Thursday, September 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Greenland Diminta Siaga Hadapi Skenario Terburuk Terkait Klaim AS

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
21 January 2026
in Internasional
4 Calon Pemain Keturunan yang Bisa Dipantau John Herdman di Eropa, Nomor 1 Dinilai Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Greenland mengimbau warganya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menyusul potensi tekanan dari Amerika Serikat (AS), setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan klaim atas wilayah pulau Arktik tersebut.

 

BACA JUGA

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

Peringatan itu disampaikan Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, saat berbicara kepada awak media di Nuuk pada Selasa (20/1/2026). Ia mengatakan pemerintah setempat tengah menyiapkan pembentukan gugus tugas khusus guna membantu masyarakat menghadapi kemungkinan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menurut Nielsen, peluang terjadinya konflik bersenjata memang dinilai kecil, namun tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Karena itu, langkah antisipatif dianggap perlu dilakukan sejak dini.

 

Menteri Keuangan Greenland, Mute Bourup Egede, turut menegaskan bahwa wilayah tersebut saat ini berada dalam tekanan serius. Ia menyebut pemerintah harus siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul.

 

Sebagai bentuk kesiapan, otoritas Greenland sedang menyusun panduan baru bagi sekitar 57.000 penduduknya. Salah satu rekomendasi utama adalah imbauan untuk menyimpan persediaan makanan dan kebutuhan pokok setidaknya untuk lima hari.

 

Donald Trump diketahui telah lama menyuarakan keinginannya untuk menguasai Greenland. Ia beralasan bahwa kepemilikan pulau tersebut penting bagi kepentingan keamanan nasional AS, terutama untuk membendung pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik. Trump bahkan sempat mengusulkan pembelian Greenland dari Denmark dan tidak secara tegas menutup kemungkinan penggunaan kekuatan.

 

Pekan lalu, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, Inggris, Prancis, dan Jerman, apabila rencananya terkait Greenland tidak mendapat dukungan.

 

Merespons situasi tersebut, Denmark mengirim tambahan pasukan ke Greenland pada Senin (19/1/2026). Pengiriman itu dilakukan dalam rangka latihan internasional bertajuk Arctic Endurance, yang disebut-sebut berkaitan dengan meningkatnya tensi akibat pernyataan Trump.

 

Meski demikian, para pejabat di Denmark dan Greenland menepis adanya ancaman langsung dari Rusia maupun Tiongkok. Mereka juga menyatakan terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat terkait kerja sama keamanan.

 

Ketua Komite Pertahanan Parlemen Denmark, Rasmus Jarlov, menegaskan bahwa negaranya bersedia membahas proyek pertambangan atau penambahan pangkalan militer di Greenland. Namun, ia menolak tegas opsi penyerahan kedaulatan.

 

“Menyerahkan kedaulatan dan puluhan ribu warga Denmark yang jelas tidak ingin menjadi warga Amerika adalah hal yang tidak bisa dilakukan,” ujarnya kepada Sky News.

 

Sementara itu, sejumlah pemimpin Eropa memperingatkan bahwa konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan sesama anggota NATO berpotensi merusak fondasi aliansi pertahanan tersebut secara serius.

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpGreenlandJens-Frederik NielsenKlaim ASMetapos.id
Previous Post

4 Calon Pemain Keturunan yang Bisa Dipantau John Herdman di Eropa, Nomor 1 Dinilai Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia

Next Post

Ketegangan AS–Eropa Terkait Greenland, Jerman Buka Peluang Boikot Piala Dunia

Related Posts

Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
Kasus Ebola di Kongo mencapai 6.757 dengan 3.267 kematian sejak awal wabah. Inggris menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan.
Internasional

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

10 September 2026
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Internasional

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

8 September 2026
Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya
Internasional

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

8 September 2026
Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
Next Post
Ketegangan AS–Eropa Terkait Greenland, Jerman Buka Peluang Boikot Piala Dunia

Ketegangan AS–Eropa Terkait Greenland, Jerman Buka Peluang Boikot Piala Dunia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini