Monday, May 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Erick Thohir Jamin Selesaikan Masalah Pegawai 3 BUMN yang Ditutup

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
17 March 2022
in Ekbis
Erick Thohir Jamin Selesaikan Masalah Pegawai 3 BUMN yang Ditutup

JAKARTA, Metapos.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, akan membubarkan tiga perusahaan pelat merah yang sudah sejak lama tidak beroperasi. Ia pun berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan kepegawaian dari tiga perusahaan yang dibubarkan.

Adapun tiga perusahaan yang dibubarkannya yakni PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), dan PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas.

BACA JUGA

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg

Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

Erick mengatakan untuk Industri Gelas sendiri masalah kepegawaian sudah diselesaikan sejak tahun lalu. Tepatnya pada September 2021.

“Alhamdulillah, saya juga apresiasi kepada tadi Danareksa dan PPA. Di sini ada Pak Ari dan Pak Yadi bisa juga menyelesaikan isu kepegawaian yang jumlah 429 untuk di Iglas yang sudah selesai Sepetember 2021,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 17 Maret.

Menurut Erick, masalah kepegawaian dua BUMN lainnya juga akan segera diselesaikan.

“Dan tentu sebagai tanggungjawab kita pemimpin yang diberi amanah. Tentu untuk kedua perusahaan lainnya juga akan kita selesaikan secara baik-baik,” tuturnya.

Erick mengatakan bahwa BUMN terus membuka kesempatan kerja. Menurut Erick, pihaknya telah merekrut setidaknya 7.351 orang di perusahaan pelat merah.

“Tapi tentu kita juga di BUMN dengan konsolidasi yang baik terus membuka kesepatakan bekerja. Anak-anak muda yang bisa menjadi bagian mentransisikan BUMN ke depan,” tuturnya.

Previous Post

Jelang Ramadan, BI Siapkan Uang Tunai Rp175 Triliun

Next Post

BTN dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten Sinergi Layanan Bisnis Perbankan

Related Posts

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg
Ekbis

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg

23 May 2026
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
Ekbis

Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

23 May 2026
Anggota Komisi VII DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Harga BBM Bersubsidi
Ekbis

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah

23 May 2026
Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap
Ekbis

Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap

22 May 2026
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Nasional
Ekbis

BRI Insurance Tebar Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026

22 May 2026
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Nasional
Ekbis

Kinerja Superbank Melonjak, Grab Perkuat Komitmen Jangka Panjang

22 May 2026
Next Post
BTN dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten Sinergi Layanan Bisnis Perbankan

BTN dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten Sinergi Layanan Bisnis Perbankan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini