Metapos.id, Jakarta – Agensi aktor Ha Young mengonfirmasi catatan sejarah buyutnya yang disebut pernah menjadi anggota organisasi pro-Jepang pada era kolonial Korea.
Konfirmasi tersebut disampaikan sehari setelah agensi Bistrus Entertainment sempat membantah tudingan itu. Ha Young diketahui lahir dengan nama An Ha-young dan memiliki buyut bernama An Sang-ho.
“Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kami mengonfirmasi bahwa catatan mengenai buyutnya, An Sang-ho, yang tercatat sebagai anggota dewan Daejong Chinmokhoe pada 1916 memang ada,” kata Bistrus Entertainment, Selasa (11/08/2026).
Daejong Chinmokhoe atau Taisho Friendship Association merupakan organisasi yang dibentuk di Seoul pada 1916 dan dikenal sebagai kelompok pro-Jepang. Nama organisasi tersebut merujuk pada era pemerintahan Kaisar Jepang saat itu.
Kontroversi bermula ketika Ha Young tampil dalam program televisi “Problem Child in House”. Dalam acara tersebut, ia menceritakan keluarganya yang memiliki empat generasi dokter.
Ha Young menyebut buyutnya pernah belajar kedokteran Barat di Jepang, membuka salah satu klinik Barat pertama di Seoul, serta merawat Kaisar Gojong.
Setelah penampilannya tersebut, sejumlah penonton mengidentifikasi buyut Ha Young sebagai An Sang-ho dan menemukan catatan mengenai aktivitasnya pada masa kolonial Jepang. Agensi kemudian mengakui keberadaan catatan tersebut setelah sebelumnya menyatakan tudingan itu tidak berdasar.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas kebingungan yang kami timbulkan karena terburu-buru menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar tanpa melakukan verifikasi yang cukup,” ujar agensi.
Kontroversi itu turut berdampak pada agenda promosi serial Netflix “Our Sticky Love” yang dibintangi Ha Young dan Jung Hae-in. Wawancara Ha Young yang dijadwalkan Jumat dibatalkan setelah muncul reaksi publik terkait riwayat keluarganya.
Agensi mengatakan Ha Young menyadari kekhawatiran yang ditimbulkan dan akan bersikap lebih hati-hati serta rendah hati ke depannya.







