• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, January 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Nasional

Evident Institute Soroti Potensi Peningkatan Disinformasi dan Kebencian pada 2026

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 January 2026
in Nasional
Evident Institute Soroti Potensi Peningkatan Disinformasi dan Kebencian pada 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Evident Institute menilai Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) berpotensi meningkat pada tahun 2026 dan dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kebijakan serta program strategis pemerintah, terutama pada periode fiskal yang sensitif.

Direktur Ekonomi Evident Institute, Rijadh Djatu Winardi, mengatakan bahwa DFK tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan komunikasi, melainkan sebagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas ekspektasi publik dan tingkat kepercayaan ekonomi.

“DFK berpotensi menjadi risiko struktural karena dapat memengaruhi persepsi publik, khususnya pada momen kebijakan dan fiskal yang krusial,” ujar Rijadh dalam Konferensi Pers Kaleidoskop Kebohongan Publik 2025 dan Tantangan 2026 di Jakarta, Selasa (6/1).

Evident Institute mencatat bahwa sepanjang 2025, DFK masih bersifat terfragmentasi dan sporadis. Namun, berdasarkan analisis data terbuka sepanjang 2025 yang dikombinasikan dengan variabel dan indeks ekonomi, lembaga tersebut memperkirakan pada 2026 akan terjadi pergeseran menuju pola perang narasi yang lebih terstruktur.

Proyeksi tersebut disusun menggunakan pendekatan hibrida yang mengombinasikan metode Regresi Linear dan Prophet untuk memetakan potensi isu serta pola persebaran DFK pada 2026.

Rijadh menekankan bahwa kebutuhan utama ke depan bukan hanya respons reaktif terhadap DFK, melainkan penguatan kapasitas mitigasi berbasis pemantauan dini (early warning system). Sistem tersebut diharapkan mampu mendeteksi friksi informasi sebelum berkembang menjadi kepanikan publik.

“Akurasi dan ketepatan waktu sangat penting, terutama pada platform dengan jangkauan besar seperti Facebook dan TikTok, yang secara empiris kami temukan paling berpengaruh dalam membentuk persepsi publik pada periode sensitif seperti Juli–Agustus 2025,” jelasnya.

Evident Institute juga mencatat adanya koeksistensi temporal antara lonjakan DFK dan perubahan indikator persepsi ekonomi pada periode tertentu di 2025. Kondisi ini mengindikasikan melemahnya kepercayaan publik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya koordinasi kebijakan dan menurunkan efektivitas komunikasi pemerintah.

Sementara itu, Direktur Hukum Evident Institute, Abdul Luky Shofiul Azmi, menekankan bahwa pendekatan mitigasi DFK perlu bersifat defensible di ruang publik dan berfokus pada fungsi kebijakan serta kesiapan institusional, bukan pada personalisasi aktor.

“Respons pemerintah sebaiknya bergeser dari bantahan reaktif ke penyampaian counter-narrative berbasis data yang konsisten, cepat, dan mudah diakses,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa strategi mitigasi perlu dibedakan antara platform terbuka seperti Facebook, TikTok, dan X, dengan platform tertutup seperti WhatsApp. Penegakan hukum, menurutnya, harus dilakukan secara netral dan prosedural terhadap pelanggaran yang terukur, seperti penipuan, impersonasi, dan distribusi konten manipulatif.

Eksekutif Direktur Evident Institute, Rinatania Anggraeni Fajriani, menyoroti pentingnya literasi ekspektasi ekonomi sebagai bagian dari literasi kebijakan. Ia menilai disinformasi ekonomi kerap memanfaatkan istilah teknis yang tidak familiar bagi publik, mulai dari isu APBN, pajak daerah, hingga subsidi dan bantuan sosial.

“Tanpa upaya sistematis untuk menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut, ruang bagi narasi manipulatif akan terus terbuka,” katanya.

Menurut Evident Institute, keberhasilan tata kelola pada 2026 tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas ekspektasi publik, menekan friksi informasi, dan memperkuat tata kelola ruang informasi digital.

Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
online free course
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: berpotensiEvident InstituteMetapos.idperang narasiplatformRijadh Djatu Winarditerstruktur
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Skuad Merata, Arsenal Dinilai Punya Kans Besar Juarai Liga Inggris

Skuad Merata, Arsenal Dinilai Punya Kans Besar Juarai Liga Inggris

by Taufik Hidayat
8 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Arsenal tampil konsisten sepanjang Liga Inggris musim ini. Hingga memasuki pekan ke-20, The Gunners masih nyaman berada...

Kemenhut Tegaskan Tak Ada Penggeledahan oleh Kejagung, Hanya Verifikasi Data

Kemenhut Tegaskan Tak Ada Penggeledahan oleh Kejagung, Hanya Verifikasi Data

by Taufik Hidayat
8 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI menegaskan bahwa isu penggeledahan oleh penyidik Kejaksaan Agung ( kejagung ) di kantor...

Polisi Bongkar 21 Situs Judi Online, Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Polisi Bongkar 21 Situs Judi Online, Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

by Taufik Hidayat
7 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik perjudian online yang dijalankan melalui 21 situs internet....

Danantara Bidik Kapasitas 22 Ribu Jemaah di Tahap Awal Kompleks Haji Makkah

Danantara Bidik Kapasitas 22 Ribu Jemaah di Tahap Awal Kompleks Haji Makkah

by Taufik Hidayat
7 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan pengembangan tahap awal Kompleks Haji Indonesia di Makkah...

Next Post
Polda Metro Jaya Tetapkan Dokter Richard Lee sebagai Tersangka atas Laporan Dokter Detektif

Polda Metro Jaya Tetapkan Dokter Richard Lee sebagai Tersangka atas Laporan Dokter Detektif

Recommended.

Bank Raya Yakin Kinerja Perbankan Tetap Baik Jelang Tahun Politik 2024

Bank Raya Yakin Kinerja Perbankan Tetap Baik Jelang Tahun Politik 2024

9 November 2023
BTN Kantongi Izin Rights Issue Untuk Rumah Rakyat

BTN Kantongi Izin Rights Issue Untuk Rumah Rakyat

4 July 2022

Trending.

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

26 December 2025
BBC Tetapkan Pulau Komodo sebagai Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

BBC Tetapkan Pulau Komodo sebagai Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

14 December 2025
Tak Ada Izin Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru 2026

50 Ucapan Tahun Baru 2026 untuk Perusahaan yang Formal, Singkat, dan Berkesan

31 December 2025
Diduga Menghina Suku Sunda dan Suporter Persib, Rumah Adimas Firdaus Resbob Digeruduk Massa

Diduga Menghina Suku Sunda dan Suporter Persib, Rumah Adimas Firdaus Resbob Digeruduk Massa

14 December 2025
Siswi SD Berusia 12 Tahun Diduga Tewaskan Ibu Kandung, Warga Terkejut Ungkap Sifat Pelaku

Siswi SD Berusia 12 Tahun Diduga Tewaskan Ibu Kandung, Warga Terkejut Ungkap Sifat Pelaku

12 December 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini