Metapos.id, Jakarta – Menyongsong bulan suci Ramadan 1447 H, Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) mengadakan khataman Al-Qur’an dan doa bersama di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Kamis (11/2/2026). Kegiatan berlangsung di kediaman H. Malik Mahboob Ahmad dan dihadiri para ustazah serta tokoh masyarakat.
Ketua Umum FOKUS, Ustazah Bahijah Hamid, menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, melainkan juga momentum memperkuat doa untuk kebaikan bangsa dan negara. Dalam kesempatan tersebut, doa secara khusus dipanjatkan untuk Presiden RI Prabowo Subianto, masyarakat Indonesia, serta perdamaian dunia.
“Sebagai bagian dari bangsa ini, sudah sepatutnya kita mendoakan pemimpin dan negara agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta keberkahan dalam menjalankan amanah,” ujar Bahijah dalam sambutannya.
Doa bersama juga ditujukan bagi masyarakat yang tengah menghadapi musibah di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat. Para peserta memohon agar para korban diberi ketabahan dan pertolongan.
“Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang terdampak bencana memperoleh pertolongan Allah SWT, dan setiap ikhtiar kita menjadi amal saleh,” tambahnya.
Seruan Doa Nasional
Tuan rumah sekaligus tokoh masyarakat, H. Malik Mahboob Ahmad, turut mengajak para ulama, pimpinan majelis taklim, dan tokoh lintas agama untuk bersama-sama mendoakan pemimpin bangsa.
“Kita punya tanggung jawab moral untuk mendoakan Presiden dan para pemimpin negeri ini. Doa adalah kekuatan spiritual yang tidak boleh kita abaikan,” ungkap Malik.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan beberapa poin penting, antara lain:
Khataman Al-Qur’an sebagai Doa untuk Negeri
Kegiatan khatmul Qur’an diniatkan untuk keselamatan Presiden, kemajuan bangsa, serta terciptanya perdamaian dunia.
Ajakan untuk Seluruh Elemen Bangsa
Masyarakat dari berbagai latar belakang diajak mendoakan Indonesia sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Doa sebagai Tanggung Jawab Moral
Mendoakan pemimpin dinilai sebagai bagian dari etika berbangsa yang berdampak positif bagi kehidupan sosial.
Gagasan Doa Bersama Nasional
Diusulkan pelaksanaan doa, munajat, dzikir, dan istighotsah secara serentak di berbagai daerah, termasuk di masjid, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintahan.
Malik juga mengemukakan gagasan perjalanan spiritual kenegaraan ke Mekkah dan Madinah bersama Presiden, jajaran pemerintah, ulama, dan tokoh nasional sebagai bentuk doa bersama untuk Indonesia dan perdamaian dunia.
Ayat Doa di Bulan Puasa
Ustazah Bahijah mengingatkan pentingnya membaca Surah Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 186 yang menjelaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya yang berdoa. Ayat tersebut berada di rangkaian ayat tentang puasa, sehingga menurutnya menjadi penguat bahwa Ramadan adalah waktu mustajab untuk memohon kebaikan.
Selain itu, Surah An-Naml ayat 62 juga disebut sebagai pengingat bahwa hanya Allah SWT yang mengabulkan doa orang yang berada dalam kesulitan.
Melalui kegiatan khataman dan doa bersama ini, FOKUS berharap Ramadan 2026 menjadi titik awal perbaikan bersama—bukan hanya peningkatan ibadah personal, tetapi juga doa kolektif demi kemajuan Indonesia, kesejahteraan rakyat, serta kedamaian dunia.












