Monday, September 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kenapa Warna Mata Berbeda? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
1 May 2026
in Lifestyle & Health
Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

Metapos.id, Jakarta – Setiap orang memiliki warna mata yang berbeda, mulai dari cokelat hingga biru. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan proses biologis dalam tubuh.

Warna mata merujuk pada bagian iris, yaitu lingkaran berwarna di mata. Pembentukannya ditentukan oleh jumlah pigmen melanin di dalamnya.

BACA JUGA

Influenza A Meningkat, Jangan Abaikan Gejala-gejalanya

Demi Hindari Pajak, Warga Swiss Ramai-Ramai Jadi Ateis

Semakin banyak melanin, warna mata akan tampak lebih gelap seperti cokelat. Sebaliknya, sedikit melanin menghasilkan warna yang lebih terang seperti biru atau abu-abu.

Selain melanin, faktor cahaya juga berperan penting. Fenomena Rayleigh scattering membuat mata tampak biru meski tidak memiliki pigmen biru.

Genetika juga menjadi faktor utama dalam menentukan warna mata. Gen seperti OCA2 dan HERC2 memengaruhi produksi serta distribusi melanin pada iris.

Warna mata cokelat menjadi yang paling umum di dunia karena kadar melanin yang tinggi. Sementara itu, warna seperti hijau dan hazel lebih jarang ditemukan.

Mata hijau terbentuk dari kombinasi melanin rendah dan pigmen tambahan. Sedangkan mata hazel memiliki campuran warna yang dapat berubah tergantung pencahayaan.

Pada bayi, warna mata bisa berubah seiring waktu. Hal ini terjadi karena produksi melanin belum stabil dan akan berkembang seiring pertumbuhan.

Tags: genetikairisKesehatanmata manusiamelaninMetapos.idwarna mata
Previous Post

Putri Kusuma Wardani Sumbang Poin Pembuka, Indonesia Unggul di Perempat Final

Next Post

Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

Related Posts

Influenza A Meningkat, Jangan Abaikan Gejala-gejalanya
Lifestyle & Health

Influenza A Meningkat, Jangan Abaikan Gejala-gejalanya

14 September 2026
Demi Hindari Pajak, Warga Swiss Ramai-Ramai Jadi Ateis
Lifestyle & Health

Demi Hindari Pajak, Warga Swiss Ramai-Ramai Jadi Ateis

14 September 2026
3 Kebiasaan yang Bisa Membantu Otak Tetap Prima Saat Menua
Lifestyle & Health

3 Kebiasaan yang Bisa Membantu Otak Tetap Prima Saat Menua

13 September 2026
Minum Kopi untuk Redakan Stres? Ini Takaran yang Perlu Diketahui
Lifestyle & Health

Minum Kopi untuk Redakan Stres? Ini Takaran yang Perlu Diketahui

13 September 2026
Nasi untuk Anjing, Boleh atau Tidak? Ini Jawabannya
Lifestyle & Health

Nasi untuk Anjing, Boleh atau Tidak? Ini Jawabannya

13 September 2026
NAZA
Lifestyle & Health

NAZA Dapat Standing Ovation Terlama Sepanjang Sejarah Venice

12 September 2026
Next Post
Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini