Friday, July 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kenapa Warna Mata Berbeda? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
1 May 2026
in Lifestyle & Health
Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

Metapos.id, Jakarta – Setiap orang memiliki warna mata yang berbeda, mulai dari cokelat hingga biru. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan proses biologis dalam tubuh.

Warna mata merujuk pada bagian iris, yaitu lingkaran berwarna di mata. Pembentukannya ditentukan oleh jumlah pigmen melanin di dalamnya.

BACA JUGA

9 Tempat Paling Kering di Dunia yang Nyaris Tak Pernah Turun Hujan

Obesitas pada Perempuan Tak Sekadar Berat Badan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Semakin banyak melanin, warna mata akan tampak lebih gelap seperti cokelat. Sebaliknya, sedikit melanin menghasilkan warna yang lebih terang seperti biru atau abu-abu.

Selain melanin, faktor cahaya juga berperan penting. Fenomena Rayleigh scattering membuat mata tampak biru meski tidak memiliki pigmen biru.

Genetika juga menjadi faktor utama dalam menentukan warna mata. Gen seperti OCA2 dan HERC2 memengaruhi produksi serta distribusi melanin pada iris.

Warna mata cokelat menjadi yang paling umum di dunia karena kadar melanin yang tinggi. Sementara itu, warna seperti hijau dan hazel lebih jarang ditemukan.

Mata hijau terbentuk dari kombinasi melanin rendah dan pigmen tambahan. Sedangkan mata hazel memiliki campuran warna yang dapat berubah tergantung pencahayaan.

Pada bayi, warna mata bisa berubah seiring waktu. Hal ini terjadi karena produksi melanin belum stabil dan akan berkembang seiring pertumbuhan.

Tags: genetikairisKesehatanmata manusiamelaninMetapos.idwarna mata
Previous Post

Putri Kusuma Wardani Sumbang Poin Pembuka, Indonesia Unggul di Perempat Final

Next Post

Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

Related Posts

9 Tempat Paling Kering di Dunia yang Nyaris Tak Pernah Turun Hujan
Lifestyle & Health

9 Tempat Paling Kering di Dunia yang Nyaris Tak Pernah Turun Hujan

31 July 2026
Obesitas pada Perempuan Tak Sekadar Berat Badan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Lifestyle & Health

Obesitas pada Perempuan Tak Sekadar Berat Badan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

30 July 2026
Spider-Man: Brand New Day
Lifestyle & Health

Spider-Man: Brand New Day Diproyeksi Tembus US$374 Juta di Akhir Pekan Perdana

30 July 2026
Terungkap! Kebaya Zaman Dulu Jadi Penentu Status Sosial Seseorang
Lifestyle & Health

Terungkap! Kebaya Zaman Dulu Jadi Penentu Status Sosial Seseorang

30 July 2026
Inilah Manfaat Kopi Campur Madu yang Jarang Diketahui, Baik untuk Kesehatan Tubuh
Lifestyle & Health

Inilah Manfaat Kopi Campur Madu yang Jarang Diketahui, Baik untuk Kesehatan Tubuh

30 July 2026
Tiga Ras Kucing Favorit Pecinta Anabul, Kenali Karakter dan Keunikannya
Lifestyle & Health

Tiga Ras Kucing Favorit Pecinta Anabul, Kenali Karakter dan Keunikannya

29 July 2026
Next Post
Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

Quick Share Kini Dukung AirDrop, Oppo dan vivo Perluas Fitur

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini