Metapos.id, Jakarta – Film The Odyssey versi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan dengan dukungan Grok milik Elon Musk menuai kritik setelah tujuh menit pertama videonya dirilis di platform X. Sejumlah penonton menyoroti karakter yang dinilai kaku, suara tanpa ekspresi, hingga naskah yang dianggap kurang memiliki kedalaman cerita.
Kritik tersebut muncul setelah Musk sebelumnya berulang kali menyindir film The Odyssey karya Christopher Nolan. Ia bahkan menggoda penggemar dengan menjanjikan versi tandingan buatan Grok yang diklaim lebih akurat secara historis dan sesuai dengan karya sastra Homer.
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (28/10/2026), The Hollywood Reporter melaporkan bahwa cuplikan film versi AI tersebut dirilis pada akhir pekan melalui X. Proyek ini dibuat bersama spesialis AI Wonder Studios dan sutradara Dev Walker.
Namun, alih-alih mendapatkan sambutan positif, cuplikan itu justru menuai berbagai komentar negatif dari kritikus maupun pengguna media sosial.
Kritikus Soroti Karakter dan Visual
Seorang kritikus dari The Telegraph menilai cuplikan tersebut mengganggu dan dikerjakan secara ceroboh. Ia menyoroti karakter dengan tatapan kosong, suara yang terdengar datar, serta penampilan tokoh Penelope yang dinilai berubah-ubah dalam sejumlah adegan.
Meski memberikan kritik keras, kritikus tersebut mengakui adegan pertempuran dalam film itu memiliki kualitas epik seperti film laga Spartan 300 karya Zack Snyder.
Respons negatif juga bermunculan di kolom komentar unggahan resmi X. Salah satu komentar yang mendapat banyak dukungan berbunyi, “Astaga, ini benar-benar sampah… seperti yang diharapkan”.
Pengguna lain turut mengkritik hasil produksi tersebut. “Hanya makanan hambar tanpa jiwa, tanpa pemikiran atau apa pun…” tulis seorang pengguna X.
Komentar lain menyebut, “Ini adalah kegagalan Odyssey seperti yang diprediksi Elon,” sementara pengguna lainnya menyoroti kelemahan ekspresi karakter.
“Ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi secara efektif melalui akting berkualitas tinggi dalam hal suara, gerak tubuh, dan ekspresi sangat mengganggu,” tulis pengguna X lainnya.
Kritik juga diarahkan pada naskah yang dinilai kurang kuat. “Naskahnya terasa datar dan klise. Secantik apa pun tampilan yang Anda buat, harus ada substansinya,” tulis seorang pengguna.
Meski demikian, tidak semua penonton memberikan tanggapan negatif. Sejumlah komentar positif tetap muncul, termasuk yang menilai hasil visualnya mengesankan dan menyatakan ketertarikan untuk menyaksikan episode berikutnya.
Ditonton 6,8 Juta Kali di X
Hingga Senin (26/10/2026), video The Odyssey versi Grok AI telah ditonton sebanyak 6,8 juta kali di X. Namun, angka tersebut perlu dilihat dengan mempertimbangkan mekanisme penghitungan penayangan di platform tersebut, yang dapat bertambah ketika pengguna menggulir melewati video tanpa harus menontonnya sampai selesai.
Cuplikan tersebut juga memperlihatkan tantangan bagi produksi film berbasis AI. Meski teknologi mampu menghasilkan visual yang semakin realistis, aspek seperti ekspresi karakter, akting suara, konsistensi tokoh, dan kekuatan naskah tetap menjadi perhatian penonton.
Jika dirilis setahun sebelumnya, kemampuan visual video tersebut mungkin akan mendapatkan respons berbeda karena perkembangan teknologi AI berlangsung cepat. Namun, meningkatnya keakraban penonton dengan visual buatan AI turut membuat standar mereka terhadap hasil produksi semacam ini semakin tinggi.
Sementara itu, The Odyssey karya Christopher Nolan dilaporkan meraih pendapatan lebih dari US$1,78 miliar di seluruh dunia. Angka tersebut menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi sepanjang karier sutradara tersebut, berdasarkan informasi dalam laporan sumber.







