Tuesday, August 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid Menggagas Kemitraan Transformasi Digital antara Indonesia dan Kamboja

Afizahri by Afizahri
5 April 2023
in Ekbis
Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid Menggagas Kemitraan Transformasi Digital antara Indonesia dan Kamboja

BACA JUGA

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

Dirut JFX Soroti Pentingnya Price Discovery untuk Perkuat Harga Referensi Komoditas

JAKARTA,Metapos.id – Arsjad Rasjid, Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN￾BAC), memimpin delegasi perwakilan bisnis ASEAN dalam rangkaian kunjungan ke Phnom Penh, Kamboja. Selama kunjungan, delegasi ASEAN-BAC berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan mengenai beberapa isu prioritas dan program warisan kepemimpinan ASEAN-BAC Indonesia.

Selanjutnya, delegasi ASEAN-BAC secara intensif membahas potensi kerja sama yang luas antara Indonesia dan Kamboja, khususnya dalam transformasi digital,
pariwisata, dan menjadikan ASEAN sebagai pusat baru rantai pasok global.
Pada 2022, selama keketuaan Kamboja di ASEAN, terdapat penekanan kuat pada promosi sentralitas dan kesatuan ASEAN dalam memajukan ekonomi digital, e-commerce, dan transformasi industri. Hal ini mencakup fokus pada peningkatan konektivitas regional dan mempererat people-to-people connectivity. Berdasarkan momentum ini, keketuaan Indonesia di
ASEAN-BAC memprioritaskan transformasi digital sebagai sarana untuk meningkatkan perdagangan dan investasi.


ASEAN-BAC Bidik Transformasi Digital Untuk Memperkuat Perdagangan dan Investasi Hal ini mencakup inisiatif seperti ASEAN QR Code, Marketplace Lending Platform, dan Wiki Entrepreneur yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bilateral dalam hal perdagangan
dan investasi antara negara-negara di kawasan melalui transformasi digital.

“Melalui upaya ini,kami bermitra dengan Kamboja untuk menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif,
menarik investasi asing, dan memperkuat posisi kawasan sebagai pemain kunci dalam lanskap digital global,” tambah Arsjad Rasjid.Perdagangan barang antara Kamboja dan Indonesia telah berkembang pesat, dengan total mencapai $948,533 juta pada 2022, dengan kontributor terbesar impor Kamboja sebesar 96%.


Kamboja mengekspor sebagian besar alas kaki, rajutan, aksesoris, dan glassware ke Indonesia.Di sisi lain, Kamboja juga mendistribusikan produk Indonesia seperti makanan dan minuman,minyak goreng, produk kesehatan dan obat-obatan, perawatan rumah, pupuk, dan produk kertas.”Bayangkan jika kita dapat melakukan transaksi perdagangan ini dengan bantuan digitalisasi,
target perdagangan bilateral antara Indonesia dan Kamboja yang diharapkan oleh Menteri Perdagangan Pan Sorasak lebih dari $1 miliar tahun ini dapat tercapai,” tambah Bernardino
Vega, Wakil Ketua ASEAN-BAC.


Arsjad Rasjid: Indonesia dan Kamboja Bisa Tingkatkan Kemitraan di Sektor Pariwisata

Di samping itu, Arsjad mengatakan bahwa rangkaian pertemuan bisnis ini juga membuka pintu bagi kemitraan pariwisata antara organisasi publik dan swasta kedua negara.Dengan kunjungan ini, Indonesia dan Kamboja telah membawa optimisme baru bagi industri pariwisata antara Indonesia dan Kamboja untuk memperkuat kerjasama pariwisata, investasi,
dan pertumbuhan ekonomi. Mulai akhir April, AirAsia akan mengoperasikan penerbangan dari Jakarta ke Phnom Penh empat hari dalam seminggu, yang akan membantu industri pariwisata
Kamboja dan mempererat hubungan perdagangan kedua negara. Walaupun ada pandemi Covid-19 pada tahun 2022, jumlah wisatawan Indonesia ke Kamboja mencapai rekor tertinggi sebanyak
75.653 orang, atau 3,3% dari total turis asing ke Kamboja.


Penguatan Rantai Pasok Pertanian Melalui Inklusif Closed Loop antara Indonesia-Kamboja Kawasan ASEAN kaya akan sumber daya pertanian dan terancam oleh perubahan iklim,sehingga ketahanan pangan menjadi prioritas utama negara-negara ASEAN. Indonesia saat ini
memimpin ASEAN-BAC dan berpeluang menjadikan kawasan ini sebagai pusat baru dalam rantai pasok global, dengan fokus pada sumber daya pangan dan pertanian.

Arsjad menyarankan agar negara-negara ASEAN bersama-sama mengembangkan sektor pertanian mereka, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan pasokan pangan yang stabil dan terjangkau.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan sistem inclusive closed-loop untuk sektor pertanian. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu petani dengan memberikan
akses ke pendanaan, pengetahuan, teknologi, dan peluang pasar. Kerja sama antar negara anggota ASEAN, seperti kemitraan antara Indonesia dan Kamboja, sangat penting untuk keberhasilan strategi ini.


Arsjad menambahkan, “Dengan inclusive closed-loop system, saatnya kita bekerja sama dan mengembangkan kemampuan pertanian kita, mendukung lebih banyak petani dan UMKM, serta meningkatkan efisiensi sistem pangan kita.” tambah Arsjad.


Selama roadshow, delegasi ASEAN-BAC melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan utama termasuk termasuk Menteri yang melekat pada Perdana Menteri dan Sekretaris Jenderal Dewan Pembangunan Kamboja (CDC), SOK Chenda Sophea, Sekretaris
Negara Perdagangan, Rath Saravuth, Menteri Pos dan Telekomunikasi, Chea Vandeth, Deputi Gubernur Bank Nasional Kamboja, Institut Kerjasama dan Perdamaian Kamboja (CICP), Duta
Besar Pou Sothirak, Presiden Kamar Dagang Kamboja (CCC), Neak Oknha Kith Meng, dan pemangku kepentingan utama lainnya.


Delegasi ASEAN-BAC antara lain Ketua ASEAN-BAC, Arsjad Rasjid, Wakil Ketua ASEAN-BAC,Bernardino Vega, Gil Gonzales, Direktur Eksekutif Sekretariat ASEAN-BAC, Joohan Lee, Komite

Bilateral KADIN – Korea Selatan, Edwin Setiawan, Ketua KADIN Komite Bilateral – Kamboja, dan Dalton Wong, Wakil Ketua Komite Bilateral KADIN.

Tags: Asean bacKadinMetapos.id
Previous Post

Jelang Idul Fitri, Pertamina Jamin Penuhi Layanan Energi di Jawa Bagian Barat

Next Post

PLN: Beban Puncak Kelistrikan Selama Lebaran Turun Menjadi 29 GW

Related Posts

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University
Ekbis

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

4 August 2026
price discovery JFX
Ekbis

Dirut JFX Soroti Pentingnya Price Discovery untuk Perkuat Harga Referensi Komoditas

4 August 2026
JFX
Ekbis

JFX Perkuat Kepercayaan Pasar Lewat Infrastruktur Perdagangan Berjangka Modern

4 August 2026
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Ekbis

Tarif Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Nol Persen, Peluang Baru bagi Industri Perikanan

3 August 2026
Gedung BEI
Ekbis

BEI Sempurnakan Notasi Khusus Saham demi Tingkatkan Transparansi Pasar Modal

3 August 2026
laba bersih Tugu Insurance semester I 2026
Ekbis

Kinerja Tugu Insurance Makin Solid, Laba Bersih Naik 76,87% di Semester I 2026

3 August 2026
Next Post
PLN Berhasil Menghubungkan 10 km Jalan di Sulawesi Berkat Pengolahan FABA

PLN: Beban Puncak Kelistrikan Selama Lebaran Turun Menjadi 29 GW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini