Monday, August 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kemlu Pantau Kondisi Empat WNI yang Disandera Perompak di Somalia

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
1 June 2026
in Internasional
Kemlu Pantau Kondisi Empat WNI yang Disandera Perompak di Somalia

Metapos.id, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih berupaya membebaskan empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal MT Honour 25. Hingga kini, keempat WNI tersebut masih berada di bawah penyanderaan perompak di Somalia.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pemerintah terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Di sisi lain, KBRI Nairobi dan Konsul Kehormatan Indonesia di Somalia juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

BACA JUGA

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

Kemlu menjalin komunikasi dengan perusahaan pemilik kapal serta otoritas setempat. Langkah itu dilakukan untuk mendukung proses penanganan dan mempercepat upaya penyelesaian kasus.

Heni menjelaskan bahwa proses negosiasi masih berjalan. Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai tuntutan tebusan dari kelompok perompak.

Sementara itu, pemerintah juga terus memantau kondisi para awak kapal. Selain kesehatan, ketersediaan logistik di atas kapal menjadi perhatian utama selama masa penyanderaan.

Meski demikian, upaya pemantauan menghadapi kendala karena posisi kapal berada jauh dari wilayah yang mudah dijangkau. Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan secara intensif.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para WNI yang terdampak. Selain itu, Kemlu akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah memperoleh data dan informasi yang telah dipastikan kebenarannya.

Sebelumnya, perompak menyerang dan menguasai MT Honour 25 di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Kapal tersebut mengangkut 15 awak dari Indonesia, Pakistan, India, dan Myanmar, termasuk empat WNI yang hingga kini masih menjadi sandera.

Tags: ABK IndonesiaHeni HamidahKBRI NairobiKemlu RIMetapos.idMT Honour 25Negosiasi Sanderapembajakan kapalPerlindungan WNIPerompak SomaliaSandera WNISomaliaSomalia 2026WNI
Previous Post

Ekonomi Pancasila Jadi Fokus Prabowo untuk Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Next Post

Puluhan Rumah Terbakar, 100 Personel Damkar Dikerahkan ke Kemayoran

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

29 August 2026
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO
Internasional

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

28 August 2026
Pangeran Harry
Internasional

Harry dan Meghan Kembali ke Inggris

28 August 2026
Alternative for Germany (AfD)
Internasional

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

27 August 2026
Mojtaba Khamenei
Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 August 2026
Next Post
Setelah Dua Tahun Berpacaran, Dua Lipa dan Callum Turner Resmi Menikah

Puluhan Rumah Terbakar, 100 Personel Damkar Dikerahkan ke Kemayoran

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini