Metapos.id, Jakarta – Peneliti forensik digital, Rismon Sianipar, menyampaikan bahwa hasil riset terbarunya tidak menemukan adanya kejanggalan pada ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia melakukan penelitian lanjutan terkait polemik yang sebelumnya meragukan keaslian ijazah Jokowi.
Rismon menuturkan, setelah melakukan analisis secara lebih mendalam dalam beberapa bulan terakhir, ia menyimpulkan bahwa dokumen ijazah tersebut dinilai sah. Kesimpulan itu diperoleh melalui berbagai tahapan pengujian teknis serta proses rekonstruksi terhadap dokumen yang sempat menjadi perhatian publik.
Menurutnya, hasil kajian tersebut penting untuk disampaikan kepada masyarakat secara terbuka. Ia menilai menyampaikan fakta merupakan bentuk tanggung jawab moral setelah menjalani proses penelitian yang panjang.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas polemik yang sempat berkembang, Rismon berencana merangkum seluruh hasil penelitiannya dalam sebuah buku. Ia berharap buku tersebut dapat memberikan penjelasan yang lebih menyeluruh sekaligus menjadi klarifikasi atas kegaduhan yang muncul terkait isu ijazah Presiden Jokowi.
Rismon juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo di kediamannya di Solo untuk menyampaikan permohonan maaf atas tudingan yang sebelumnya pernah ia sampaikan. Selain itu, ia juga mengupayakan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice terkait perkara yang sedang berjalan.
Walau pernyataannya mengenai hasil penelitian terbaru menuai berbagai kritik dan hujatan, Rismon menegaskan bahwa ia tetap berpegang pada komitmennya untuk menyampaikan apa yang ia yakini sebagai kebenaran berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.














