Tuesday, June 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Ini Alasan Rupiah Melemah Tak Separah Negara Lain

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 October 2022
in Ekbis
Belanja di Singapura Bisa Pakai Rupiah Mulai Tahun Depan

JAKARTA,Metapos.id – Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat, merespons optimisme Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut nilai tukar rupiah masih lebih kuat dibandingkan pelemahan mata uang negara lain, meski mencatatkan depresiasi hingga 6 persen.

“Memang rupiah turun juga terhadap dolar, tetapi dibandingkan mata uang lain pelemahan kita tidak parah. Jika dibandingkan pound turunnya sampai 50 persen, Euro 30 persen, kita cuma 6 persen,” ujar Teguh di Jakarta, Rabu, 12 Oktober.

BACA JUGA

BEI dan IBCWE Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui Sensus IDX200

Harga Pertamax Naik, Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tetap Aman

Menurut Teguh, salah satu faktornya adalah Bank Indonesia (BI) yang belum agresif menaikkan suku bunga acuan, jika dibandingkan Amerika maupun Eropa. BI menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat impresif dan tangguh menghadapi ancaman resesi. Terlebih jika dibandingkan dengan negara negara Eropa yang mengalami krisis energi karena perang Rusia-Ukraina.

“Sebaliknya kita diuntungkan karena krisis energi. Kita eksportir batubara. Di Indonesia kita diuntungkan nilai ekspor, neraca perdagangan surplus, alhasil pertumbuhan ekonomi kuat, dan rupiah kuat terhadap dolar AS,” kata Teguh.

Namun, kata Teguh, keuntungan Indonesia dari komoditas termasuk sektor energi justru membuat Indonesia masih gagah di tengah tantangan global. Kemudian kondisi pasar saham, juga masih menarik.

“Secara fundamental tidak masalah kalau IHSG turun, karena dihitung dari awal 2022 kita masih naik 5-6 persen, sementara yang lain seperti Thailand Singapura sudah minus,” jelas Teguh.

“Kalaupun IHSG turun, ada faktor psikologis yang mempengaruhi atas berita-berita yang beredar tentang resesi 2023,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyebutkan fundamental perekonomian Indonesia mampu memperlihatkan kinerja yang tetap impresif. Menurutnya, faktor eksternal dan internal menopang pertumbuhan ekonomi di tengah krisis global.

“Indonesia faktor eksternalnya masih sangat kuat. Sehingga Indonesia tidak termasuk dalam negara yang rentan terhadap masalah keuangan. Dari internal, ekonomi kita kuat karena kita punya domestic market. Sekarang konsumsi turut menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, terlebih diprediksi di tahun depan pun pertumbuhan ekonomi kita di antara 4,8 persen-5,2 persen,” kata Menko Airlangga, Selasa, 11 Oktober.

Dalam pemaparan Menko Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini, nilai tukar rupiah memang mencatatkan depresiasi hingga 6 persen. Namun kata Airlangga, itu masih lebih kuat dibandingkan pelemahan mata uang negara-negara lain.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.idRupiahTeguh Hidayat
Previous Post

Industri Kelautan Dalam Negeri Belum Dimanfaatkan secara Maksimal

Next Post

Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Related Posts

BEI dan IBCWE Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui Sensus IDX200
Ekbis

BEI dan IBCWE Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui Sensus IDX200

15 June 2026
Anggota Komisi VII DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Harga BBM Bersubsidi
Ekbis

Harga Pertamax Naik, Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tetap Aman

15 June 2026
Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9% Jadi US$439,8 Miliar
Ekbis

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9% Jadi US$439,8 Miliar

15 June 2026
ASABRI Bayarkan Gaji Ketiga Belas Pensiun kepada Lebih dari 500 Ribu Penerima
Ekbis

ASABRI Bayarkan Gaji Ketiga Belas Pensiun kepada Lebih dari 500 Ribu Penerima

15 June 2026
51 Persen Masyarakat Indonesia Simpan Uang di Bawah Bantal
Ekbis

Purbaya Usulkan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp49,8 Triliun

15 June 2026
CSR Bank Mandiri Taspen Hadirkan Mesin Air Siap Minum untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare
Ekbis

CSR Bank Mandiri Taspen Hadirkan Mesin Air Siap Minum untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare

15 June 2026
Next Post
Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini