Wednesday, October 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Krisis Air Mengancam, Gelombang Panas Panggang Italia hingga 45 Derajat

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
15 July 2026
in Internasional
Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Pelatih Spanyol Klaim Timnya Terbaik di Dunia

Metapos.id, Jakarta – Italia tengah menghadapi fase paling intens dari gelombang panas ketiga sepanjang 2026. Suhu di wilayah pedalaman Sardinia diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius pada pekan ini, sementara sebagian besar wilayah tengah dan selatan mengalami suhu antara 39 hingga 41 derajat Celsius.  

Otoritas setempat telah memperluas status siaga darurat seiring meningkatnya ancaman cuaca ekstrem. Jumlah kota yang masuk kategori siaga merah juga terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.  

BACA JUGA

Singapura Aktifkan Subsidi Pengobatan Imbas Kabut Asap Karhutla

Pertahanan Canggih Saudi Kewalahan Hadapi Serangan Houthi

Ahli meteorologi Federico Brescia menyebut fenomena kali ini sebagai kondisi yang “luar biasa”. Ia menjelaskan panas ekstrem bahkan mendorong batas titik beku di atmosfer hingga melampaui ketinggian 5.000 meter.  

Kota Florence masih berada dalam status siaga merah sejak pekan lalu dengan suhu harian berkisar 37 hingga 39 derajat Celsius. Bologna, Roma, Frosinone, Brescia, dan Turin juga diperkirakan masuk dalam kategori risiko tertinggi.  

Dampak cuaca ekstrem mulai dirasakan di wilayah utara Italia, terutama Piedmont. Kekeringan berkepanjangan memicu krisis air bersih sehingga pemerintah daerah meminta tambahan pasokan air dari wilayah tetangga dan Swiss.  

Sekitar 100 munisipalitas di Piedmont telah membatasi penggunaan air minum. Di beberapa daerah pegunungan, warga kini bergantung pada distribusi air menggunakan truk tangki.  

Gelombang panas juga memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pekerja. Kurir dari platform Glovo dan Deliveroo di Florence berencana melakukan aksi mogok sebagai protes terhadap kondisi kerja di tengah suhu ekstrem.  

Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pemerintah daerah mulai melarang aktivitas kerja di luar ruangan pada jam-jam terpanas. Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi masyarakat sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat gelombang panas yang terus meningkat.  

Tags: Cuaca ekstremEropagelombang panasHeadlineItaliaMetapos.idSardiniasuhu 45 derajat
Previous Post

Rayakan 26 Tahun, Hukumonline Dorong Transformasi Layanan Hukum Berbasis AI

Next Post

Bandara Husein Bandung Siap Beroperasi, Tambah Rute Lampung dan Palembang

Related Posts

Singapura Aktifkan Subsidi Pengobatan Imbas Kabut Asap Karhutla
Internasional

Singapura Aktifkan Subsidi Pengobatan Imbas Kabut Asap Karhutla

13 October 2026
Serangan Houthi menghantam sejumlah bandara Arab Saudi meski negara itu memiliki sistem Patriot dan THAAD. Pakar menyoroti sejumlah faktor penyebabnya.
Internasional

Pertahanan Canggih Saudi Kewalahan Hadapi Serangan Houthi

13 October 2026
Menlu Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahaya lingkungan akibat serangan AS-Israel terhadap fasilitas energi, termasuk risiko pencemaran udara, tanah, dan air.
Internasional

Kebakaran Kilang Iran Picu Kekhawatiran Pencemaran Berbahaya

13 October 2026
Iran mengancam menargetkan pusat data, fasilitas AI, dan kabel komunikasi terkait AS di kawasan Teluk jika konflik dengan Washington kembali memanas.
Internasional

Iran Siapkan Target Baru Jika Perang dengan AS Berlanjut

13 October 2026
Atlantik dan Pasifik Bakal Bernama Samudra Trump?
Internasional

Atlantik dan Pasifik Bakal Bernama Samudra Trump?

13 October 2026
Sejarah Konflik Houthi dan Arab Saudi, Bermula dari Yaman
Internasional

Sejarah Konflik Houthi dan Arab Saudi, Bermula dari Yaman

12 October 2026
Next Post
Kisah Pilu Daveigh Chase, dari Tunawisma hingga Tinggalkan Warisan Rp7,2 Miliar

Bandara Husein Bandung Siap Beroperasi, Tambah Rute Lampung dan Palembang

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini