Metapos.id, Jakarta – Militer Iran mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Aksi tersebut diklaim sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel yang terjadi sejak akhir Februari.
Teheran menyebut sedikitnya 560 personel militer AS tewas atau terluka dalam operasi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari. Ia menjelaskan operasi bertajuk “Janji Sejati 4” digelar sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas militer Iran serta gugurnya sejumlah pejabat tinggi negara itu.
Dalam keterangannya, Zolfaghari menyebut sasaran utama serangan termasuk kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, yang diklaim dihantam empat rudal jelajah. Iran menyatakan serangan tersebut membuat kapal induk itu mundur ke perairan Samudra Hindia bagian tenggara.
Selain kapal induk, Iran juga mengaku menargetkan pangkalan AS Ali al-Salem di Kuwait hingga tidak lagi berfungsi. Serangan lain disebut menghantam fasilitas Angkatan Laut AS di Pelabuhan Salman, Bahrain, menggunakan drone tempur dan rudal balistik yang diklaim merusak pusat komando serta infrastruktur pendukung militer.
Tak hanya itu, Iran menyatakan jet-jet tempurnya turut membombardir sejumlah pangkalan AS di negara-negara Teluk serta wilayah Kurdistan Irak.
Berdasarkan klaim Teheran, total korban di pihak militer AS mencapai sedikitnya 560 orang tewas dan terluka.
Meski demikian, jumlah tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Hingga saat ini, pemerintah AS baru mengonfirmasi empat personel militernya meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Di sisi lain, Iran melaporkan ratusan warganya tewas akibat serangan balasan AS dan Israel. Situasi di kawasan pun kian memanas, dengan kedua pihak terus melontarkan ancaman dan peringatan lanjutan.













