Sunday, June 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Kolaborasi Multi Pihak Bantu Tingkatkan Kapasitas UMKM Perempuan Indonesia di Platform Digital

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
22 July 2022
in Ekbis
Kolaborasi Multi Pihak Bantu Tingkatkan Kapasitas UMKM Perempuan Indonesia di Platform Digital

Metapos, Bali – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bentuk usaha ekonomi produktif masyarakat yang terbukti mampu bangkit dan berkontribusi terhadap roda perekonomian tanah air, termasuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi.  

Hal ini turut terlihat dari peran penting UMKM saat perekonomian tanah air yang tepuruk disertai tingginya tingkat PHK di masa pandemi. UMKM tetap menjadi tonggak strategis tidak hanya roda ekonomi negara tetapi juga rumah tangga. 

BACA JUGA

Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata

Menariknya, roda penggerak UMKM di Indonesia adalah perempuan. Berdasarkan data Kemenkeu sebanyak 52 persen dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan. Sementara, untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan

Namun sayang masih terdapat banyak hambatan yang ditemui agar mereka dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi apalagi mengembangkan usahanya. Terbatasnya akses dan kemampuan perempuan dalam mengakses teknologi menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menjelaskan, tiga masalah aktual yang dihadapi UMKM perempuan diantaranya permasalahan konstruksi sosial patriarki, infrastruktur, akses dan kemampuan perempuan mengakses teknologi dan rendahnya literasi dan inklusi keuangan bagi perempuan.

Belum lama ini, Dian Siswarini selaku Co-Chair W20 Indonesia juga mengungkapkan kaum perempuan memiliki gap hingga 25% dalam hal literasi digital dibandingkan kaum adam. Ia juga bersepakat dengan pentingnya peningkatan literasi digital perempuan, karena dengan itu perempuan bisa lebih berdaya dan bisa menggunakan pengetahuan digital tersebut untuk membangun bisnis mereka.

Melihat hal ini, berbagai kegiatan peningkatan kapasitas telah dilaksanakan dan diimplementasikan melalui kolaborasi multi pihak dari berbagai institusi mulai dari BUMN, sektor swasta, pemerintah pusat dan daerah, hingga LSM untuk mendukung kelangsungan usaha bagi UMKM Perempuan untuk menggerakan roda perekonomian.

Salah satu contohnya adalah kegiatan yang digelar oleh platform digital Tokopedia. Berkolaborasi dengan Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Bali dan UMKM Perempuan Perintis (UPRINTIS), Tokopedia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Kelas Perempuan Maju Digital (KPMD) pada Kamis, 21 Juli 2022 di Quest Hotel San Denpasar, Bali.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga dan Co-Chair W20 Indonesia, Dian Siswarini, acara ini juga membahas peluang dan tantangan yang dimiliki wirausaha perempuan, beberapa di antaranya wirausaha perempuan yang lebih banyak beralih ke penjualan daring, usaha milik perempuan sebagai sumber daya penting yang masih belum termanfaatkan dengan baik, fleksibilitas kerja dan waktu dan perluasan akses pasar.

Selain itu, KPMD juga membagikan kiat-kiat kepada pelaku UMKM perempuan bagaimana menciptakan bisnis yang mengutamakan pemberdayaan perempuan. Tujuannya agar pelaku UMKM perempuan Bali semakin tangguh dan berdaya di era digital. 

“Di Tokopedia, kami berkomitmen dan percaya bahwa setiap pelaku usaha harus memiliki kesempatan yang sama dan setara, terutama bagi perempuan. Kami berharap kegiatan hari ini bisa menjadi awalan yang baik untuk dapat berkolaborasi dan berdiskusi bagaimana kita dapat membangun usaha perempuan lokal ke arah yang lebih positif lagi ke depannya,” ujar Emmiryzan selaku Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia pada acara yang sama. 

“Kami juga percaya bahwa perempuan sudah semestinya menjadi garda terdepan dalam pemulihan ekonomi nasional paska pandemi. Oleh karena itu, Tokopedia akan terus memberikan kesempatan untuk perempuan, termasuk yang hadir hari ini, agar dapat mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi dan dapat menumbuhkan semangat “Bali Bangkit” paska pandemi,” tambah Emmiryzan. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Ekadina mengatakan, “Kami yakin bahwa salah satu cara untuk menggerakkan kembali perekonomi di Bali yang terdampak pandemi dengan memaksimalkan potensi UMKM. Kami berharap lewat Kelas Perempuan Maju Digital yang diadakan Tokopedia ini, dapat semakin mengasah kemampuan para pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kualitas produk sehingga siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.”

Novita Hardini, Pendiri dan Komisaris Utama UPRINTIS, turut menambahkan “Kelas Perempuan Maju Digital yang dilakukan Tokopedia di Bali ini sejalan dengan program UPRINTIS dalam memberikan akses pendampingan bagi para UMKM perempuan. Harapannya, agar UMKM perempuan bisa meningkatkan kemampuan berbisnis secara digital, mulai dari promosi, memperluas jaringan bisnis, hingga mengelola keuangan dengan baik.”

Peran Tokopedia dalam meningkatkan potensi UMKM di Indonesia terutama perempuan juga dibuktikan dalam riset yang dipublikasikan oleh LPEM FEB UI pada 2020, dimana jumlah perempuan pegiat UMKM yang memulai bisnis dari nol lewat salah satu platform digital yakni Tokopedia, selama pandemi hampir 1,5x lipat lebih tinggi dibandingkan jumlah laki-laki.

Previous Post

Perkuat Geliat Grassroot Economy, BSI Resmikan UMKM Center di Surabaya, Jawa Timur

Next Post

26 Perusahaan Dapat Uang Rp19,2 Triliun dari IPO

Related Posts

Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri
Ekbis

Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri

26 June 2026
Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata
Ekbis

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata

26 June 2026
Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya
Ekbis

Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya

26 June 2026
Diversifikasi Aset Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Ekbis

Diversifikasi Aset Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

25 June 2026
Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi
Ekbis

Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi

25 June 2026
Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan
Ekbis

Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan

24 June 2026
Next Post
26 Perusahaan Dapat Uang Rp19,2 Triliun dari IPO

26 Perusahaan Dapat Uang Rp19,2 Triliun dari IPO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini