tanah Zedwell Hotel, dengan menampilkan karya 20 seniman dari berbagai wilayah di Inggris.
Pameran ini mengangkat nilai-nilai universal yang terkandung dalam Ramadan, seperti cinta kasih, perdamaian, kedermawanan, dan harapan. Selain itu, masyarakat juga difasilitasi dengan peta digital interaktif yang memuat informasi restoran halal, tempat ramah vegetarian, serta titik-titik ruang salat, guna memudahkan perencanaan aktivitas berbuka puasa.
Tradisi lampu Ramadan tersebut menjadikan London sebagai kota metropolitan pertama di Eropa yang secara terbuka menghadirkan simbol Ramadan di ruang publik pusat kota. Kini, perayaan ini telah menjadi bagian dari kalender budaya London, berdampingan dengan perayaan besar lainnya seperti Hanukkah dan Diwali.
Tulisan “Selamat Ramadan” akan menyala setiap malam mulai pukul 17.00 hingga 05.00 waktu setempat, dan setelah bulan suci berakhir, akan berganti menjadi “Selamat Idul Fitri” sebagai penanda Hari Raya. Cahaya Ramadan ini menegaskan citra London sebagai kota yang inklusif, terbuka, dan menghormati keberagaman budaya serta keyakinan warganya.













