Metapos.id, Jakarta – FIFA sedang menyiapkan langkah antisipatif terkait kemungkinan Timnas Iran mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026 akibat situasi geopolitik yang masih belum kondusif.
Pemerintah Iran sebelumnya menyampaikan keberatan untuk mengirimkan tim ke turnamen yang sebagian berlangsung di Amerika Serikat. Pertimbangan keamanan serta meningkatnya tensi politik menjadi faktor utama yang memperbesar peluang absennya Iran dari ajang tersebut.
Usulan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Meksiko telah ditolak FIFA karena dinilai menimbulkan kendala teknis dan logistik. Federasi tetap berpegang pada jadwal dan lokasi penyelenggaraan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sebagai bentuk mitigasi, FIFA mempertimbangkan penyelenggaraan babak play-off tambahan. Format ini akan melibatkan empat tim dari dua konfederasi, yaitu AFC dan UEFA, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan apabila Iran resmi mundur.
Sejumlah negara Asia seperti Uni Emirat Arab dan Oman disebut memiliki peluang untuk ikut dalam skenario tersebut. Timnas Indonesia juga masuk dalam daftar kandidat, meskipun peluangnya dinilai terbatas jika merujuk pada peringkat FIFA saat ini.
Selain itu, Iran berisiko menerima sanksi berupa denda hingga ratusan ribu franc Swiss, serta potensi larangan tampil pada edisi berikutnya apabila benar-benar menarik diri.
FIFA saat ini masih melakukan kajian terhadap berbagai opsi yang tersedia, dengan target keputusan akhir diambil sebelum akhir April 2026.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai skema play-off tambahan berpotensi meningkatkan intensitas persaingan, terutama di antara tim-tim papan menengah dari Asia dan Eropa. Negara yang gagal lolos langsung dari fase kualifikasi diperkirakan akan memanfaatkan peluang ini untuk mengamankan satu tiket terakhir ke putaran final.
FIFA juga menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas olahraga dari pengaruh politik, serta memastikan seluruh rangkaian pertandingan tetap berjalan sesuai rencana. Keputusan akhir nantinya akan mempertimbangkan aspek keamanan, regulasi, dan keberlangsungan turnamen secara menyeluruh.
Apabila Iran benar-benar mundur, perubahan komposisi peserta dipastikan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi dinamika persaingan di Piala Dunia 2026.







