Metapos.id, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa sebanyak 54 juta penduduk yang berada dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 5 hingga kini belum tercatat sebagai penerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Di sisi lain, sekitar 15 juta warga yang masuk dalam kelompok Desil 6 hingga Desil 10 justru tercantum sebagai penerima bantuan tersebut.
Menurut Gus Ipul, kelompok Desil 1–5 merupakan lapisan masyarakat dari kategori sangat miskin hingga menengah, sedangkan Desil 6–10 mencakup kelompok masyarakat kelas menengah hingga menengah atas.
“Jumlah warga pada Desil 1 sampai 5 yang belum terlayani PBI JK masih sangat besar, lebih dari 54 juta jiwa,” ujar Gus Ipul dalam Rapat Konsultasi bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Ia mengakui adanya ketidaksesuaian sasaran dalam pendataan penerima bantuan. Pasalnya, jutaan warga yang seharusnya tidak masuk kategori penerima justru tercatat sebagai penerima PBI JK.
“Sementara warga Desil 6 sampai 10 dan non-desil jumlahnya mencapai lebih dari 15 juta jiwa. Ini membutuhkan penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut dari BPS terkait sistem klasifikasi dan basis datanya,” tuturnya.
Situasi tersebut mencerminkan masih lemahnya validasi dan akurasi data penerima bantuan sosial. Karena itu, pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh serta pembaruan data agar program PBI JK benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.













