Metapos.id, Jakarta – Kunyit selama ini lebih dikenal sebagai bumbu pelengkap masakan. Namun, rempah yang masih satu keluarga dengan jahe tersebut juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan sehingga telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional di berbagai belahan dunia.
Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan ini membuat banyak pakar gizi menilai kunyit bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan otak, jantung, hingga saluran pencernaan.
Dikutip dari Real Simple, kurkumin dinilai berperan dalam mendukung berbagai fungsi penting tubuh sehingga menjadi salah satu senyawa alami yang banyak diteliti.
Pada kesehatan otak, kurkumin diketahui mampu meningkatkan kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Protein tersebut berfungsi mendukung kemampuan belajar, pembentukan memori, dan menjaga kinerja sel-sel saraf.
Ahli gizi Johannah Katz menjelaskan bahwa kurkumin juga berpotensi memengaruhi protein amiloid dan tau. Kedua protein itu diketahui berkaitan erat dengan proses yang memicu berkembangnya penyakit Alzheimer.
Di sisi lain, kurkumin turut memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Sifat antioksidan dan antiinflamasinya membantu mengurangi pembentukan plak di pembuluh darah serta menekan stres pada sistem vaskular.
Manfaat kurkumin juga meluas hingga sistem pencernaan. Konsultan nutrisi Live Conscious, Amy Davis, menyebut sejumlah penelitian menemukan bahwa senyawa tersebut dapat membantu memperkuat lapisan pelindung usus.
Menurut Amy, kurkumin mendukung produksi lendir alami sekaligus menjaga protein yang berfungsi merekatkan sel-sel usus. Dengan begitu, lapisan pelindung usus tetap terjaga sehingga proses pencernaan dapat berlangsung lebih optimal.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi kunyit sebaiknya menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Rempah ini tidak dapat menggantikan pengobatan medis, terutama bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.






