Sunday, August 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Deretan Konglomerat di Balik Kepemilikan Mal Terbesar di Indonesia

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
9 February 2026
in Ekbis
Latihan Penerbangan Berujung Tragedi, Helikopter Angkatan Darat Korsel Jatuh di Gapyeong

Metapos.id, Jakarta – Pusat perbelanjaan modern atau mal masih menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi perkotaan di Indonesia. Selain berfungsi sebagai tempat belanja, mal kini berkembang menjadi destinasi gaya hidup yang menggabungkan hiburan, kuliner, perkantoran, hingga hotel dalam satu kawasan terintegrasi.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), jumlah pusat perbelanjaan di Tanah Air mencapai sekitar 400 unit. Dari jumlah tersebut, 96 mal berada di Jakarta. Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi mal terbanyak, disusul Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

BACA JUGA

Dukung UMKM Naik Kelas, BNIdirect Perkuat Pengelolaan Keuangan Bisnis

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Di balik menjamurnya pusat perbelanjaan berskala besar tersebut, terdapat sejumlah konglomerat dan kelompok usaha raksasa yang menjadi pemilik maupun pengembangnya. Berikut deretan nama besar pemilik mal raksasa di Indonesia.

1. Trihatma Kusuma Haliman

Trihatma dikenal sebagai pemilik Agung Podomoro Group melalui PT Agung Podomoro Land Tbk. Grup ini mengembangkan sejumlah pusat perbelanjaan besar seperti Senayan City, Thamrin City, dan Central Park. Central Park bahkan tercatat sebagai mal terbesar di Jakarta dengan luas bangunan lebih dari 188 ribu meter persegi, meski sebagian kepemilikannya telah dilepas kepada investor asing.

2. Sutjipto Nagaria

Sutjipto merupakan pendiri Summarecon Agung Tbk, pengembang Summarecon Mall Kelapa Gading. Mal ini menjadi salah satu yang terbesar di Jakarta dengan luas sekitar 150 ribu meter persegi dan menampung ratusan tenant dari berbagai sektor gaya hidup dan hiburan.

3. Eka Tjandranegara

Melalui Grup Mulia, Eka Tjandranegara berada di balik berdirinya Mall Taman Anggrek. Mal ini dikenal dengan ikon layar LED raksasa di bagian fasadnya serta fasilitas ice skating pertama di Indonesia. Luas bangunannya mencapai sekitar 360 ribu meter persegi.

4. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono

Dua bersaudara pemilik Djarum Group ini mengembangkan Grand Indonesia, salah satu mal paling prestisius di Jakarta Pusat. Grand Indonesia terintegrasi dengan Hotel Indonesia Kempinski, Menara BCA, dan apartemen mewah, menjadikannya pusat belanja dan bisnis kelas atas.

5. Tan Kian

Tan Kian melalui Dua Mutiara Group merupakan pemilik Pacific Place di kawasan SCBD, Senayan. Mal ini mengusung konsep mixed-use yang terhubung dengan perkantoran dan hotel bintang lima, serta dikenal sebagai salah satu mal mewah di Jakarta.

6. PT Senayan Trikarya Sempana

Perusahaan patungan antara Kajima Overseas Asia Pte. Ltd dan Badan Pengelola Gelora Bung Karno ini mengelola kawasan Senayan Square, termasuk Plaza Senayan. Mal ini termasuk dalam jajaran pusat perbelanjaan besar dengan luas lebih dari 130 ribu meter persegi.

7. Alexander Tedja

Alexander Tedja adalah pendiri Pakuwon Group yang memiliki sejumlah mal besar di Jakarta, seperti Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Blok M Plaza. Kota Kasablanka dikenal sebagai salah satu mal terbesar di Jakarta Selatan dan berada dalam kawasan superblok.

8. Murdaya Poo

Nama Murdaya Poo tak lepas dari Pondok Indah Mall (PIM), salah satu mal pionir di Jakarta. Dikembangkan oleh PT Metropolitan Kentjana Tbk, PIM kini terdiri dari tiga bangunan utama dan menjadi salah satu pusat belanja paling ikonik di ibu kota.

Keberadaan para konglomerat tersebut menunjukkan bahwa sektor properti ritel masih memiliki daya tarik kuat, sekaligus berperan penting dalam menggerakkan konsumsi dan ekonomi nasional.

Tags: bisnis properti ritel Indonesiadaftar pemilik mall Jakartakonglomerat pemilik malmall terbesar di IndonesiaMetapos.idpemilik pusat perbelanjaan
Previous Post

Rp15 Miliar Disiapkan, Kepesertaan BPJS Kesehatan Segera Diaktifkan Kembali

Next Post

Dokumen FBI Ungkap Sumbangan Epstein ke Organisasi Pro-Israel, Muncul Dugaan Keterkaitan Mossad

Related Posts

BNIdirect
Ekbis

Dukung UMKM Naik Kelas, BNIdirect Perkuat Pengelolaan Keuangan Bisnis

14 August 2026
BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
Ekbis

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

14 August 2026
Sambut Kemerdekaan, Tokopedia-TikTok Shop Dorong UMKM Naik Kelas Lewat #BeliLokal
Ekbis

Sambut Kemerdekaan, Tokopedia-TikTok Shop Dorong UMKM Naik Kelas Lewat #BeliLokal

13 August 2026
motor listrik AISMOLI
Ekbis

Penataan Subsidi Pertalite Bergulir, AISMOLI Dorong Motor Listrik Jadi Pilihan Mobilitas

12 August 2026
RUPSLB BEI 2026 Setujui Alex Widi Kristiono Jadi Komisaris
Ekbis

RUPSLB BEI 2026 Setujui Alex Widi Kristiono Jadi Komisaris

12 August 2026
Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Tertinggi SDGs Innovation Accelerator 2026 Lewat GladiAgro
Ekbis

Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Tertinggi SDGs Innovation Accelerator 2026 Lewat GladiAgro

12 August 2026
Next Post
TransJakarta Layani 413 Juta Pelanggan Sepanjang

Dokumen FBI Ungkap Sumbangan Epstein ke Organisasi Pro-Israel, Muncul Dugaan Keterkaitan Mossad

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini