Wednesday, October 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ini Alasan Rupiah Melemah Tak Separah Negara Lain

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 October 2022
in Ekbis
Belanja di Singapura Bisa Pakai Rupiah Mulai Tahun Depan

JAKARTA,Metapos.id – Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat, merespons optimisme Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut nilai tukar rupiah masih lebih kuat dibandingkan pelemahan mata uang negara lain, meski mencatatkan depresiasi hingga 6 persen.

“Memang rupiah turun juga terhadap dolar, tetapi dibandingkan mata uang lain pelemahan kita tidak parah. Jika dibandingkan pound turunnya sampai 50 persen, Euro 30 persen, kita cuma 6 persen,” ujar Teguh di Jakarta, Rabu, 12 Oktober.

BACA JUGA

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

Menurut Teguh, salah satu faktornya adalah Bank Indonesia (BI) yang belum agresif menaikkan suku bunga acuan, jika dibandingkan Amerika maupun Eropa. BI menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat impresif dan tangguh menghadapi ancaman resesi. Terlebih jika dibandingkan dengan negara negara Eropa yang mengalami krisis energi karena perang Rusia-Ukraina.

“Sebaliknya kita diuntungkan karena krisis energi. Kita eksportir batubara. Di Indonesia kita diuntungkan nilai ekspor, neraca perdagangan surplus, alhasil pertumbuhan ekonomi kuat, dan rupiah kuat terhadap dolar AS,” kata Teguh.

Namun, kata Teguh, keuntungan Indonesia dari komoditas termasuk sektor energi justru membuat Indonesia masih gagah di tengah tantangan global. Kemudian kondisi pasar saham, juga masih menarik.

“Secara fundamental tidak masalah kalau IHSG turun, karena dihitung dari awal 2022 kita masih naik 5-6 persen, sementara yang lain seperti Thailand Singapura sudah minus,” jelas Teguh.

“Kalaupun IHSG turun, ada faktor psikologis yang mempengaruhi atas berita-berita yang beredar tentang resesi 2023,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyebutkan fundamental perekonomian Indonesia mampu memperlihatkan kinerja yang tetap impresif. Menurutnya, faktor eksternal dan internal menopang pertumbuhan ekonomi di tengah krisis global.

“Indonesia faktor eksternalnya masih sangat kuat. Sehingga Indonesia tidak termasuk dalam negara yang rentan terhadap masalah keuangan. Dari internal, ekonomi kita kuat karena kita punya domestic market. Sekarang konsumsi turut menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, terlebih diprediksi di tahun depan pun pertumbuhan ekonomi kita di antara 4,8 persen-5,2 persen,” kata Menko Airlangga, Selasa, 11 Oktober.

Dalam pemaparan Menko Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini, nilai tukar rupiah memang mencatatkan depresiasi hingga 6 persen. Namun kata Airlangga, itu masih lebih kuat dibandingkan pelemahan mata uang negara-negara lain.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.idRupiahTeguh Hidayat
Previous Post

Industri Kelautan Dalam Negeri Belum Dimanfaatkan secara Maksimal

Next Post

Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Related Posts

PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Halal Indo 2026 mencatat 28.707 pengunjung dan transaksi Rp8,4 miliar sekaligus memperkuat ekosistem industri halal Indonesia menuju pasar global.
Ekbis

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

1 October 2026
Superbank mendukung pengadaan 200 kendaraan listrik GrabCar Plus Electric melalui fasilitas pembiayaan untuk memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan.
Ekbis

Superbank Dukung Ekspansi GrabCar Electric

1 October 2026
Prudential Syariah meraih tiga penghargaan dalam Prominent Awards 2026 untuk perlindungan kesehatan, transformasi asuransi, dan literasi syariah.
Ekbis

Prudential Syariah Borong Tiga Penghargaan

30 September 2026
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Pertalite Tak Naik 2026

25 September 2026
Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta
Ekbis

Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta

24 September 2026
Next Post
Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Buka KCP di BEI, Strategi BSI untuk Permudah Masyarakat Dapatkan Akses Layanan & Produk Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini