Sunday, July 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Gudang Garam Belum Berencana Lakukan Buyback Saham

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
29 August 2024
in Ekbis
Gudang Garam Belum Berencana Lakukan Buyback Saham

Jakarta , Metapos.id – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menegaskan bahwa hingga saat ini perusahaan belum memiliki rencana untuk melakukan buyback saham.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan GGRM Heru Budiman menyampaikan perseroan belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi yaitu buyback saham kedepannya

BACA JUGA

TUKS Petrokimia Gresik Raih Nilai 94 Persen, Jadi Pelabuhan Terbaik Nasional

Jepang Catat 5.346 Kebangkrutan Perusahaan, Beban Utang Meningkat

“Sampai hari ini kita belum merencanakan ataupun memikirkan mengenai buyback saham,” kata Heru dalam Public Expose Live 2024 Kamis, 29 Agustus.

Heru menegaskan kedepannya perseroan akan terus memantau kondisi perekonomian yang selama enam bulan pertama mengalami pertumbuhan yang moderat.

Selain itu, Heru menyampaikan perseroan akan mengambil tindakan yang sesuai untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi.

“Persaingan harga terlihat tetap merupakan salah satu tantangan di seluruh sektor konsumen dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan penjualan akibat daya beli masyarakat (kelas menengah ke bawah) yang belum menunjukan perbaikan,” tuturnya.

Heru mengatakan setelah pemilihan umum dilaksanakan dengan sukses, perkembangan kedepan akan bergantung pada tarif cukai yang akan diberlakukkan dan perbaikan daya beli.

“Didukung fundamental Indonesia yang kuat, yaitu populasi berusia muda yang dinamis, infrastruktur yang semakin baik dan sumber daya yang beragam dan dengan kondisi keuangan perseroan yang sehat dan kapasitas produksi yang memadai, manajemen gudang garam percaya bahwa perseroan tetap mampu mempertahankan posisinya dimasa mendatang,” ujarnya.

Tags: Buyback sahamGudang garamMetapos.id
Previous Post

Laba Turun di 2023, Wika Beton Yakin Bisa Bangkit di 2024

Next Post

Kemenperin Berharap Pilkada 2024 Kerek Permintaan Produk Manufaktur Dalam Negeri

Related Posts

TUKS Petrokimia Gresik Raih Nilai 94 Persen, Jadi Pelabuhan Terbaik Nasional
Ekbis

TUKS Petrokimia Gresik Raih Nilai 94 Persen, Jadi Pelabuhan Terbaik Nasional

15 July 2026
Tugu Insurance Raih GCG Awards 2026 Berkat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Ekbis

Jepang Catat 5.346 Kebangkrutan Perusahaan, Beban Utang Meningkat

13 July 2026
Tugu Insurance Raih GCG Awards 2026 Berkat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Ekbis

Produksi Rokok Indonesia Naik Tajam di Juni 2026, Ini Penyebabnya

13 July 2026
Tugu Insurance Raih GCG Awards 2026 Berkat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Ekbis

Tugu Insurance Raih GCG Awards 2026 Berkat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

13 July 2026
Takeda Gandeng Pemerintah RI Bangun Industri Plasma dan Obat Derivat Plasma
Ekbis

Takeda Gandeng Pemerintah RI Bangun Industri Plasma dan Obat Derivat Plasma

13 July 2026
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Pacu Transformasi Demi Dukung Swasembada Pangan
Ekbis

HUT ke-54, Petrokimia Gresik Pacu Transformasi Demi Dukung Swasembada Pangan

11 July 2026
Next Post
Kementerian Perindustrian Dongkrak Potensi Industri di Papua

Kemenperin Berharap Pilkada 2024 Kerek Permintaan Produk Manufaktur Dalam Negeri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini