Saturday, June 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Hadapi Tekanan Terhadap Rupiah, Bahana TCW Tekankan Pentingnya Diversifikasi Investasi

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
5 November 2022
in Ekbis
Bahana TCW Konsisten Terapkan Nilai AKHLAK Dalam Pengembangan Bisnis

JAKARTA,Metapos.id – Pergerakan nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah (depresiasi) terhadap Dollar AS terus menunjukan tren berlanjut. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah ini diprediksi banyak pihak akan terus berlanjut dan akan semakin besar ke depan. Hal ini seiring dengan agresivitas Bank Sentral Amerika Serikat yang terus menaikkan suku bunga acuan. Kondisi ini perlu direspon masyarakat dengan melakukan diversifikasi investasi guna menjaga return investasi terjaga optimal.

Sejak awal tahun (year to date/ytd) hingga awal November 2022, Rupiah telah melemah sebesar 9,65 persen terhadap Dollar AS. Tekanan ini salah satunya disebabkan oleh langkah The Fed yang sejak awal tahun telah menaikkan suku bunga yang lebih besar dari bank sentral negara manapun di dunia termasuk Bank Indonesia. Sejak awal tahun hinggal awal November 2022, The Fed telah menaikkan suku bunganya sebesar 3,75 persen dibanding BI yang baru menaikkan suku bunga sebesar 1,25 persen.

BACA JUGA

Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025

Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Danica Adhitama mengatakan, bukan tidak mungkin pelemahan ini akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan. Meskipun Bahana TCW melihat pelemahan ini tidak akan terjadi secara menahun, momentum seperti ini memerlukan kejelian masyarakat dalam melakukan diversifikasi investasi khususnya kepada investasi berdenominasi Dollar, untuk menjaga tingkat pengembalian investasinya tetap optimal.

Di tengah tekanan terhadap Rupiah seperti saat ini, Bahana TCW memiliki salah satu produk Reksa Dana Pasar Uang mencatatkan kinerja optimal. Reksadana Bahana Liquid USD, yang diluncurkan sejak Agustus 2014 ini telah mencatatkan kinerja yang cemerlang sekaligus dapat menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk melakukan diversifikasi investasi ke dalam denominasi Dollar Amerika Serikat.

Kinerja Reksa Dana Bahana Liquid USD (“BLU”) selama 1 tahun terakhir berhasil mencetak tingkat return sebesar 0,34 persen per 31 Oktober 2022. Namun, seiring dengan perbankan yang turut menaikkan tingkat suku bunga deposito denominasi Dollar AS sebagai respon dari tren kenaikan tingkat suku bunga global, maka dalam sebulan terakhir saja BLU berhasil mencetak tingkat return 0,06 persen. Jika diasumsikan rate ini bertahan bahkan terus meningkat dalam satu tahun ke depan, maka BLU berpotensi untuk dapat mencetak tingkat return sebesar 1 – 1,30 persen per annum (p.a).

Tentunya kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa yang akan datang dan angka ini relatif lebih besar dibanding dengan tingkat suku bunga deposito valas di beberapa bank besar nasional. Tingginya minat investor atas produk ini tercermin dari pesatnya pertumbuhan dana kelolaan yang pada awal bulan November ini sudah menembus angka USD 133 juta atau setara lebih dari 2 triliun Rupiah, naik lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun 2022.

“Langkah beberapa bank yang mulai menaikkan tingkat suku bunga deposito valas merupakan indikator yang jelas bagi investor untuk memanfaatkan momentum peningkatan return Reksa Dana Pasar Uang beberapa waktu ke depan. Analisa kami tren peningkatan return ini akan terus terjaga. Mengingat tren kenaikan tingkat suku bunga The Fed diperkirakan akan terus terjadi setidaknya hingga awal tahun mendatang,” tambah Danica.

Tags: Metapos.idPT bahana tcwRupiah
Previous Post

JEC Luncurkan JEC Macula Center: Sentra Penanganan Makula Pertama di Indonesia

Next Post

Barito Pacific Gapai Pendapatan 2,337 Miliar Dolar AS

Related Posts

Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025
Ekbis

Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025

5 June 2026
Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS
Ekbis

Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

5 June 2026
Kurs Rupiah Sentuh Rp18.022 per Dolar AS di Tengah Gejolak Timur Tengah
Ekbis

Kurs Rupiah Sentuh Rp18.022 per Dolar AS di Tengah Gejolak Timur Tengah

4 June 2026
Pendapatan Petani Naik, NTP Tembus 127,73 pada Mei 2026
Ekbis

Pendapatan Petani Naik, NTP Tembus 127,73 pada Mei 2026

3 June 2026
Prudential Indonesia Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
Ekbis

Prudential Indonesia Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

3 June 2026
Di Tengah Konflik, Timnas Iran Lanjutkan Persiapan Menuju Piala Dunia
Ekbis

Harta Kekayaan Dadan Hindayana Jadi Sorotan Usai Dicopot dari BGN

3 June 2026
Next Post
Barito Pacific Gapai Pendapatan 2,337 Miliar Dolar AS

Barito Pacific Gapai Pendapatan 2,337 Miliar Dolar AS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini