Tuesday, August 11, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Dari Tukang Bangunan hingga Dipercaya Febrie, Ini Sosok Sutrimo

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
11 August 2026
in News
Dari Tukang Bangunan hingga Dipercaya Febrie, Ini Sosok Sutrimo

Metapos.id, Jakarta – Keluarga Sutrimo mengungkap perjalanan pekerjaan pria asal Banyumas tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia di Jakarta Selatan. Sutrimo diketahui telah bekerja cukup lama dengan mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Informasi tersebut disampaikan melalui kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni. Meski demikian, keluarga tidak mengetahui secara pasti posisi atau jabatan yang dijalankan Sutrimo selama bekerja untuk Febrie.

BACA JUGA

Stasiun Manggarai Layani 162 Ribu Pergerakan per Hari, Jadi Pusat Integrasi Transportasi Jakarta

Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

Menurut Aan, Sutrimo pada awalnya bekerja sebagai tukang bangunan. Ia pernah terlibat dalam pembangunan rumah milik Febrie Adriansyah.

Setelah pekerjaan pembangunan selesai, hubungan kerja Sutrimo dengan Febrie berlanjut. Sutrimo kemudian dipercaya menangani sejumlah pekerjaan lain, termasuk berbagai keperluan rumah tangga.

“Pak Sutrimo itu memang pekerjaan dulunya awalnya adalah tukang. Setahu keluarga Pak Sutrimo ini ya bangun rumah Pak Febrie,” kata Aan.

Aan menjelaskan, pekerjaan Sutrimo tidak memiliki satu tugas khusus. Selain mengerjakan proyek, ia juga kerap diminta mengurus rumah milik Febrie serta sejumlah kebutuhan sehari-hari.

“Sehari-hari pekerjaan Pak Sutrimo itu macam-macam. Kadang kala disuruh ngerjain proyek. Kalau tidak keluar, ya Pak Sutrimo di rumah ngurusin rumah-rumahnya Pak Febrie,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Hubungan kerja tersebut disebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Sutrimo memang sempat tidak bekerja bersama Febrie selama beberapa tahun karena beralih ke pekerjaan lain.

Namun, setelah itu Sutrimo kembali bekerja dengan Febrie. Menurut keluarga, hubungan keduanya juga mencakup perhatian terhadap kondisi kesehatan Sutrimo.

Saat Sutrimo sakit, biaya pengobatannya disebut pernah dibantu. Bantuan tersebut juga disebut tetap diberikan ketika pandemi Covid-19 berlangsung.

Kendati demikian, keluarga Sutrimo ternyata tidak pernah bertemu secara langsung dengan Febrie. Mereka juga tidak memiliki komunikasi pribadi dengan mantan pejabat Kejaksaan Agung tersebut.

Keluarga hanya mengetahui bahwa Sutrimo bekerja dengan Febrie yang dikenal sebagai seorang jaksa.

“Orang desa ya, pokoknya tahunya ikut Pak Febrie, jaksa,” ujar Aan.

Sutrimo sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mulut berbusa di depan sebuah klinik kecantikan di wilayah Jakarta Selatan.

Kematian tersebut kemudian menimbulkan sejumlah pertanyaan dari pihak keluarga. Mereka mempertanyakan beberapa hal, termasuk dokumen rumah sakit, kondisi jenazah, serta keberadaan telepon seluler dan barang pribadi milik Sutrimo.

Atas sejumlah kejanggalan tersebut, keluarga melaporkan dugaan kematian tidak wajar Sutrimo kepada polisi di Banyumas. Penanganan laporan kemudian diteruskan kepada Polda Metro Jaya.

Untuk mendalami penyebab kematian, polisi akan melakukan ekshumasi terhadap makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Ekshumasi dilakukan dengan menggali kembali makam untuk mengangkat jenazah. Proses tersebut dapat menjadi bagian dari penyelidikan guna memperoleh bukti tambahan terkait penyebab kematian.

Sebelum ditemukan meninggal dunia di Jakarta, Sutrimo diketahui sempat kembali ke kampung halamannya di Banyumas.

Ia kemudian disebut telah memperoleh tiket untuk kembali ke Jakarta. Dalam perjalanan menuju ibu kota, Sutrimo diduga tidak bepergian seorang diri karena disebut mendapat pendampingan dari dua orang.

Tags: BanyumasFebrie AdriansyahKejaksaan agungKematian SutrimoMetapos.idSutrimo
Previous Post

Ha Young Terseret Riwayat Keluarga, Agensi Benarkan Catatan Buyutnya pada Masa Pendudukan Jepang

Next Post

Wacana Reshuffle Kabinet, Gerindra Tanggapi Usulan PKS Rekrut Profesional

Related Posts

Stasiun Manggarai Layani 162 Ribu Pergerakan per Hari, Jadi Pusat Integrasi Transportasi Jakarta
News

Stasiun Manggarai Layani 162 Ribu Pergerakan per Hari, Jadi Pusat Integrasi Transportasi Jakarta

11 August 2026
Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut
News

Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

10 August 2026
Gerhana Matahari Total
News

Gerhana Matahari Total Segera Terjadi, Indonesia Tak Bisa Menyaksikannya Langsung

10 August 2026
Gempa M2,6 Terjadi di Blitar, Pusat Gempa 151 Km Barat Daya
News

Gempa M2,6 Terjadi di Blitar, Pusat Gempa 151 Km Barat Daya

9 August 2026
Menuju JIS Makin Mudah, Pramono Tambah Peron KRL dan Siapkan Parkir Ancol
News

Menuju JIS Makin Mudah, Pramono Tambah Peron KRL dan Siapkan Parkir Ancol

9 August 2026
Api Meluas di Kaldera, Wisata Gunung Bromo Resmi Ditutup Total
News

Api Meluas di Kaldera, Wisata Gunung Bromo Resmi Ditutup Total

9 August 2026
Next Post
Wacana Reshuffle Kabinet, Gerindra Tanggapi Usulan PKS Rekrut Profesional

Wacana Reshuffle Kabinet, Gerindra Tanggapi Usulan PKS Rekrut Profesional

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini