Metapos.id, Jakarta – Rudy Giuliani kembali memicu kontroversi. Ia menyebut Raja Charles III sebagai seorang Muslim.
Ia menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara bersama Piers Morgan di YouTube. Saat itu, ia membahas konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Namun, klaim tersebut langsung menuai reaksi luas. Banyak pihak mempertanyakan dasar pernyataan tersebut.
Selain itu, Giuliani juga menyebut Inggris bisa menjadi negara Muslim dalam satu dekade. Ia menilai pengaruh komunitas Muslim terus meningkat.
Meski demikian, data resmi menunjukkan Muslim hanya sekitar lima persen dari populasi Inggris. Namun, Giuliani tetap menyoroti tokoh publik seperti Sadiq Khan.
Di sisi lain, isu ini bukan hal baru. Spekulasi tentang agama Raja Charles III sudah lama beredar di internet.
Isu tersebut muncul karena ketertarikan Charles pada Islam. Ia bahkan mempelajari bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an.
Selain itu, Charles kerap menyoroti kesamaan Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia melihat ketiganya memiliki nilai monoteistik yang serupa.
Namun demikian, fakta resminya tetap jelas. Raja Charles III adalah penganut Gereja Anglikan yang taat.
Sementara itu, minatnya pada Islam lebih bersifat intelektual. Ia juga tertarik pada gagasan tradisionalisme yang menekankan nilai spiritual universal.
Dalam pidato tahun 2006, Charles menekankan pentingnya nilai sakral. Ia mengajak masyarakat memahami kembali dimensi spiritual dalam kehidupan modern.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi soal perubahan keyakinannya. Karena itu, klaim tersebut tetap dianggap sebagai spekulasi tanpa dasar kuat.













