Wednesday, October 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ini Alasan Rupiah Melemah Tak Separah Negara Lain

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 October 2022
in Ekbis
Belanja di Singapura Bisa Pakai Rupiah Mulai Tahun Depan

JAKARTA,Metapos.id – Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat, merespons optimisme Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut nilai tukar rupiah masih lebih kuat dibandingkan pelemahan mata uang negara lain, meski mencatatkan depresiasi hingga 6 persen.

“Memang rupiah turun juga terhadap dolar, tetapi dibandingkan mata uang lain pelemahan kita tidak parah. Jika dibandingkan pound turunnya sampai 50 persen, Euro 30 persen, kita cuma 6 persen,” ujar Teguh di Jakarta, Rabu, 12 Oktober.

BACA JUGA

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

Menurut Teguh, salah satu faktornya adalah Bank Indonesia (BI) yang belum agresif menaikkan suku bunga acuan, jika dibandingkan Amerika maupun Eropa. BI menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat impresif dan tangguh menghadapi ancaman resesi. Terlebih jika dibandingkan dengan negara negara Eropa yang mengalami krisis energi karena perang Rusia-Ukraina.

“Sebaliknya kita diuntungkan karena krisis energi. Kita eksportir batubara. Di Indonesia kita diuntungkan nilai ekspor, neraca perdagangan surplus, alhasil pertumbuhan ekonomi kuat, dan rupiah kuat terhadap dolar AS,” kata Teguh.

Namun, kata Teguh, keuntungan Indonesia dari komoditas termasuk sektor energi justru membuat Indonesia masih gagah di tengah tantangan global. Kemudian kondisi pasar saham, juga masih menarik.

“Secara fundamental tidak masalah kalau IHSG turun, karena dihitung dari awal 2022 kita masih naik 5-6 persen, sementara yang lain seperti Thailand Singapura sudah minus,” jelas Teguh.

“Kalaupun IHSG turun, ada faktor psikologis yang mempengaruhi atas berita-berita yang beredar tentang resesi 2023,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyebutkan fundamental perekonomian Indonesia mampu memperlihatkan kinerja yang tetap impresif. Menurutnya, faktor eksternal dan internal menopang pertumbuhan ekonomi di tengah krisis global.

“Indonesia faktor eksternalnya masih sangat kuat. Sehingga Indonesia tidak termasuk dalam negara yang rentan terhadap masalah keuangan. Dari internal, ekonomi kita kuat karena kita punya domestic market. Sekarang konsumsi turut menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, terlebih diprediksi di tahun depan pun pertumbuhan ekonomi kita di antara 4,8 persen-5,2 persen,” kata Menko Airlangga, Selasa, 11 Oktober.

Dalam pemaparan Menko Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini, nilai tukar rupiah memang mencatatkan depresiasi hingga 6 persen. Namun kata Airlangga, itu masih lebih kuat dibandingkan pelemahan mata uang negara-negara lain.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.idRupiahTeguh Hidayat
Previous Post

Industri Kelautan Dalam Negeri Belum Dimanfaatkan secara Maksimal

Next Post

Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Related Posts

AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.
Ekbis

Staffinc Siapkan Solusi Tenaga Kerja untuk 2027

27 October 2026
BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Ekbis

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

27 October 2026
Sengketa Merek Denza, BYD dan Worcas Hadapi Gugatan di Pengadilan
Ekbis

Sengketa Merek Denza, BYD dan Worcas Hadapi Gugatan di Pengadilan

26 October 2026
Next Post
Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini