Saturday, September 26, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ilmuwan Ungkap Alasan Kehadiran Seseorang Bisa Membuat Perasaan Lebih Tenang

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
27 June 2026
in Lifestyle & Health
Ilmuwan Ungkap Alasan Kehadiran Seseorang Bisa Membuat Perasaan Lebih Tenang

Metapos.id, Jakarta – Rasa nyaman yang muncul saat berada di dekat seseorang ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kecocokan atau kedekatan emosional. Para ahli menyebut ada proses biologis yang membuat seseorang bisa saling menenangkan.

Proses tersebut dikenal sebagai koregulasi (co-regulation), yaitu mekanisme ketika sistem saraf seseorang membantu menstabilkan sistem saraf orang lain. Melalui proses ini, seseorang dapat merasa lebih tenang hanya karena kehadiran orang tertentu.

BACA JUGA

Konser Ed Sheeran di Stadion Robert Kraft Resmi Batal

Cara Masak Garang Asem Ayam yang Enak Tanpa Santan

Akibatnya, rasa rileks dapat muncul meski tanpa banyak percakapan. Tatapan yang hangat, bahasa tubuh yang santai, serta nada bicara yang lembut mampu meredakan ketegangan dan tekanan emosional.

Terapis keluarga sekaligus pendiri Empower Family Therapy, Tina Shrader, menjelaskan bahwa koregulasi ibarat seseorang “meminjam” ketenangan dari sistem saraf orang lain yang lebih stabil.

Ia mengatakan mekanisme tersebut sudah terbentuk sejak manusia masih bayi. Ketika bayi menangis, orangtua biasanya menenangkan dengan menggendong, memeluk, atau berbicara secara lembut.

Meski demikian, menurut Shrader, faktor yang paling berpengaruh adalah kemampuan orangtua menjaga ketenangan dirinya sendiri. Kondisi itu membuat bayi ikut merasa aman dan emosinya menjadi lebih stabil.

Di sisi lain, Shrader menegaskan bahwa koregulasi tidak sama dengan empati maupun dukungan emosional. Empati membantu seseorang memahami perasaan orang lain, sedangkan dukungan emosional diwujudkan melalui perhatian atau bantuan.

Sebaliknya, koregulasi bekerja pada sistem saraf. Rasa aman yang dipancarkan seseorang menjadi sinyal bagi tubuh untuk menurunkan tingkat kewaspadaan.

Selain itu, otak manusia terus memantau berbagai isyarat dari lingkungan, mulai dari ekspresi wajah, gerakan tubuh, hingga intonasi suara. Semua sinyal tersebut membantu otak menentukan apakah situasi di sekitar aman atau justru mengandung ancaman.

Saat tubuh menangkap rasa aman, detak jantung dan pola pernapasan akan melambat secara alami. Penelitian pemindaian otak juga menemukan bahwa aktivitas pada area otak yang berkaitan dengan respons terhadap ancaman ikut menurun ketika seseorang berada di dekat sosok yang menenangkan.

Karena itu, kehadiran orang tertentu dapat memberikan efek menenangkan secara alami. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh ikatan emosional, tetapi juga oleh respons biologis sistem saraf terhadap rasa aman.

Tags: empatikesehatan mentalMetapos.idpsikologirasa aman
Previous Post

Kemenkes Ungkap 5,9 Juta Anak Indonesia Merokok, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun

Next Post

Spanyol Bungkam Uruguay, Sabet Gelar Juara Grup H Piala Dunia 2026

Related Posts

Konser Ed Sheeran di Stadion Robert Kraft Resmi Batal
Lifestyle & Health

Konser Ed Sheeran di Stadion Robert Kraft Resmi Batal

26 September 2026
Cara Masak Garang Asem Ayam yang Enak Tanpa Santan
Lifestyle & Health

Cara Masak Garang Asem Ayam yang Enak Tanpa Santan

26 September 2026
Antusias Warga Tinggi, LRT Kelapa Gading-Manggarai Layani 100 Ribu Penumpang
Lifestyle & Health

Antusias Warga Tinggi, LRT Kelapa Gading-Manggarai Layani 100 Ribu Penumpang

26 September 2026
Kenapa Depresi Bisa Bikin Mudah Lupa?
Lifestyle & Health

Kenapa Depresi Bisa Bikin Mudah Lupa?

26 September 2026
Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur
Lifestyle & Health

Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Sebelum Tidur

26 September 2026
Jalan Kaki Usai Makan Malam, Benarkah Bantu Tidur?
Lifestyle & Health

Jalan Kaki Usai Makan Malam, Benarkah Bantu Tidur?

26 September 2026
Next Post
Spanyol Bungkam Uruguay, Sabet Gelar Juara Grup H Piala Dunia 2026

Spanyol Bungkam Uruguay, Sabet Gelar Juara Grup H Piala Dunia 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini