Thursday, October 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
15 October 2026
in Ekbis
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.

Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.

Metapos.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/10/2026), melanjutkan tekanan setelah mata uang Garuda ditutup di zona merah pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp17.900 per dolar AS, melemah 0,03% dibandingkan penutupan Rabu (14/10/2026) di Rp17.895 per dolar AS.

BACA JUGA

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

Di sisi lain, indeks dolar AS atau DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat turun 0,47% ke posisi 102,068 pada pukul 09.00 WIB.

Pergerakan rupiah masih dipengaruhi perkembangan inflasi AS dan prospek kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed.

Inflasi tahunan AS pada September 2026 mencapai 3,7%, meningkat dari 3,4% pada Agustus dan melampaui perkiraan pasar sebesar 3,6%.

Secara bulanan, inflasi tercatat 0,6%, menjadi kenaikan tertinggi sejak April 2026, sementara inflasi inti meningkat menjadi 2,6% secara tahunan dari 2,4% pada bulan sebelumnya.

Kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi sekaligus menekan daya beli masyarakat AS.

“Meski sebagian besar hilangnya daya beli disebabkan oleh kenaikan biaya energi, tidak ada alasan untuk memperkirakan tekanan tersebut akan mereda dalam waktu dekat,” ujar Kepala Ekonom AS AllianceBernstein Eric Winograd, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (15 Oktober 2026).

Pelaku pasar selanjutnya mencermati diskusi Ketua The Fed Kevin Warsh dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva dalam pertemuan IMF-World Bank di Bangkok, Thailand.

Investor akan memperhatikan pandangan Warsh mengenai kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga ke depan, terutama di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Selain itu, AS dijadwalkan merilis data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) September 2026 yang dapat memberikan gambaran tambahan mengenai tekanan harga di tingkat produsen.

Jika inflasi bertahan tinggi, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama, sehingga dapat menopang dolar AS dan menambah tekanan terhadap rupiah.

Tags: dolar ASHeadlineinflasi Amerika SerikatKevin WarshMetaposNilai tukar rupiahRupiahThe Fed
Previous Post

Uang Sitaan OTT BNPB Naik Jadi Rp3,3 Miliar, KPK Ungkap Aset Lain

Next Post

Kemlu Terus Monitor Perkembangan Keamanan Arab Saudi Usai Serangan

Related Posts

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP
Ekbis

Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

15 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
Next Post
Kemlu Terus Monitor Perkembangan Keamanan Arab Saudi Usai Serangan

Kemlu Terus Monitor Perkembangan Keamanan Arab Saudi Usai Serangan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini