Metapos.id, Jakarta – Informasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kembali menjadi perbincangan publik. Sejumlah unggahan menyebutkan bahwa Khamenei masih hidup dan kabar kematiannya hanyalah bagian dari strategi politik yang sengaja disebarkan.
Narasi tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam spekulasi dari warganet. Dalam beberapa unggahan bahkan disertakan video yang menampilkan seorang pria yang membantah kabar wafatnya Khamenei. Dalam video itu disebutkan bahwa Iran tidak mungkin mengorbankan pemimpin tertingginya sehingga muncul pertanyaan mengenai kebenaran informasi yang beredar.
Namun setelah dilakukan penelusuran dari berbagai sumber informasi internasional yang kredibel, klaim yang menyebut Khamenei masih hidup tidak memiliki dasar yang kuat. Hingga saat ini tidak ada bukti valid yang mendukung narasi tersebut.
Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah terjadi serangan udara pada 28 Februari 2026 yang menargetkan kediaman resminya di Iran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Serangan itu disebut melibatkan militer Israel dan Amerika Serikat yang dalam beberapa waktu terakhir terlibat dalam eskalasi konflik dengan Iran. Berdasarkan citra satelit yang beredar, lokasi yang menjadi sasaran serangan mengalami kerusakan cukup parah.
Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menyampaikan kecaman keras terhadap serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang dapat memperburuk stabilitas kawasan.
Selain menetapkan masa berkabung selama 40 hari, pemerintah Iran juga mengumumkan tujuh hari libur nasional. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan duka atas wafatnya pemimpin yang telah memimpin Iran selama beberapa dekade.
Setelah kabar kematian Khamenei menyebar, ribuan warga dilaporkan memadati sejumlah ruas jalan di ibu kota Teheran.
Mereka berkumpul untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memprotes serangan yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain seperti Shiraz, Yasuj, serta wilayah Lorestan, di mana masyarakat melakukan demonstrasi dan mengecam serangan tersebut.
Informasi yang menyebutkan bahwa Ali Khamenei masih hidup tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Berdasarkan berbagai laporan yang beredar, pemimpin tertinggi Iran tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah serangan udara pada 28 Februari 2026.
Saat ini Iran tengah menjalani masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya tokoh penting negara tersebut.














