Wednesday, August 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ilmuwan Ungkap Alasan Kehadiran Seseorang Bisa Membuat Perasaan Lebih Tenang

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
27 June 2026
in Lifestyle & Health
Ilmuwan Ungkap Alasan Kehadiran Seseorang Bisa Membuat Perasaan Lebih Tenang

Metapos.id, Jakarta – Rasa nyaman yang muncul saat berada di dekat seseorang ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kecocokan atau kedekatan emosional. Para ahli menyebut ada proses biologis yang membuat seseorang bisa saling menenangkan.

Proses tersebut dikenal sebagai koregulasi (co-regulation), yaitu mekanisme ketika sistem saraf seseorang membantu menstabilkan sistem saraf orang lain. Melalui proses ini, seseorang dapat merasa lebih tenang hanya karena kehadiran orang tertentu.

BACA JUGA

BIGBANG Siapkan Single Baru BiiiG untuk Rayakan 20 Tahun Debut

Mantan Member CNBLUE Lee Jonghyun Kembali ke Instagram setelah 8 Tahun

Akibatnya, rasa rileks dapat muncul meski tanpa banyak percakapan. Tatapan yang hangat, bahasa tubuh yang santai, serta nada bicara yang lembut mampu meredakan ketegangan dan tekanan emosional.

Terapis keluarga sekaligus pendiri Empower Family Therapy, Tina Shrader, menjelaskan bahwa koregulasi ibarat seseorang “meminjam” ketenangan dari sistem saraf orang lain yang lebih stabil.

Ia mengatakan mekanisme tersebut sudah terbentuk sejak manusia masih bayi. Ketika bayi menangis, orangtua biasanya menenangkan dengan menggendong, memeluk, atau berbicara secara lembut.

Meski demikian, menurut Shrader, faktor yang paling berpengaruh adalah kemampuan orangtua menjaga ketenangan dirinya sendiri. Kondisi itu membuat bayi ikut merasa aman dan emosinya menjadi lebih stabil.

Di sisi lain, Shrader menegaskan bahwa koregulasi tidak sama dengan empati maupun dukungan emosional. Empati membantu seseorang memahami perasaan orang lain, sedangkan dukungan emosional diwujudkan melalui perhatian atau bantuan.

Sebaliknya, koregulasi bekerja pada sistem saraf. Rasa aman yang dipancarkan seseorang menjadi sinyal bagi tubuh untuk menurunkan tingkat kewaspadaan.

Selain itu, otak manusia terus memantau berbagai isyarat dari lingkungan, mulai dari ekspresi wajah, gerakan tubuh, hingga intonasi suara. Semua sinyal tersebut membantu otak menentukan apakah situasi di sekitar aman atau justru mengandung ancaman.

Saat tubuh menangkap rasa aman, detak jantung dan pola pernapasan akan melambat secara alami. Penelitian pemindaian otak juga menemukan bahwa aktivitas pada area otak yang berkaitan dengan respons terhadap ancaman ikut menurun ketika seseorang berada di dekat sosok yang menenangkan.

Karena itu, kehadiran orang tertentu dapat memberikan efek menenangkan secara alami. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh ikatan emosional, tetapi juga oleh respons biologis sistem saraf terhadap rasa aman.

Tags: empatikesehatan mentalMetapos.idpsikologirasa aman
Previous Post

Kemenkes Ungkap 5,9 Juta Anak Indonesia Merokok, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun

Next Post

Spanyol Bungkam Uruguay, Sabet Gelar Juara Grup H Piala Dunia 2026

Related Posts

BIGBANG Siapkan Single Baru BiiiG untuk Rayakan 20 Tahun Debut
Lifestyle & Health

BIGBANG Siapkan Single Baru BiiiG untuk Rayakan 20 Tahun Debut

11 August 2026
Mantan Member CNBLUE Lee Jonghyun Kembali ke Instagram setelah 8 Tahun
Lifestyle & Health

Mantan Member CNBLUE Lee Jonghyun Kembali ke Instagram setelah 8 Tahun

11 August 2026
Michael B. Jordan Kepergok Bersama RAYE, Rumor Asmara Mulai Muncul
Lifestyle & Health

Michael B. Jordan Kepergok Bersama RAYE, Rumor Asmara Mulai Muncul

11 August 2026
Kim Kardashian Kembali Hadapi Gangguan Keamanan, Rumahnya Disusupi
Lifestyle & Health

Kim Kardashian Kembali Hadapi Gangguan Keamanan, Rumahnya Disusupi

11 August 2026
D.O. EXO Siap Sapa Penggemar Jakarta pada 21-22 November 2026
Lifestyle & Health

D.O. EXO Siap Sapa Penggemar Jakarta pada 21-22 November 2026

11 August 2026
Ha Young
Lifestyle & Health

Ha Young Terseret Riwayat Keluarga, Agensi Benarkan Catatan Buyutnya pada Masa Pendudukan Jepang

11 August 2026
Next Post
Spanyol Bungkam Uruguay, Sabet Gelar Juara Grup H Piala Dunia 2026

Spanyol Bungkam Uruguay, Sabet Gelar Juara Grup H Piala Dunia 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini