• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sunday, February 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Nasional

Evident Institute Soroti Potensi Peningkatan Disinformasi dan Kebencian pada 2026

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 January 2026
in Nasional
Evident Institute Soroti Potensi Peningkatan Disinformasi dan Kebencian pada 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Evident Institute menilai Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) berpotensi meningkat pada tahun 2026 dan dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kebijakan serta program strategis pemerintah, terutama pada periode fiskal yang sensitif.

Direktur Ekonomi Evident Institute, Rijadh Djatu Winardi, mengatakan bahwa DFK tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan komunikasi, melainkan sebagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas ekspektasi publik dan tingkat kepercayaan ekonomi.

“DFK berpotensi menjadi risiko struktural karena dapat memengaruhi persepsi publik, khususnya pada momen kebijakan dan fiskal yang krusial,” ujar Rijadh dalam Konferensi Pers Kaleidoskop Kebohongan Publik 2025 dan Tantangan 2026 di Jakarta, Selasa (6/1).

Evident Institute mencatat bahwa sepanjang 2025, DFK masih bersifat terfragmentasi dan sporadis. Namun, berdasarkan analisis data terbuka sepanjang 2025 yang dikombinasikan dengan variabel dan indeks ekonomi, lembaga tersebut memperkirakan pada 2026 akan terjadi pergeseran menuju pola perang narasi yang lebih terstruktur.

Proyeksi tersebut disusun menggunakan pendekatan hibrida yang mengombinasikan metode Regresi Linear dan Prophet untuk memetakan potensi isu serta pola persebaran DFK pada 2026.

Rijadh menekankan bahwa kebutuhan utama ke depan bukan hanya respons reaktif terhadap DFK, melainkan penguatan kapasitas mitigasi berbasis pemantauan dini (early warning system). Sistem tersebut diharapkan mampu mendeteksi friksi informasi sebelum berkembang menjadi kepanikan publik.

“Akurasi dan ketepatan waktu sangat penting, terutama pada platform dengan jangkauan besar seperti Facebook dan TikTok, yang secara empiris kami temukan paling berpengaruh dalam membentuk persepsi publik pada periode sensitif seperti Juli–Agustus 2025,” jelasnya.

Evident Institute juga mencatat adanya koeksistensi temporal antara lonjakan DFK dan perubahan indikator persepsi ekonomi pada periode tertentu di 2025. Kondisi ini mengindikasikan melemahnya kepercayaan publik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya koordinasi kebijakan dan menurunkan efektivitas komunikasi pemerintah.

Sementara itu, Direktur Hukum Evident Institute, Abdul Luky Shofiul Azmi, menekankan bahwa pendekatan mitigasi DFK perlu bersifat defensible di ruang publik dan berfokus pada fungsi kebijakan serta kesiapan institusional, bukan pada personalisasi aktor.

“Respons pemerintah sebaiknya bergeser dari bantahan reaktif ke penyampaian counter-narrative berbasis data yang konsisten, cepat, dan mudah diakses,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa strategi mitigasi perlu dibedakan antara platform terbuka seperti Facebook, TikTok, dan X, dengan platform tertutup seperti WhatsApp. Penegakan hukum, menurutnya, harus dilakukan secara netral dan prosedural terhadap pelanggaran yang terukur, seperti penipuan, impersonasi, dan distribusi konten manipulatif.

Eksekutif Direktur Evident Institute, Rinatania Anggraeni Fajriani, menyoroti pentingnya literasi ekspektasi ekonomi sebagai bagian dari literasi kebijakan. Ia menilai disinformasi ekonomi kerap memanfaatkan istilah teknis yang tidak familiar bagi publik, mulai dari isu APBN, pajak daerah, hingga subsidi dan bantuan sosial.

“Tanpa upaya sistematis untuk menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut, ruang bagi narasi manipulatif akan terus terbuka,” katanya.

Menurut Evident Institute, keberhasilan tata kelola pada 2026 tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas ekspektasi publik, menekan friksi informasi, dan memperkuat tata kelola ruang informasi digital.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
Tags: berpotensiEvident InstituteMetapos.idperang narasiplatformRijadh Djatu Winarditerstruktur
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Kepercayaan Dunia untuk Indonesia: Wakil Komandan Misi Perdamaian Gaza

Kepercayaan Dunia untuk Indonesia: Wakil Komandan Misi Perdamaian Gaza

by Taufik Hidayat
22 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) dalam International Stabilization Force...

Rahasia Sahur Penuh Berkah: Inilah Waktu yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Rahasia Sahur Penuh Berkah: Inilah Waktu yang Dianjurkan Rasulullah SAW

by Taufik Hidayat
22 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Sahur memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Tidak hanya berfungsi sebagai asupan energi sebelum berpuasa,...

Gempa 4,6 M Terjadi di Kabupaten Tangerang, Warga Tak Merasakan Getaran

Gempa 4,6 M Terjadi di Kabupaten Tangerang, Warga Tak Merasakan Getaran

by Taufik Hidayat
22 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 4,6 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Tangerang pada Sabtu malam (21/2/2026). Namun, getaran gempa tersebut...

Timnas Terancam Tersingkir, NOC Indonesia Lakukan Lobi Intensif ke QFA

Timnas Terancam Tersingkir, NOC Indonesia Lakukan Lobi Intensif ke QFA

by Taufik Hidayat
21 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun komunikasi strategis...

Next Post
Polda Metro Jaya Tetapkan Dokter Richard Lee sebagai Tersangka atas Laporan Dokter Detektif

Polda Metro Jaya Tetapkan Dokter Richard Lee sebagai Tersangka atas Laporan Dokter Detektif

Recommended.

FinExpo 2025: Prudential Indonesia Ajak Anak Muda Surabaya Cerdas Atur Keuangan

FinExpo 2025: Prudential Indonesia Ajak Anak Muda Surabaya Cerdas Atur Keuangan

28 October 2025
Banjir Barang Impor, Pelaku Industri Plastik Semakin Menjerit

Terkait Permendag 36, Ekonom: Perlu Ada Pembaharuan Aturan Untuk Melindungi Pengusaha Lokal Dari Serbuan Barang Impor

22 February 2024

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini