Metapos.id, Jakarta – Strategi konten Tokopedia TikTok Shop menjadi faktor utama dalam mendorong kinerja e-commerce di Indonesia. Oleh karena itu, konten kini berperan sebagai pintu utama dalam proses transaksi digital.
Kementerian Perdagangan mencatat nilai penjualan e-commerce pada Februari 2026 mencapai Rp96,7 triliun. Selain itu, tren ini didorong oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan konten dalam menemukan produk.
Di Tokopedia dan TikTok Shop, siaran LIVE ditonton hingga 38 miliar kali. Sementara itu, aktivitas tersebut mampu mendorong lonjakan transaksi hingga 15 kali lipat, terutama selama sahur Ramadan 2026.
Integrasi antara kedua platform memungkinkan proses penemuan produk menjadi transaksi yang lebih mulus. Oleh karena itu, penjual dapat mengelola operasional dengan lebih efisien sekaligus menjangkau audiens lebih luas.
Sejumlah brand lokal berhasil memanfaatkan strategi ini secara optimal. Selain itu, kolaborasi dengan affiliate content creator menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan performa penjualan.
MOELL OFFICIAL, misalnya, mengandalkan pendekatan berbasis insight konsumen dengan strategi bundling dan LIVE streaming. Sementara itu, langkah ini berhasil meningkatkan GMV hingga 51% serta kontribusi affiliate sebesar 63%.
Pushop Store juga menerapkan strategi affiliate-first dengan membuka akses promosi bagi kreator. Oleh karena itu, brand ini mencatat kenaikan GMV hingga 53% serta lonjakan performa konten video hingga 94%.
Sementara itu, Vianova Watch Store mengombinasikan LIVE streaming, affiliate, dan promo eksklusif. Selain itu, strategi ini mendorong peningkatan GMV sebesar 61% dengan kontribusi affiliate mencapai 87%.
Dengan berbagai pendekatan tersebut, konten terbukti menjadi penggerak utama dalam ekosistem e-commerce modern. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu terus beradaptasi dengan tren discovery commerce untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.













