Metapos.id, Jakarta – Korea Selatan berencana menarik lebih banyak personel kedutaan dari Ukraina menyusul perselisihan terkait tawanan perang asal Korea Utara. Seoul menilai tanggapan Kyiv atas persoalan tersebut belum memadai meski komunikasi telah dilakukan melalui berbagai saluran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Park Doo Soon, mengatakan pemerintahnya telah menyampaikan posisi resmi kepada Ukraina, tetapi belum menerima tanggapan yang sesuai harapan.
Awal Oktober 2026, Korea Selatan telah menarik duta besarnya dari Kyiv setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa Ukraina telah menyerahkan dua tentara Korea Utara yang ditangkap kepada Seoul.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan Korea Selatan karena operasi itu seharusnya dirahasiakan untuk melindungi keluarga kedua tentara tersebut yang masih berada di Korea Utara.
“Langkah ini diambil karena kami menilai perlu untuk memfasilitasi penyelesaian masalah secara damai dan memulihkan kepercayaan antara kedua negara,” kata Park Doo Soon, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026).
Meski menarik lebih banyak personel, Korea Selatan akan tetap mempertahankan seorang Kuasa Usaha di Kyiv untuk menjaga komunikasi diplomatik. Seluruh staf konsuler yang bertugas melindungi warga negara Korea Selatan di Ukraina juga akan tetap menjalankan tugasnya.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun sebelumnya mengungkapkan bahwa Ukraina telah mengirimkan pesan permintaan maaf terkait pernyataan Zelensky. Namun, Seoul menilai permintaan maaf tersebut belum memenuhi tingkat yang diharapkan.
Berdasarkan konstitusi Korea Selatan, seluruh penduduk Korea Utara dianggap sebagai warga negara Republik Korea. Penduduk Korea Utara yang berhasil mencapai wilayah Korea Selatan dan menyatakan keinginan untuk membelot umumnya diperbolehkan menetap di negara tersebut.
Perselisihan ini menambah tantangan dalam hubungan diplomatik Seoul dan Kyiv, terutama terkait penanganan tawanan perang Korea Utara dan perlindungan keluarga mereka.







