Tuesday, August 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kritik DPR: Pendidikan Bintara Polri Hanya 5 Bulan Dinilai Tak Cukup

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
3 April 2026
in Nasional
Kritik DPR: Pendidikan Bintara Polri Hanya 5 Bulan Dinilai Tak Cukup

Metapos.id, Jakarta — DPR menyoroti sistem pendidikan di lingkungan Polri dalam rapat bersama pejabat pendidikan kepolisian.

Dalam rapat tersebut, anggota dewan menyampaikan berbagai kritik. Mereka menilai sistem saat ini belum membentuk polisi yang siap turun ke lapangan.

BACA JUGA

Tak Kenal Jarak, ASABRI Kunjungi Pensiunan di Perbatasan Indonesia-Filipina

Cerita Neeltje Deliana Jalankan Tugas sebagai Pembawa Baki di Istana Merdeka

Salah satu kritik datang dari mantan Wakapolri, Adang Daradjatun. Ia mempertanyakan durasi pendidikan Bintara yang hanya berlangsung lima bulan.

Menurutnya, waktu itu terlalu singkat. Akibatnya, lulusan dinilai belum memiliki kemampuan yang memadai.

Bahkan, ia menyebut polisi hanya menguasai dasar seperti hormat, baris, dan lari. Oleh karena itu, ia mendorong Polri memperpanjang masa pendidikan.

Selain itu, ia juga meminta penambahan anggaran. Tujuannya agar kualitas pelatihan bisa meningkat secara signifikan.

Ia menegaskan Bintara merupakan tulang punggung Polri. Karena itu, pendidikan mereka harus lebih serius dan mendalam.

Di sisi lain, DPR juga menyoroti kualitas pendidikan lanjutan. Mereka menilai banyak anggota belum memahami proses penyidikan dengan baik.

Sementara itu, anggota DPR Safaruddin mengangkat isu berbeda. Ia menyoroti dugaan adanya taruna Akpol “titipan”.

Menurutnya, praktik tersebut membuka celah bagi calon bermasalah untuk masuk. Dugaan ini muncul karena masih ada kasus kekerasan di lingkungan pendidikan polisi.

Karena itu, ia meminta Polri melakukan evaluasi menyeluruh. Dengan begitu, proses rekrutmen dan pendidikan bisa lebih transparan serta akuntabel.

Tags: Adang DaradjatunDPR RIKepolisianKrtikLapanganlima bulan.Metapos.idPendidikan
Previous Post

Sistem Rantai Dingin Disarankan Ahli untuk Dukung Program MBG

Next Post

Penghormatan UNIFIL untuk Prajurit TNI Gugur, Dunia Hormati Pengabdian di Lebanon

Related Posts

ASABRI layani pensiunan di perbatasan
Nasional

Tak Kenal Jarak, ASABRI Kunjungi Pensiunan di Perbatasan Indonesia-Filipina

18 August 2026
Neeltje Deliana Paskibraka Papua
Nasional

Cerita Neeltje Deliana Jalankan Tugas sebagai Pembawa Baki di Istana Merdeka

18 August 2026
Ilustrasi Work From Home (WFH)
Nasional

Pekerja Swasta di Jakarta Boleh WFH Hari Ini, Berikut Ketentuannya

18 August 2026
Bromo Masih Dipantau, Kemenhut Cegah Bara Api Kembali Menyala
Nasional

Bromo Masih Dipantau, Kemenhut Cegah Bara Api Kembali Menyala

18 August 2026
81 Tahun Indonesia Merdeka, Begini Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945
Nasional

Dari Mesir hingga Yaman, Ini 8 Negara Awal yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

17 August 2026
81 Tahun Indonesia Merdeka, Begini Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945
Nasional

81 Tahun Indonesia Merdeka, Begini Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945

17 August 2026
Next Post
Penghormatan UNIFIL untuk Prajurit TNI Gugur, Dunia Hormati Pengabdian di Lebanon

Penghormatan UNIFIL untuk Prajurit TNI Gugur, Dunia Hormati Pengabdian di Lebanon

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini