• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, April 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Kemenkeu Hidupkan Lagi Wacana Redenominasi, Rupiah Siap Disederhanakan Jadi Lebih Efisien

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
11 November 2025
in Ekbis
Kemenkeu Hidupkan Lagi Wacana Redenominasi, Rupiah Siap Disederhanakan Jadi Lebih Efisien
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah kembali menghidupkan wacana redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang rupiah. Gagasan ini tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2025–2029 yang baru saja disahkan oleh Menteri Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski bukan kebijakan baru, isu redenominasi rupiah kembali menarik perhatian publik karena dinilai dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dan memperkuat citra keuangan nasional.

Makna dan Latar Belakang Redenominasi

Mengacu pada Indonesia Treasury Review Volume 2 Nomor 4 Tahun 2017, redenominasi didefinisikan sebagai penyederhanaan penulisan nominal mata uang tanpa mengubah daya beli terhadap barang dan jasa.

Rencana ini pertama kali diinisiasi Bank Indonesia (BI) pada tahun 2010, dan sempat diajukan sebagai Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah ke DPR. Dalam rancangan tersebut, tiga digit nol dihapus — artinya, Rp1.000 akan ditulis menjadi Rp1, tanpa memengaruhi nilai atau daya beli uang.

Potensi Manfaat bagi Perekonomian

Berdasarkan kajian Kemenkeu dalam Indonesia Treasury Review berjudul Desain Strategis dan Assessment Kesiapan Redenominasi di Indonesia (2017), terdapat sejumlah keuntungan dari penerapan redenominasi:

1. Efisiensi Transaksi dan Akuntansi

Nominal yang lebih sederhana akan mempermudah sistem pencatatan, akuntansi, serta pembukuan, khususnya di sektor korporasi dan perbankan.

2. Minimalkan Risiko Kesalahan

Pengurangan jumlah digit membantu menekan potensi kesalahan dalam input atau penulisan angka.

3. Mempermudah Pengendalian Moneter

Harga barang dan jasa menjadi lebih ringkas, memudahkan pemerintah dan BI menjaga stabilitas inflasi serta kebijakan moneter.

4. Menekan Biaya Produksi Uang

Variasi pecahan uang berkurang, sementara uang logam bisa beredar lebih lama, sehingga menurunkan biaya cetak dan distribusi uang.

“Jika diterapkan secara bertahap dan terukur, redenominasi dapat meningkatkan efisiensi ekonomi di era globalisasi,” tulis laporan tersebut.

Dampak Psikologis dan Persepsi Pasar

Ekonom senior Raden Pardede menilai bahwa penyederhanaan nominal rupiah memiliki dampak psikologis positif terhadap masyarakat dan pelaku pasar.

“Setelah redenominasi, kurs dolar AS yang saat ini sekitar Rp15.000 akan terlihat menjadi Rp15. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri publik terhadap nilai rupiah,

Namun, Raden menegaskan bahwa redenominasi tidak akan mengubah nilai tukar secara fundamental. Nilai tukar tetap ditentukan oleh faktor ekonomi riil seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arus modal asing.

“Dampaknya lebih pada persepsi dan citra rupiah, bukan pada penguatan nilai tukar,” katanya.

Belajar dari Pengalaman Negara Lain

Raden menjelaskan bahwa tidak semua negara dengan nominal besar melakukan redenominasi. Jepang dan Korea Selatan, misalnya, tetap mempertahankan struktur mata uangnya meski kursnya terhadap dolar cukup tinggi.

Sebaliknya, negara-negara seperti Turki, Brasil, dan Zimbabwe melakukan redenominasi karena krisis ekonomi atau hiperinflasi.

“Indonesia tidak dalam kondisi darurat ekonomi. Redenominasi di sini lebih ditujukan untuk penyederhanaan administrasi dan efisiensi sistem keuangan,” jelas Raden.

Sikap Bank Indonesia

Gubernur BI Perry Warjiyo juga menyatakan dukungannya terhadap langkah penyederhanaan rupiah. Ia menilai redenominasi akan meningkatkan efisiensi di sistem perbankan dan pembayaran nasional.

“Dengan mengurangi tiga angka nol, proses transaksi bisa lebih cepat dan efisien,” ujar Perry pada 2022.

Menurutnya, sistem transaksi saat ini masih terlalu kompleks karena terlalu banyak digit dalam nominal rupiah. “Tanpa tiga nol, sistem menjadi lebih ringan dan sederhana,” tambahnya.

Kesimpulan

Wacana redenominasi kembali mendapat perhatian karena dianggap dapat membuat sistem keuangan nasional lebih modern, efisien, dan mudah digunakan.

Meski tidak berdampak langsung pada penguatan nilai tukar rupiah, kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat citra dan efektivitas sistem keuangan Indonesia dalam jangka panjang.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download lava firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: Bank IndonesiaMetapos.idPemerintahPurbayaredenominasiRp1
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Lagi Salah Pahami Dua Minuman Ini

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Lagi Salah Pahami Dua Minuman Ini

by Aulia Fitrie
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Perbedaan matcha dan teh hijau green tea kini banyak dibahas oleh pencinta minuman sehat. Oleh karena itu,...

Carmen Hearts2Hearts Bertemu Presiden, Prabowo dan Lee Perkuat Kemitraan Strategis

Carmen Hearts2Hearts Bertemu Presiden, Prabowo dan Lee Perkuat Kemitraan Strategis

by Desti Dwi Natasya
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Carmen Hearts2Hearts bertemu presiden 2026 saat menghadiri jamuan kenegaraan di Korea Selatan. Oleh karena itu, momen ini...

Italia Hancur: Tiga Kali Gagal ke Piala Dunia, Sang Raksasa Kini Terpuruk

Italia Hancur: Tiga Kali Gagal ke Piala Dunia, Sang Raksasa Kini Terpuruk

by Taufik Hidayat
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Tim nasional Italia kembali mengalami kegagalan pahit setelah dipastikan tidak lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari...

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

by Taufik Hidayat
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Lonjakan kasus campak kembali terjadi di berbagai belahan dunia. Indonesia pun kini berada di posisi kedua sebagai...

Next Post
TikTok dan DANA Ajak Masyarakat Lebih Waspada terhadap Penipuan Online

TikTok dan DANA Ajak Masyarakat Lebih Waspada terhadap Penipuan Online

Recommended.

Mobil Pribadi Masih Jadi Pilihan Utama Pemudik Lebaran 2026

Mobil Pribadi Masih Jadi Pilihan Utama Pemudik Lebaran 2026

14 March 2026
Aktivasi BNI Mobile Banking Berhadiah iPhone 14 Pro Max

Aktivasi BNI Mobile Banking Berhadiah iPhone 14 Pro Max

2 June 2023

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini