Metapos.id, Jakarta – Rasa nyaman yang muncul saat berada di dekat seseorang ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kecocokan atau kedekatan emosional. Para ahli menyebut ada proses biologis yang membuat seseorang bisa saling menenangkan.
Proses tersebut dikenal sebagai koregulasi (co-regulation), yaitu mekanisme ketika sistem saraf seseorang membantu menstabilkan sistem saraf orang lain. Melalui proses ini, seseorang dapat merasa lebih tenang hanya karena kehadiran orang tertentu.
Akibatnya, rasa rileks dapat muncul meski tanpa banyak percakapan. Tatapan yang hangat, bahasa tubuh yang santai, serta nada bicara yang lembut mampu meredakan ketegangan dan tekanan emosional.
Terapis keluarga sekaligus pendiri Empower Family Therapy, Tina Shrader, menjelaskan bahwa koregulasi ibarat seseorang “meminjam” ketenangan dari sistem saraf orang lain yang lebih stabil.
Ia mengatakan mekanisme tersebut sudah terbentuk sejak manusia masih bayi. Ketika bayi menangis, orangtua biasanya menenangkan dengan menggendong, memeluk, atau berbicara secara lembut.
Meski demikian, menurut Shrader, faktor yang paling berpengaruh adalah kemampuan orangtua menjaga ketenangan dirinya sendiri. Kondisi itu membuat bayi ikut merasa aman dan emosinya menjadi lebih stabil.
Di sisi lain, Shrader menegaskan bahwa koregulasi tidak sama dengan empati maupun dukungan emosional. Empati membantu seseorang memahami perasaan orang lain, sedangkan dukungan emosional diwujudkan melalui perhatian atau bantuan.
Sebaliknya, koregulasi bekerja pada sistem saraf. Rasa aman yang dipancarkan seseorang menjadi sinyal bagi tubuh untuk menurunkan tingkat kewaspadaan.
Selain itu, otak manusia terus memantau berbagai isyarat dari lingkungan, mulai dari ekspresi wajah, gerakan tubuh, hingga intonasi suara. Semua sinyal tersebut membantu otak menentukan apakah situasi di sekitar aman atau justru mengandung ancaman.
Saat tubuh menangkap rasa aman, detak jantung dan pola pernapasan akan melambat secara alami. Penelitian pemindaian otak juga menemukan bahwa aktivitas pada area otak yang berkaitan dengan respons terhadap ancaman ikut menurun ketika seseorang berada di dekat sosok yang menenangkan.
Karena itu, kehadiran orang tertentu dapat memberikan efek menenangkan secara alami. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh ikatan emosional, tetapi juga oleh respons biologis sistem saraf terhadap rasa aman.







